Dukung Ibu Menyusui, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan Setiap Kantor

Ade Indra Kusuma, Firsta Nodia

Selasa, 15 Januari 2019 | 14:41 WIB
Dukung Ibu Menyusui, Ini Hal yang Wajib Diperhatikan Setiap Kantor
Ilustrasi menyusui di kantor, pekerja menyusui, ASI pekerja, pumping ASI [shutterstock]

Suara.com - Keberhasilan pemberian ASI eksklusif di Indonesia masih sangat rendah. Hal ini terlihat dari hasil riset kesehatan dasar 2018 yang menunjukkan baru sekitar 37.3 persen cakupan pemberian ASI eksklusif. Pada populasi pekerja perempuan, hasil survei Departemen IKK FKUI 2015 menyebut cakupan ASI eksklusif jauh lebih rendah yaitu sekitar 19 persen.

"Kebijakan cuti melahirkan yang hanya tiga bulan serta dukungan laktasi yang kurang memadai di tempat kerja diyakini menjadi faktor penyebabnya," ujar Dr Ray Wagiu Basrowi, MKK dalam Promosi Doktor di FKUI, Selasa (15/1/2019).

Padahal, sambung Dr Ray, ASI eksklusif merupakan indikator kesehatan yang sangat penting, tidak hanya bagi bayi dan ibu, tetapi juga untuk status kesehatan bangsa. Menurut dia, meski sudah ada peraturan pemerintah untuk menyukseskan pemberian ASI eksklusif di tempat kerja, namun penerapannya belum efektif di perusahaan dan pabrik karena berbagai alasan.

"Beberapa penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa perusahaan tidak maksimal mendukung program laktasi pekerja karena selain khawatir mengganggu produktivitas pekerja, juga hingga kini belum ada keseragaman data manfaat dukungan laktasi dan panduan praktis tentang model pendekatan dan penerapannya di lingkungan kerja," imbuh dia.

Dalam penelitiannya untuk mendapat gelar Doktor, Ray mendesain Model Promosi Laktasi yang terbukti efektif meningkatkan perilaku laktasi dan keberhasilan cakupan pemberian ASI eksklusif pekerja perempuan yang kembali dari cuti melahirkan hingga 54 persen. Angka ini tentu saja jauh lebih tinggi dibanding angka cakupan ASI eksklusif nasional.

"Model Promosi Laktasi ini dibuat dengan Metode Delphi melalui kesepakatan ahli dan mengidentifikasi tujuh komponen utama dukungan laktasi di tempat kerja," ujar Dr Ray.

Tujuh komponen yang bisa diterapkan perusahaan demi menyukseskan pemberian ASI eksklusif ini antara lain kebijakan waktu kerja fleksibel untuk pekerja yang menyusui, fasilitas ruang laktasi yang khusus dan tidak multifungsi, metode edukasi dengan pendekatan melalui pemanfaatan media sosial serta optimalisasi peran konselor laktasi okupasi dan dokter di perusahaan.

Pendekatan seperti ini menurut Dr Ray belum tercakup dalam peraturan pemerintah dan belum pernah diterapkan di Indonesia.

"Setelah diujicobakan melalui metode cluster randomized controlled trial di tingkat perusahaan perkantoran dan pabrik, model ini terbukti efektif mencapai cakupan ASI eksklusif sebesar 54 persen serta mampu meningkatkan hingga 27 kali lebih besar perilaku laktasi yang baik di kalangan pekerja perempuan," imbuh dia.

baca juga

Selain itu dari sisi produktivitas, Dr Ray juga menemukan peningkatan kehadiran pekerja perempuan yang tengah menyusui yakni sebesar 87 persen dan peningkatan target kinerja sebesar 94 persen.

"Ini berbeda kelompok pekerja yang tidak mendapatkan intervensi model ini, angka ASI eksklusif nya sangat rendah yaitu hanya 6 persen, tingkat kehadiran 6 persen lebih rendah dan tingkat pencapaian target kerja 12 persen lebih rendah. Jadi sebenarnya mendukung pemberian ASI eksklusif tidak merugikan perusahaan," tandas dia. 

Itulah hal yang wajib diperhatikan setiap kantor untuk mendukung program ASI eksklusif kepada ibu menyusui.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Penasaran dengan Rasanya, DJ Cantik Tawarkan ASI Miliknya Diulas

Penasaran dengan Rasanya, DJ Cantik Tawarkan ASI Miliknya Diulas

Lifestyle | Selasa, 08 Januari 2019 | 19:35 WIB

Berat Badan Bayi ASI Cenderung Kecil, Wajarkah?

Berat Badan Bayi ASI Cenderung Kecil, Wajarkah?

Health | Sabtu, 29 Desember 2018 | 15:15 WIB

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 20:06 WIB

Terkini

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Polresta Karawang Siagakan 390 Personel Amankan Pilkades Digital di 67 Desa

Jabar | Minggu, 08 November 2026 | 17:14 WIB

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Dari Bjorka ke Penyadapan Presiden, Seburuk Itukah Keamanan Data Negara?

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Air Fryer Apakah Boleh Dicuci? Ini Cara Membersihkannya yang Benar agar Tidak Cepat Rusak

Lifestyle | Minggu, 08 November 2026 | 17:10 WIB

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

Ayah Abzalul Riza, Korban Penembakan Maulid Nabi Aceh: Kenapa Anak Saya Dibunuh?

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:05 WIB

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

Lintasi Flyover Antasari, JEKATE Running 2026 Ajak Warga Nikmati Jakarta Sambil Berolahraga

News | Minggu, 08 November 2026 | 17:04 WIB

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Dekatkan Akses Perbankan di Riau, Agen BRILink Bantu Transaksi Petani Sawit Kampar

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 17:01 WIB

Segera Antre, Harga Emas Batangan Diproyeksi Turun Jadi Rp2,41 Juta

Segera Antre, Harga Emas Batangan Diproyeksi Turun Jadi Rp2,41 Juta

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:58 WIB

Kronologi Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel, 1 Kru WNI Hilang

Kronologi Helikopter Pemadam Karhutla Jatuh di Sungai Barito Kalsel, 1 Kru WNI Hilang

News | Minggu, 08 November 2026 | 16:54 WIB

Mengingat Kembali Pentingnya Pendidikan Lewat Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Mengingat Kembali Pentingnya Pendidikan Lewat Novel Ronggeng Dukuh Paruk

Your Say | Minggu, 08 November 2026 | 16:53 WIB

Bukan Cuma Modal, UMK Perlu Perkuat Manajemen agar Bisa Naik Kelas

Bukan Cuma Modal, UMK Perlu Perkuat Manajemen agar Bisa Naik Kelas

Bisnis | Minggu, 08 November 2026 | 16:50 WIB

×