Dimasukkan ke Inkubator Rakitan, Bayi Prematur Tewas Terbakar

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Jum'at, 25 Januari 2019 | 20:20 WIB
Dimasukkan ke Inkubator Rakitan, Bayi Prematur Tewas Terbakar
Bayi prematur tewas setelah dimasukkan ke dalam inkubator rakitan. (Shutterstock)

Suara.com - Dimasukkan ke Inkubator Rakitan, Bayi Prematur Tewas Terbakar

Bayi lahir prematur lazim ditempatkan di inkubator untuk mendapatkan penanganan medis. Namun seorang bayi prematur harus kehilangan nyawa karena ditempatkan di inkubator rakitan yang membuatnya mengalami luka bakar.

Seorang ibu berusia 15 tahun yang tak disebutkan namanya melahirkan bayinya di RS Nuestra Senora del Rosario di Warnes, Bolivia, dengan usia kehamilan 32 minggu. Sayangnya, tidak ada inkubator yang tersedia di rumah sakit karena penuh.

Scarlett Pasabare, saudari sang ibu, menyebut petugas RS berinisiatif membuat inkubator rakitan sendiri dengan menggunakan lampu yang sangat terang.

"Karena bayinya prematur, kita diberi tahu bahwa dia perlu dimasukkan inkubator, tetapi tidak ada yang tersedia. Di pusat medis lain juga tidak ada," ungkap sang ibu, dikutip dari Himedik.

Sesaat setelah bayi prematur tersebut dimasukkan ke dalam inkubator rakitan, sang ibu mengatakan sempat mendengar suara merintih. Tak lama kemudian dokter memberi tahu bahwa bayi malang mengalami luka bakar karena lampu yang terlalu panas.

"Saya lihat lengan kecilnya terbakar dan dia mengerang. Kita diberi tahu bahwa lampu telah membakarnya," ucap ibu muda itu.

Ketika dokter melihat luka-luka pada tubuh si bayi, pihak rumah sakit mencoba memindahkannya ke rumah sakit lain, tetapi penuh. Mereka pun mengirimnya ke pusat medis lain, tetapi bayi itu dilaporkan telah meninggal pada saat dokter menanganinya.

Para dokter di rumah sakit tempat korban dilahirkan kini tengah diselidiki atas kelalaiannya, sehingga menyebabkan bayi prematur yang baru lahir meninggal secara tragis -- terbakar di sebuah inkubator hasil improvisasi petugas.

Kasus ini mengejutkan masyarakat setempat. Buruknya pelayanan di banyak pusat kesehatan di Bolivia juga ikut menjadi pembahasan setelah Presiden Evo Morales memperkenalkan model baru perawatan kesehatan universal. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Ini Pentingnya ASI Bagi Bayi Prematur

Health | Senin, 03 Desember 2018 | 20:06 WIB

Keajaiban ASI Mampu Cukupi Nutrisi Bayi Prematur

Keajaiban ASI Mampu Cukupi Nutrisi Bayi Prematur

Health | Jum'at, 30 November 2018 | 16:34 WIB

Secangkir Kopi Bisa Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur

Secangkir Kopi Bisa Tingkatkan Risiko Bayi Lahir Prematur

Lifestyle | Sabtu, 24 November 2018 | 11:44 WIB

Metode Kanguru Bisa Jadi Inkubator Alami bagi Bayi Prematur

Metode Kanguru Bisa Jadi Inkubator Alami bagi Bayi Prematur

Health | Sabtu, 17 November 2018 | 18:47 WIB

Anak Pertama Lahir Prematur, Anak Selanjutnya Berisiko Sama?

Anak Pertama Lahir Prematur, Anak Selanjutnya Berisiko Sama?

Health | Sabtu, 17 November 2018 | 15:34 WIB

Terkini

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 13:24 WIB

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 11:17 WIB

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Hasil Investigasi KKI: 92% Konsumen Keluhkan Galon Tua, Ternyata Ini Dampak Buruknya bagi Tubuh

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 07:54 WIB