Jenis Kelamin Bayi Beda dengan Saat USG, Ini Penjelasan Dokter

M. Reza Sulaiman, Firsta Nodia

Selasa, 15 Januari 2019 | 19:44 WIB
Jenis Kelamin Bayi Beda dengan Saat USG, Ini Penjelasan Dokter
Jenis kelamin bayi bisa berubah dari USG. (Sumber: Shuttertsock)

Suara.com - Ketika dipercaya memiliki anak, setiap pasangan tentu sudah tidak sabar untuk mengetahui jenis kelamin buah hatinya. Lelaki atau perempuan? Meski terdengar sepele namun teknologi USG sekalipun tidak bisa memastikan jenis kelamin bayi 100 persen.

Disampaikan dr. Andi Nanis Sacharina Marzuki, Sp.A(K) dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, ada yang terlihat seperti perempuan, tetapi ternyata memiliki benjolan di lipatan paha atau di bibir kelaminnya. Sebaliknya ada bayi yang klitorisnya terlihat lebih besar daripada bayi perempuan umumnya sehingga menyerupai penis.

"Ada juga kasus anak perempuan yang berubah menjadi lelaki di saat mencapai usia pubertas, atau anak perempuan yang tidak tumbuh payudara dan tidak menstruasi sampai usia dewasa. Di bidang kedokteran kondisi ini digolongkan sebagai gangguan perkembangan sistem reproduksi," ujar dr Andi dalam Promosi Doktor di IMERI FKUI, Selasa (15/1/2019).

Gangguan perkembangan sistem reproduksi ini, menurut dia yang menyebabkan tanda seks primer dan sekunder bayi tidak berkembang sebagaimana seharusnya atau juga disebut atipikal.

"Bayi yang secara genetik nya 46,XY seharusnya lahir menjadi bayi lelaki, dan bayi 46,XX seharusnya menjadi bayi perempuan, tetapi pada bayi yang mengalami gangguan perkembangan sistem reproduksi yang atipikal tadi dapat terjadi bayi 46,XY lahir dengan bentuk kelamin luar seperti perempuan, sehingga berisiko dibesarkan sebagai perempuan," imbuh dia.

Bayi ‘perempuan’ ini kemudian saat pubertas akan mengalami perubahan fisik menjadi lelaki, akibat efek androgen atau hormon lelaki yang memang baru meningkat di usia pubertas. Kesalahan cara dibesarkan akan membawa efek dan konflik psikologis dan sosial bagi pasien dan keluarganya.

"Pasien seringkali harus pindah sekolah atau rumah untuk mengurangi konflik itu. Salah satu penyebab kondisi itu adalah kelainan genetik yang disebabkan defek enzim 5 alfa-reduktase tipe 2 (5AR2). Enzim ini berfungsi untuk mengubah testosteron menjadi dihidrotestosteron (DHT), sehingga pada janin DHT tidak diproduksi atau berkurang produksinya sejak di dalam kandungan," imbuh dia.

USG jenis kelamin bayi. (Shutterstock)
USG jenis kelamin bayi. (Shutterstock)

DHT sendiri, kata dia, merupakan androgen yang 10 kali lebih kuat daripada testosteron dan berperan penting dalam pembentukan alat kelamin luar dan prostat janin lelaki. Dalam studinya untuk memperoleh gelar Doktor, dr Andi meneliti defek genetik pada gen penyebab kerusakan enzim 5AR2 tadi, yang dinamakan gen SRD5A2.

Ia menganalisis 37 pasien dari seluruh Indonesia yang mengalami kekurangan enzim 5AR2. Dari sampel ini dideteksi 8 mutasi yang belum pernah dilaporkan pada populasi lain di dunia. Dr Andi menemukan sebuah metode untuk mendeteksi kondisi kekurangan enzim 5AR2 sehingga orangtua bisa memberikan pengasuhan yang terbaik bagi buah hatinya.

baca juga

Selama ini kondisi kekurangan enzim 5AR2 ini baru bisa dideteksi lewat pemeriksaan di luar negeri karena tidak tersedia di Indonesia, sehingga untuk diagnosisnya terkendala biaya dan waktu yang lama.

"Pemeriksaan alternatif yang diteliti adalah pemeriksaan kadar hormon di urin. Pemeriksaan ini tersedia di Jakarta. Dengan bukti hasil penelitian ini diusulkan alur diagnosis baru untuk menggantikan pemeriksaan hormon darah dalam mendeteksi kondisi kekurangan enzim 5AR2," tambah dia.

Bayi baru lahir bisa saja jenis kelaminnya berubah. (Shutterstock)
Bayi baru lahir bisa saja jenis kelaminnya berubah. (Shutterstock)

Pemeriksaan itu digunakan sebagai penapis, bila salah satu pasien atau keluarga dekatnya (ibu, ayah, atau saudara kandung) dianggap positif dalam pemeriksaan itu, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan analisis DNA untuk memastikan diagnosis.

"Hasil penelitian ini membuktikan pemeriksaan hormon di urin pada pasien yang diduga mengalami kekurangan enzim 5AR2 dan salah satu keluarga dekatnya dapat secara akurat mendeteksi kondisi itu, sehingga pasien dapat terdiagnosis lebih dini, karena pemeriksaan tidak invasif, terjangkau, dan akurat," tambah dia.

Dengan demikian kesalahan pola asuh dengan segala konsekuensi medis, psikososial dan psikoseksual dapat dihindari. Seluruh pemeriksaan dalam penelitian ini, kata dr Andi bisa dilakukan di Indonesia, baik pemeriksaan hormonal darah, urin, sampai pada analisis kromosom dan DNA.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tak Sengaja Beri Makan Saus Pedas ke Bayinya, Pria Ini Diperiksa Polisi

Tak Sengaja Beri Makan Saus Pedas ke Bayinya, Pria Ini Diperiksa Polisi

Health | Selasa, 15 Januari 2019 | 07:20 WIB

Seorang Ibu Gunakan Mainan Seks Obati Sesak di Dada Bayinya

Seorang Ibu Gunakan Mainan Seks Obati Sesak di Dada Bayinya

Health | Senin, 14 Januari 2019 | 20:05 WIB

Ini 5 Penyebab Ruam Merah pada Leher Bayi

Ini 5 Penyebab Ruam Merah pada Leher Bayi

Health | Minggu, 13 Januari 2019 | 14:28 WIB

Kuasa Tuhan, Bayi Usia 45 Hari Selamat dari Tsunami Setelah 11 Jam Hilang

Kuasa Tuhan, Bayi Usia 45 Hari Selamat dari Tsunami Setelah 11 Jam Hilang

News | Minggu, 13 Januari 2019 | 06:58 WIB

Bantu Persalinan, Perawat Tarik Kepala Bayi lalu Sembunyikan di Kamar Mayat

Bantu Persalinan, Perawat Tarik Kepala Bayi lalu Sembunyikan di Kamar Mayat

Health | Sabtu, 12 Januari 2019 | 08:31 WIB

Terkini

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Ubah Area Parkir Jadi Ruang Publik, Sanur Dorong Jalan Ramah Anak

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Parfum Mandalika Only The Brave Wangi Apa? Cek Aroma dan Review-nya

Parfum Mandalika Only The Brave Wangi Apa? Cek Aroma dan Review-nya

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Bahasa Indonesia untuk Gen Z: Bertahan di Tengah Gempuran Istilah Nyeleneh

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

Tak Harus Bahagia Dulu, Tersenyum Bisa Memengaruhi Suasana Hati

Tak Harus Bahagia Dulu, Tersenyum Bisa Memengaruhi Suasana Hati

Sumut | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:15 WIB

25 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026 Gratis, Cocok buat Diunggah ke Media Sosial

25 Link Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2026 Gratis, Cocok buat Diunggah ke Media Sosial

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:11 WIB

MSCI Ancam Bursa RI Turun Kasta, Dasco: Kita Buat Lembaga Rating Sendiri!

MSCI Ancam Bursa RI Turun Kasta, Dasco: Kita Buat Lembaga Rating Sendiri!

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:10 WIB

Mourinho Berlutut Sambil Julurkan Lidah di Camp Nou, Selebrasi Mbappe Jadi Panggung Kontroversi

Mourinho Berlutut Sambil Julurkan Lidah di Camp Nou, Selebrasi Mbappe Jadi Panggung Kontroversi

Bola | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:07 WIB

Mengeringkan Rambut Secara Alami vs Pakai Hair Dryer, Mana yang Lebih Baik?

Mengeringkan Rambut Secara Alami vs Pakai Hair Dryer, Mana yang Lebih Baik?

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:06 WIB

5 Lukisan Pembawa Hoki dan Ketenangan untuk Kamar Tidur Menurut Feng Shui

5 Lukisan Pembawa Hoki dan Ketenangan untuk Kamar Tidur Menurut Feng Shui

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:05 WIB

Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya, Warisan Leluhur Toga Sinaga Kembali Dilestarikan

Ajak Generasi Muda Kenali Akar Budaya, Warisan Leluhur Toga Sinaga Kembali Dilestarikan

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 11:05 WIB

×