Stigma Soal Kejantanan Bikin Penyakit Kanker Pria Semakin Parah

M. Reza Sulaiman
Stigma Soal Kejantanan Bikin Penyakit Kanker Pria Semakin Parah
Kanker penis dan kanker prostat, dua kanker yang hanya menyerang pria. (Shutterstock)

Stigma soal kejantanan yang membuat pria malas berobat. Kok bisa?

Suara.com - Stigma Soal Kejantanan Bikin Penyakit Kanker Pria Semakin Parah

Penyakit kanker pria seperti kanker prostat, kanker penis, dan kanker testis, masih menjadi masalah. Dokter mengatakan hal ini terjadi akibat stigma soal kejantanan yang membuat pria malas berobat.

Pakar onkologi medis dari Parkway Cancer Center, Dr. Richard Quek, mengatakan bahwa kanker prostat merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang terjadi pada pria.

"Secara global prevalensi kasus kanker prostat 15 berbanding 100.000 penduduk. Namun penelitian menyebut, 1 dari 9 pria pasti akan mengalami kanker prostat dalam hidupnya," ujar Dr. Quek, dalam temu media di Sheraton Grand, Gandaria City, Jakarta Selatan.

Kanker prostat menurut Dr. Quek, rentan terjadi pada pria yang sudah berusia di atas 70 tahun. Namun faktor genetik dan keturunan serta gaya hidup tidak sehat bisa menyebabkan pria mengalami kanker prostat lebih awal.

Di sisi lain, kanker penis tergolong penyakit yang cukup lama. Namun pakar bedah urologi dari Parkway Cancer Center, Dr. Poh Beow Kiong, mengatakan bahwa stigma soal kejantanan membuat pasien kanker penis sering terlambat berobat.

"Masalah utama pada kanker penis bukan ganasnya penyakit, tapi kecepatan pasien berobat. Banyak pasien kanker penis datang ketika stadium sudah lanjut," paparnya.

Dr. Richard Quek dan Dr. Poh Beow Kiong, pakar kanker dari Parkway Cancer Center Singapore. (Dok. Maverick)
Dr. Richard Quek dan Dr. Poh Beow Kiong, pakar kanker dari Parkway Cancer Center Singapore. (Dok. Maverick)

Hal ini menurut Dr. Poh, berhubungan dengan risiko amputasi dan kematian. Jika sel kanker sudah menyebar ke seluruh bagian penis, bukan tak mungkin nantinya akan menyebar ke organ tubuh yang lain.

Ia pun mengharapkan adanya gerakan kesadaran kanker, seperti kanker payudara pada perempuan. Dengan adanya gerakan kesadaran kanker pria, maka angka kematian dan keparahan bisa ditekan, karena masyarakat lebih mau berobat sejak awal.

"Dengan adanya gerakan, jadi pembahasan soal kanker penis, kanker prostat, dan kanker testis tidak lagi jadi tabu, sehingga pengobatan lebih mudah dan pencegahan lebih maksimal," tuturnya.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS