WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi

M. Reza Sulaiman

Senin, 03 Desember 2018 | 08:05 WIB
WHO: Wabah Campak Mengancam Dunia karena Masyarakat Ogah Imunisasi
Ogah imunisasi, WHO sebut dunia terancam wabah campak. (Shutterstock)

Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi adanya risiko wabah campak yang mengancam seluruh negara di dunia. Hal ini merupakan dampak dari menguatnya sentimen negatif terhadap imunisasi.

Dalam laporan yang dirilis WHO, jumlah kasus campak di seluruh dunia naik 30 persen pada tahun 2017. Jumlah kematian akibat campak pun meningkat, mencapai 110.000 kasus per tahunnya.

Dr Martin Friede dari WHO mengatakan peningkatan jumlah kasus campak ini terjadi karena masyarakat ogah melakukan vaksinasi. Penyebabnya ada dua, yakni berita hoax soal keamanan vaksin dan alasan agama.

"Beberapa kelompok menolak imunisasi karena kepercayaan dan agama. Beberapa lainnya termakan kabar bohong soal keamanan vaksin," ujar Dr Friede, dikutip dari BBC.

Amerika, Eropa, dan Mediterania Timur merupakan daerah dengan peningkatan kasus campak yang cukup signifikan. Di Venezuela misalnya, jumlah campak meningkat karena sistem kesehatan yang tak berjalan akibat krisis moneter.

Sementara di Eropa, Ukraina, Italia, Prancis, Jerman, dan Yunani melaporkan adanya peningkatan kasus dalam beberapa tahun terakhir. Di sisi lain, hanya Inggris yang saat ini mengalami stagnasi, alias tidak menunjukkan adanya kenaikan jumlah kasus campak.

Dr Friede mengatakan jika masalah ini dibiarkan, bukan tak mungkin wabah campak akan melanda dunia di tahun-tahun berikutnya. Masalah ini menurutnya bukan hanya kepentingan kesehatan, namun juga keamanan negara.

"Tidak butuh banyak anak yang tak diimunisasi untuk membuat negara mengalami wabah campak. Ingat, campak bukan cuma ruam merah tapi juga bisa menyebabkan kebutaan dan masalah otak," tutupnya.

Tentu saja kita tak ingin wabah campak terjadi di Indonesia. Karena itu, jangan lupa lakukan imunisasi campak untuk anak Anda ya.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Cegah Polio di Yaman, WHO dan UNICEF Lakukan Vaksinasi Massal

Health | Jum'at, 30 November 2018 | 20:15 WIB

Data BPS : Orang Indonesia Makan Buah dan Sayur Hanya 173 Gram Per Hari

Data BPS : Orang Indonesia Makan Buah dan Sayur Hanya 173 Gram Per Hari

Lifestyle | Jum'at, 30 November 2018 | 11:39 WIB

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Nigeria Jadikan Indomie Strategi Ajak Warga Imuniasi Polio

Health | Rabu, 14 November 2018 | 11:58 WIB

Ih, di Negara Ini, Minum Air Seni Hewan Jadi Tradisi

Ih, di Negara Ini, Minum Air Seni Hewan Jadi Tradisi

Lifestyle | Senin, 05 November 2018 | 17:02 WIB

BPOM RI Jadi Rujukan Pengembangan Vaksin Negara Anggota OKI

BPOM RI Jadi Rujukan Pengembangan Vaksin Negara Anggota OKI

Health | Jum'at, 02 November 2018 | 10:49 WIB

Terkini

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

Banjir Aceh Selatan Rendam Dua Desa, 674 Warga Terdampak dan Ratusan Mengungsi

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:19 WIB

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Tantangan Finansial Gen Z: Gaji Buat Hidup, Tagihan, Healing, dan Tabungan

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:10 WIB

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Dark Abis! XLOV Unjuk Transformasi Terliar dalam Diri di Lagu Terbaru, Hush

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 19:05 WIB

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

Hubungan Indonesia-Singapura Memanas, 60 Tahun Persahabatan Terancam Perselisihan

News | Minggu, 01 November 2026 | 19:00 WIB

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

Dari Tanah Papua ke Jakarta, Jejak Perlawanan di Balik Salib Merah PMKRI

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:57 WIB

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Wardah Crystal Secret Melting Milk Cleanser untuk Kulit Apa? Ini Jawaban Sesuai Klaim

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:56 WIB

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Apakah Arti Mimpi Berulang Kali dengan Orang yang Sama? Ini Tafsir Primbon dan Psikologinya

Lifestyle | Minggu, 01 November 2026 | 18:55 WIB

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

Gugatan Rp156 Triliun Donald Trump Terkait Isu Jeffrey Epstein Ditolak!

News | Minggu, 01 November 2026 | 18:54 WIB

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Sinopsis Jumanji 3: Penutup Trilogi Era Dwayne Johnson, Tayang 25 Desember

Your Say | Minggu, 01 November 2026 | 18:53 WIB

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Sabu 4 Kilogram Disimpan di Dua Kos Surabaya, Pengedar Raup Untung Rp500 Ribu per Gram

Jatim | Minggu, 01 November 2026 | 18:44 WIB

×