Cegah Obesitas, Sekolah Ini Hukum Murid yang Menggemuk Usai Libur Imlek

M. Reza Sulaiman
Cegah Obesitas, Sekolah Ini Hukum Murid yang Menggemuk Usai Libur Imlek
Cegah obesitas anak, sekolah akan hukum murid yang menggemuk usai libur Imlek. (Shutterstock)

Demi cegah obesitas, sekolah ini akan hukum murid yang berat badannya naik usai libur Imlek.

Suara.com - Cegah Obesitas, Sekolah Ini Hukum Murid yang Menggemuk Usai Libur Imlek

Obesitas anak menjadi salah satu masalah kesehatan yang mengintai China. Dengan dalih mendisiplinkan anak, sebuah sekolah menyebut akan memberikan hukuman bagi murid yang menggemuk usai libur Imlek.

Selama libur tahun baru Imlek, para murid diimbau untuk menjaga pola makan agar berat badan tidak naik terlalu banyak. Dilansir Himedik dari South China Morning Post, para siswa berusia 13 dan 14 tahun di SMP Hangzhou No 3 di Zheijang telah menimbang berat badannya pada Senin sebelum liburan.

Jika berat badan mereka naik 2 kg, para murid akan dihukum dengan berlari setiap hari di semester berikutnya.

"Baru-baru ini ketika saya berjalan-jalan di sekitar pusat perbelanjaan dengan teman-teman, saya melihat timbangan dan tiba-tiba punya ide: Saya ingin para siswa menimbang diri mereka sendiri sebelum liburan dan memberi mereka kesadaran akan risiko menambah berat badan di kemudian hari," kata seorang guru bernama Chen Wei.

Program ini pun memancing beragam reaksi dari media sosial di China.

"Saya pikir itu hal yang bagus untuk membuat siswa sadar akan kesehatan fisik mereka," kata seorang warganet.

"Jika mereka siswa SMP, tubuh mereka tumbuh. Bukankah normal mengalami fluktuasi berat badan?" tulis komentar lainnya.

Ilustrasi balita obesitas. (Shutterstock)
Cegah obesitas, sekolah ini akan hukum murid yang menggemuk usai libur Imlek. (Shutterstock)

Diketahui, epidemi obesitas sekolah terjadi di China, dan negara ini sudah memiliki jumlah anak obesitas terbanyak di dunia. Sebuah penelitian pada 2017 telah memperingatkan bahwa jumlah anak yang mengalami obesitas bisa mencapai 50 juta orang pada 2030.

Para ahli mengaitkan hal ini dengan banyaknya makanan olahan yang biasa dikonsumsi anak muda, serta tingginya tekanan akademis yang membuat siswa kurang memiliki waktu untuk aktivitas fisik.

Meski begitu, sekolah-sekolah di China sebenarnya telah mewajibkan siswa untuk melakukan latihan kalistenik bersama yang dipimpin oleh seorang guru tiap pagi. Siswa SMA juga harus mengikuti satu atau dua minggu pelatihan militer pada tiap awal tahun ajaran. (Himedik/Eleonora Padmasta Ekaristi Wijana)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS