Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Ririn Indriani | Firsta Nodia
Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?
Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]

Ternyata stunting dan kebiasaan tidur terlalu malam saling berkaitan, simak penjelasan pakar kesehatan anak.

Suara.com - Anak tidur terlalu malam ternyata berisiko stunting . Ini dikarenakan, kata dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, anak yang tidur terlalu malam mengalami hambatan dalam memproduksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam tinggi badannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anak yang kekurangan nutrisi berupa protein ditambah sering tidur larut malam cenderung terhambat pertumbuhannya. Inilah yang menjadi alasan mengapa stunting dan kebiasaan tidur terlalu malam saling berkaitan.

Damayanti mengatakan bahwa hingga usia satu tahun, bagian tubuh anak yang terus tumbuh adalah batang tubuh. Itu sebabnya bayi tampak montok dan perutnya sedikit buncit.

"Nah, setelah usia satu tahun hingga remaja, yang tumbuh pesat adalah bagian kaki. Pada ujung-ujung tulang panjang ini ada lempeng pertumbuhan yang kalau terus bertambah, tulang makin panjang dan tinggi badan anak terus bertambah," ujarnya pada diskusi Ngobras di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Untuk membentuk lempeng ini, lanjut Damayanti, dibutuhkan energi dan protein. Protein berperan untuk membawa hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) yang diproduksi di hati, ke lempeng pertumbuhan dan otot, sehingga tubuh makin panjang. Sehingga jika tidak ada protein, tidak ada yang mengangkut hormon pertumbuhan.

"Bila defisiensi nutrisi ini dibiarkan berkepanjangan, pada akhrinya keseimbangan hormonal akan terganggu. Produksi hormon pertumbuhan terganggu, anak pun menjadi makin pendek," terangnya merinci.

Tak kalah penting, kata Damayanti, adalah pola tidur anak juga harus baik. Pasalnya hormon pertumbuhan diproduksi saat anak tidur dalam, karenanya anak harus tidur nyenyak terutama di malam hari.

"Produksi hormon pertumbuhan paling tinggi pada pukul 11 malam hingga dua pagi. Namun, ini tak akan terjadi bila tidur anak tidak nyenyak. Dan, hormon ini baru keluar setelah anak tidur selama tiga jam," jelasnya.

Ini berarti, kata Damayanti, anak harus tidur pukul 08.00 malam agar hormon pertumbuhan bisa diproduksi pukul 11.00 malam. Selain itu, produksi hormon pertumbuhan juga dipengaruhi oleh latihan fisik dan asupan asam amino yang lengkap.

Jadi, mulai sekarang jangan biasakan anak tidur terlalu malam agar terhindar dari risiko stunting.

Baca Juga
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS