Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung

Vika Widiastuti
Tampak Mirip, Begini Cara Membedakan Serangan Panik dan Serangan Jantung
Ilustrasi penyakit jantung, serangan jantung. (Shutterstock)

Gejala serangan panik meliputi dada terasa sangat sakit, kesemutan di tangan, sesak napas, jantung berdebar kencang, berkeringat, dan gemetar.

Suara.com - Serangan panik dan serangan jantung sulit dibedakan sebab keduanya memiliki gejalanya yang sangat mirip. Apalagi, serangan jantung juga dapat menyebabkan seseorang panik. 

Melansir HiMedik dari Medical News Today, gejala serangan panik di antaranya adalah dada terasa sangat sakit, kesemutan di tangan, sesak napas, jantung berdebar kencang, berkeringat, dan gemetar. Sedangkan gejala serangan jantung , seperti sakit dada, sesak napas, mual, muntah, dan berkeringat.

Lalu bagaimana cara membedakannya?

Sulit untuk mengetahui perbedaan antara serangan panik dan serangan jantung terutama jika seseorang belum pernah mengalami gejala sebelumnya. Namun, kamu bisa menganalisisnya dengan memperhatikan hal-hal berikut.

Karakteristik rasa sakit

Meskipun kedua kondisi ditandai dengan nyeri dada, karakteristik nyeri seringkali berbeda. Selama serangan panik, nyeri dada biasanya tajam atau menusuk dan terasa di bagian tengah dada.

Sedangkan nyeri dada akibat serangan jantung mungkin menyerupai tekanan atau sensasi meremas. Lokasi sakitnya mulai dari tengah dada, tetapi kemudian dapat menyebar ke lengan, rahang, atau tulang belikat.

Ilustrasi dada nyeri. (pixabay)
Ilustrasi dada nyeri. (pixabay)

Serangan

Timbulnya gejala dapat membantu seseorang mengetahui apakah mereka mengalami serangan panik atau serangan jantung.

Sayangnya kedua kondisi dapat terjadi secara tiba-tiba dan tanpa gejala. Namun, tetap ada perbedaan, seperti halnya serangan jantung yang terkadang datang karena aktivitas fisik, seperti menaiki tangga.

Sebaliknya, serangan panik dapat terjadi sebagai peristiwa yang terisolasi atau sebagai bagian dari gangguan kecemasan.

Durasi

Lama gejala yang muncul memang bervariasi, tetapi kebanyakan serangan panik berakhir dalam 20 hingga 30 menit. Sedangkan serangan jantung, gejalanya cenderung lebih lama dan semakin buruk seiring waktu.

Misalnya, nyeri dada mungkin ringan pada awal serangan jantung, tetapi menjadi parah setelah beberapa menit.

Dikarenakan gejala serangan panik dan serangan jantung serupa, sebaiknya segera pergi ke dokter untuk mendapat perawatan. Terutama jika gejalanya seperti nyeri dada berlangsung lebih dari 2 atau 3 menit.

(HiMedik.com/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS