Efektifkah Kocok Air Panas untuk Bersihkan Botol Minum?

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Jum'at, 30 November 2018 | 11:15 WIB
Efektifkah Kocok Air Panas untuk Bersihkan Botol Minum?
Ilustrasi botol minum. (Shutterstock)

Suara.com - Membawa botol minum atau tumbler kini tampaknya sudah menjadi kebiasaan masyarakat khususnya di kota-kota besar. Selain lebih hemat, masyarakat juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan agar tidak menambah sampah botol plastik air kemasan. Namun pernahkah Anda berpikir, bersihkah botol atau tumbler yang di pakai sehari-hari jika hanya dicuci atau hanya dengan kocok air panas?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh peneliti di Universitas Wisconsin, Amerika Serikat, membandingkan kadar kuman pada botol yang dibawa mahasiswa dengan yang ada di dudukan toilet. Ternyata, jumlah bakteri di botol lebih banyak daripada yang ada di toilet seat.

Untuk itu disampaikan dr. Yulia Rosa Saharman, Sp.MK, spesialis mikrobiologi klinik dari FK UI, Jakarta mencuci botol minum tidak bisa sembarangan. Menggunakan air panas untuk mencuci botol minum ternyata belum efektif untuk membunuh bakteri didalamnya.

"Ternyata tidak seperti itu. Mencuci botol tetap harus menggunakan spons. Terutama di tempat-tempat yang sulit dijangkau, seperti dasar botol," ujar dr Yulia dalam peluncuran Scotch-Brite Bottle Cleaner, Rabu lalu.

Untuk menjangkau dasar botol hingga ke sudutnya, kita biasa menggunakan sikat. Namun ternyata, ini pun menimbulkan masalah lain yakni sikat botol biasa selain bisa menggores permukaan botol juga tidak memiliki daya gosok.

"Permukaan yang tergores bisa menjadi tempat persembunyian bakteri dan kotoran, sehingga bakteri lebih mudah berkembang biak," tambah dia.

Untuk itu dr Yulia mengimbau agar masyarakat menggunakan spons bertekstur lembut yang tidak menggores permukaan botol. Selain sabun cuci piring, Yulia juga menyinggung penggunaan bahan lain yang bisa digunakan untuk mencuci botol minum yakni baking soda dan cuka.

"Baking soda itu seperti formula antiseptik atau anti bakteri sehingga bisa digunakan untuk mencuci. Cuka juga bersifat asam," tambah dia.

Untuk menggunakan kedua bahan ini dalam mencuci botol minum, pastikan Anda melarutkannya terlebih dahulu ke dalam air. Kemudian digunakan untuk mencuci bagian dalam botol dan jangan lupa menggosoknya dengan spons yang bersih.

"Lalu dibilas dengan air bersih dan dikeringkan sebelum digunakan kembali," tandas dia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Meski Baru Dicuci, Botol Minum Bisa Jadi Sarang Bakteri

Meski Baru Dicuci, Botol Minum Bisa Jadi Sarang Bakteri

Health | Rabu, 28 November 2018 | 13:03 WIB

Mau ke Raja Ampat? Bawa Tumbler Supaya Enggak Nyampah

Mau ke Raja Ampat? Bawa Tumbler Supaya Enggak Nyampah

Bisnis | Selasa, 13 November 2018 | 08:53 WIB

Yuk, Bersihkan Tumbler Dengan Benar

Yuk, Bersihkan Tumbler Dengan Benar

Lifestyle | Rabu, 25 Juli 2018 | 20:15 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB