Rumah Berantakan Ternyata Berefek Buruk Pada Kesehatan

Vania Rossa | Dinda Rachmawati | Suara.com

Selasa, 05 Februari 2019 | 12:00 WIB
Rumah Berantakan Ternyata Berefek Buruk Pada Kesehatan
Ilustrasi kondisi kamar yang berantakan. (Shutterstock)

Suara.com - Rumah, kamar tidur, atau meja kerja yang berantakan memang tidak enak dilihat. Namun, tahukah Anda, selain masalah kenyamanan mata, ternyata lingkungan sekitar yang berantakan juga bisa memengaruhi tingkat kecemasan, tidur, dan kemampuan kita untuk fokus. Intinya, rumah berantakan berefek buruk untuk kesehatan.

Hal inilah yang diungkap oleh para peneliti neuroscience yang melakukan studinya menggunakan fMRI (fungsional magnetic resonance imaging) di 2011 silam.

Menurut mereka, setelah melakukan pengukuran fisiologis, terdapat hubungan antara ruangan yang berantakan dengan kurangnya kemampuan seseorang untuk fokus dan memproses informasi, serta penurunan produktivitas. Kekacauan bisa membuat kita merasa stres, cemas, dan tertekan.

Dilansir dari Men's Health, meski penuhnya lemari atau tumpukan kertas di sekitar rumah mungkin tampak tidak berbahaya, tetapi penelitian ini menunjukkan disorganisasi dan kekacauan memiliki efek kumulatif pada otak kita.

Otak kita menyukai keteraturan, dan otak akan terus mengingat tentang ketidakteraturan yang pada akhirnya menguras sumber daya kognitif, mengurangi kemampuan kita untuk fokus. Gangguan visual tentang lingkungan yang berantakan ini pada akhirnya dapat mengurangi memori kerja kita.

Selain itu, penelitian dari Amerika Serikat (AS) pada 2009 juga menemukan bahwa kadar hormon stres kortisol lebih tinggi pada ibu yang rumahnya berantakan.

Ruangan yang berantakan secara kronis dapat membebani seseorang untuk bertahan hidup. Respons ini dapat memicu perubahan fisik dan psikologis yang memengaruhi cara kita memerangi serangga dan mencerna makanan, serta membuat kita berisiko lebih besar terkena diabetes tipe 2 dan penyakit jantung. Ruangan yang berantakan mungkin juga memiliki implikasi pada hubungan kita dengan orang-orang di sekitar kita.

Bahkan, sebuah studi di AS pada 2016, juga menemukan ruangan yang berantakan mengakibatkan partisipan kurang mampu menafsirkan dengan benar ekspresi emosi pada wajah karakter dalam sebuah film.

Dan yang mengejutkan, efek tersebut tidak hilang ketika kita akhirnya tidur. Orang-orang yang tidur di kamar yang berantakan lebih cenderung memiliki masalah tidur, termasuk kesulitan tidur dan terganggu pada malam hari.

Berbagai penelitian juga menemukan hubungan antara ruangan yang berantakan dengan pilihan makanan yang buruk. Ruangan yang berantakan dan kacau membuat peserta dalam satu penelitian makan lebih banyak makanan ringan, makan dua kali lebih banyak kue daripada peserta yang memiliki dapur yang rapi.

Penelitian lain menunjukkan bahwa berada di ruangan yang berantakan akan membuat Anda dua kali lebih mungkin makan cokelat daripada apel. Akhirnya, orang-orang dengan rumah yang berantakan 77 persen lebih cenderung mengalami kelebihan berat badan.

Rumah rapi telah diketahui sebagai prediktor kesehatan fisik. Peserta yang rumahnya lebih rapi dan bersih, menurut penelitian lain, memiliki kesehatan fisik yang lebih baik.

Tapi sepertinya berantakan tidak selalu buruk. Satu penelitian menunjukkan meja yang berantakan bisa membuat kita lebih kreatif. Temuan ini juga mengatakan lingkungan yang rapi dan tertata membuat kita lebih mungkin untuk menyesuaikan diri dengan harapan dan bermain aman, sementara lingkungan yang berantakan menggerakkan kita untuk melepaskan diri dari norma dan melihat berbagai hal dengan cara yang baru. Jadi, Anda pilih rumah yang rapi atau berantakan?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Promosikan Produk Kesehatan, Selebriti Ini Dianggap Ganggu Kesehatan Remaja

Promosikan Produk Kesehatan, Selebriti Ini Dianggap Ganggu Kesehatan Remaja

Health | Senin, 04 Februari 2019 | 08:13 WIB

Hindari Konsumsi Buah Ini bagi Penderita Maag, Kalau Tak Mau Kambuh

Hindari Konsumsi Buah Ini bagi Penderita Maag, Kalau Tak Mau Kambuh

Health | Jum'at, 01 Februari 2019 | 10:30 WIB

Suka Bersihin Rumah? Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Suka Bersihin Rumah? Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Lifestyle | Kamis, 31 Januari 2019 | 14:00 WIB

Terkini

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Berat Badan Tak Kunjung Naik? Susu Flyon Jadi Salah Satu Solusi yang Dilirik

Health | Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:00 WIB

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Lebih Banyak Belum Tentu Lebih Baik: Fakta Mengejutkan di Balik Kebiasaan Konsumsi Suplemen Anda

Health | Kamis, 30 April 2026 | 18:40 WIB

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Nyeri Lutut pada Perempuan Tak Boleh Dianggap Sepele, Mesti Waspada Hal Ini

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:49 WIB

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Olahraga Bukan Hanya Soal Kompetisi bagi Anak: Bisa Jadi Cara Seru Membangun Gaya Hidup Aktif

Health | Kamis, 30 April 2026 | 11:38 WIB

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Studi Ungkap Mikroplastik Ditemukan di Dalam Tubuh Manusia, Bisa Picu Gangguan Pencernaan

Health | Kamis, 30 April 2026 | 10:50 WIB

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Kebutuhannya Berbeda dengan Dewasa, Ini 5 Alasan Si Kecil Perlu ke Dokter Gigi Anak

Health | Kamis, 30 April 2026 | 06:08 WIB

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Cuma 30 Menit, Ini Rahasia Bonding Berkualitas di Tengah Kesibukan Orang Tua

Health | Rabu, 29 April 2026 | 23:16 WIB

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Cacar Api Mengintai Diam-Diam: Kelompok Rentan Bisa Alami Komplikasi Lebih Berat

Health | Rabu, 29 April 2026 | 19:41 WIB

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Kata 'Capek' Sering Dianggap Sepele Mahasiswa, Padahal Sinyal Distress Mental?

Health | Rabu, 29 April 2026 | 16:41 WIB

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Cara Ibu Modern Menghadirkan Kenyamanan di Rumah: Perhatian Tulus hingga Kelembutan Plenty

Health | Rabu, 29 April 2026 | 09:45 WIB