Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Kamis, 19 Juli 2018 | 10:50 WIB
Anak Tidur Terlalu Malam Berisiko Stunting, Kok Bisa?
Ilustrasi anak tidur. [Shutterstock]

Suara.com - Anak tidur terlalu malam ternyata berisiko stunting. Ini dikarenakan, kata dr. Damayanti R. Sjarif, Sp.A(K), Konsultan Nutrisi dan Penyakit Metabolik FKUI/RSCM, anak yang tidur terlalu malam mengalami hambatan dalam memproduksi hormon pertumbuhan yang berperan dalam tinggi badannya.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa anak yang kekurangan nutrisi berupa protein ditambah sering tidur larut malam cenderung terhambat pertumbuhannya. Inilah yang menjadi alasan mengapa stunting dan kebiasaan tidur terlalu malam saling berkaitan.

Damayanti mengatakan bahwa hingga usia satu tahun, bagian tubuh anak yang terus tumbuh adalah batang tubuh. Itu sebabnya bayi tampak montok dan perutnya sedikit buncit.

"Nah, setelah usia satu tahun hingga remaja, yang tumbuh pesat adalah bagian kaki. Pada ujung-ujung tulang panjang ini ada lempeng pertumbuhan yang kalau terus bertambah, tulang makin panjang dan tinggi badan anak terus bertambah," ujarnya pada diskusi Ngobras di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Untuk membentuk lempeng ini, lanjut Damayanti, dibutuhkan energi dan protein. Protein berperan untuk membawa hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH) yang diproduksi di hati, ke lempeng pertumbuhan dan otot, sehingga tubuh makin panjang. Sehingga jika tidak ada protein, tidak ada yang mengangkut hormon pertumbuhan.

"Bila defisiensi nutrisi ini dibiarkan berkepanjangan, pada akhrinya keseimbangan hormonal akan terganggu. Produksi hormon pertumbuhan terganggu, anak pun menjadi makin pendek," terangnya merinci.

Tak kalah penting, kata Damayanti, adalah pola tidur anak juga harus baik. Pasalnya hormon pertumbuhan diproduksi saat anak tidur dalam, karenanya anak harus tidur nyenyak terutama di malam hari.

"Produksi hormon pertumbuhan paling tinggi pada pukul 11 malam hingga dua pagi. Namun, ini tak akan terjadi bila tidur anak tidak nyenyak. Dan, hormon ini baru keluar setelah anak tidur selama tiga jam," jelasnya.

Ini berarti, kata Damayanti, anak harus tidur pukul 08.00 malam agar hormon pertumbuhan bisa diproduksi pukul 11.00 malam. Selain itu, produksi hormon pertumbuhan juga dipengaruhi oleh latihan fisik dan asupan asam amino yang lengkap.

baca juga

Jadi, mulai sekarang jangan biasakan anak tidur terlalu malam agar terhindar dari risiko stunting.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Berat Badan Bayi Terus Turun, Waspadai Risiko Stunting

Berat Badan Bayi Terus Turun, Waspadai Risiko Stunting

Health | Rabu, 18 Juli 2018 | 23:00 WIB

Tubuh Pendek Tak Selalu Stunting, Lantas Bagaimana Mengenalinya?

Tubuh Pendek Tak Selalu Stunting, Lantas Bagaimana Mengenalinya?

Health | Rabu, 18 Juli 2018 | 17:47 WIB

Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?

Masyarakat Bisa Tidur Nyenyak di Negara Emansipasi, Kok Bisa?

Lifestyle | Selasa, 17 Juli 2018 | 08:04 WIB

Terkini

140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini

140 Sekolah SMA/SMK di Lampung Bersolek Total Tahun Ini

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun

Kanwil Imigrasi Sumut Perkuat Sinergi dengan Pemkab Simalungun

Sumut | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:35 WIB

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Timnas Indonesia Tersingkir di AFF! Alarm Keras Menuju Piala Asia 2027: Masih Layakkah John Herdman?

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:25 WIB

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Jangan Salahkan Attitude! Ini Alasan Logis Kenapa Gen Z Susah Cari Kerja

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:20 WIB

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Stres, Cemas, atau Butuh Teman Cerita di Makassar? Ini Lokasi 'Pojok Curhat' Bisa Anda Kunjungi

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:18 WIB

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Kepala Bapanas dan Dirut Bulog Turun Langsung ke Alor Serahkan Bantuan Pangan Perdana ke Alor

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:11 WIB

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

Aksi Penembakan Pecah di Festival Budaya Lembah Baliem Papua, 2 Orang Jadi Korban

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Amran Sulaiman Semprot Pengamat Pangan: Saat Impor Diam, Swasembada Malah Teriak!

Video | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 17:00 WIB

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Bukan Cuma Enak, Ini Alasan Udang Sulsel Jadi Favorit Orang Jepang

Sulsel | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

7 Cara Pakai Concealer Bawah Mata Agar Tidak Crack dan Halus Seharian

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 16:55 WIB

×