Jangan Dibiarkan, Keringat Berlebih Ternyata Bisa Diatasi

Vania Rossa | Firsta Nodia
Ilustrasi lelaki berkeringat (Shutterstock).
Ilustrasi lelaki berkeringat (Shutterstock).

Mulai sekarang, jangan sepelekan keringat berlebih, ya.

Suara.com - Lelaki berusia 60 tahun yang tinggal di Milwaukee, Amerika Serikat, mengalami masalah keringat yang tidak biasa. Saat melakukan aktivitas ringan, ia bisa mengeluarkan keringat berlebih yang membuat bajunya basah kuyup. Tentu saja hal ini menurunkan tingkat percaya dirinya.

Setelah tiga tahun mengalami hal ini, lelaki yang tak disebutkan namanya itu mengunjungi dokter Mark Chelmowski di Advocate Aurora Health Care, Milwaukee. Oleh dokter, lelaki itu didiagnosis hiperhidrosis karena menghasilkan keringat berlebih.

Dr. Mark mengatakan bahwa hiperhidrosis yang dialami lelaki tua itu disebabkan oleh kejang yang memang dialaminya selama beberapa menit ketika konsultasi dan pulih dengan sendirinya.

"Saya meminta dia untuk melakukan tindakan electroencephalogram (EEG) untuk mencatat aktivitas kejang di daerah lobus frontal otak yang bertepatan dengan periode berkeringat berlebihan," ujar Mark.

Hasilnya, kejang yang dialami lelaki itu selama beberapa menit mengirim sinyal ke tubuh untuk melepaskan panas dan mengarah pada keluarnya keringat yang berlebihan. Mark pun meresepkan obat anti kejang.

"Kini pasien tersebut hanya mengalami satu episode keringat berlebih dalam 18 bulan terakhir," tandas dia. Jadi, jangan sepelekan kondisi keringat berlebih seperti ini, ya. Ternyata bisa diatasi, kok.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS