Penemuan Baru, Kalkulator yang Mampu Prediksi Risiko Kanker Payudara

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Rabu, 16 Januari 2019 | 12:03 WIB
Penemuan Baru, Kalkulator yang Mampu Prediksi Risiko Kanker Payudara
Ilustrasi kanker payudara. (Shutterstock)

Suara.com - Risiko seseorang untuk terkena kanker payudara bisa diprediksi dengan bantuan kalkulator kanker payudara yang baru saja diperkenalkan.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Cancer Research UK, metode ini dapat menilai risiko seseorang terkena kanker payudara berdasarkan riwayat genetik dan gaya hidup.

Dengan menggabungkan informasi tentang sejarah keluarga dan genetika, serta faktor-faktor lain seperti berat badan, usia menopause, konsumsi alkohol, dan penggunaan terapi sulih hormon, para ilmuwan berharap dapat menawarkan sesuatu untuk memprediksi risiko kanker payudara.

Kalkulator kanker payudara yang saat ini sedang diuji, juga memperhitungkan 300 indikator genetik berbeda untuk kanker payudara, termasuk BRCA1 dan BRCA2, yang memberi perempuan peluang 50 persen untuk mengembangkan penyakit ini.

"Ini adalah pertama kalinya kita menggabungkan begitu banyak elemen menjadi satu alat prediksi kanker payudara," kata Prof Antonis Antoniou, peneliti utama penelitian di University of Cambridge.

“Ini bisa menjadi sesuatu yang dapat diandalkan untuk kanker payudara, karena sekarang kita dapat mengidentifikasi sejumlah besar perempuan dengan berbagai tingkat risiko, bukan hanya perempuan yang berisiko tinggi," ungkapnya.

Diharapkan, dengan metode ini, para dokter juga dapat memberi rujukan pengobatan dan perawatan yang sesuai tergantung pada tingkat risiko kanker payudara.

"Sebagai contoh, beberapa perempuan mungkin memerlukan janji temu tambahan dengan dokter untuk mendiskusikan pilihan skrining atau pencegahan, sementara perempuan lain dan yang lainnya mungkin hanya perlu nasihat tentang gaya hidup dan diet mereka," tambah Antoniou.

"Kami berharap ini berarti lebih banyak orang dapat didiagnosis lebih awal dan selamat dari penyakit kanker payudara, meski sebenarnya perlu lebih banyak penelitian dan uji coba sebelum kita sepenuhnya memahami bagaimana kalkulator ini dapat digunakan," kata Antoniu seperti dilanisr dari The Independent.

Saat ini, sekitar 55.000 orang didiagnosis menderita kanker payudara setiap tahun, dan meski sebagian besar kasus ini terjadi pada perempuan, lelaki juga memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Karena alasan inilah, sangat penting bagi lelaki dan perempuan untuk memeriksakan diri secara teratur.

Perempuan disarankan untuk memeriksa payudara mereka setiap bulan untuk menemukan tanda-tanda kanker payudara yang dapat meliputi benjolan, perubahan ukuran atau bentuk payudara, ruam atau luka pada kulit, keluarnya cairan dari puting susu, lekukan kulit, rasa sakit yang konstan, atau perubahan pada tekstur kulit.

Jangan abaikan juga jika terjadi pembengkakan di sekitar ketiak atau tulang selangka, karena itu bisa menjadi indikator. Sedangkan tanda-tanda kanker payudara pada lelaki dapat berupa benjolan, puting masuk ke dalam, keputihan, luka atau ruam, kulit bengkak, dan benjolan kecil di ketiak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gejala Kanker Payudara Bukan Hanya Benjolan

Gejala Kanker Payudara Bukan Hanya Benjolan

Health | Rabu, 05 Desember 2018 | 18:49 WIB

Prevalensi Kanker Perempuan 27 Persen dari Total Kasus Kanker

Prevalensi Kanker Perempuan 27 Persen dari Total Kasus Kanker

Health | Kamis, 08 November 2018 | 17:31 WIB

Doyan Begadang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Doyan Begadang Tingkatkan Risiko Kanker Payudara?

Health | Rabu, 07 November 2018 | 19:15 WIB

Terkini

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB