Mulanya Hanya Luka Kecil di Tangan, Pria Ini Ternyata Alami Sepsis

Vika Widiastuti
Mulanya Hanya Luka Kecil di Tangan, Pria Ini Ternyata Alami Sepsis
Ilustrasi luka. (Shutterstock)

Beberapa hari berikutnya, ia mengalami rasa sakit itu menjadi luar biasa.

Suara.com - Luka kecil bisa saja menjadi berbahaya saat disepelekan. Seperti yang dialami oleh seorang pria bernama Chris Aldred.

Aldred (45) seorang IT dari Bolton, Lancashire, Inggris mengalami luka di tangannya saat memindahkan komputer. Ia lantas hanya menggunakan plester luka, seperti dikutip dari dailymail.

Luka yang tampaknya tidak berbahaya ini menyebabkan abses pada tulang belakangnya yang kemudian menjadi sepsis atau peradangan di seluruh tubuh. Karena kondisi ini, berat badannya turun dan tidak bekerja selama 18 bulan.

Dua minggu setelah itu, ia merasakan nyeri di punggung bawah ke arah tulang belakang bagian kanan.

Ia hanya berpikir bahwa dirinya mengalami kejang otot. Namun, beberapa hari berikutnya rasa sakit itu menjadi luar biasa.

Suhu tubuhnya tinggi serta badannya gemetar. Tiga hari kemudian, saat ia pergi ke kamar mandi, ia tak bisa menggerakan kakinya.

Ilustrasi pria lumpuh. (pixabay/stevepb)
Ilustrasi pria lumpuh. (pixabay/stevepb)

"Aku takut dan kemudian membangunkan istriku untuk segera memanggil ambulans," katanya.

Setelah mendapat diagnosis dokter, diketahui bakteri Staphylococcus aureus telah memasuki tubuhnya melalui luka baru-baru ini.

Profesor Anthony Hilton, ahli mikrobiologi di Aston University, Birmingham, menjelaskan, "Mikroorganisme seperti Staphylococcus aureus ada di lingkungan dan di kulit kita, 40 persen orang memilikinya dan biasanya ada di daerah yang lembap seperti hidung atau ketiak."

Dokter menambahkan jika kekebalan tubuh seseorang baik, maka bakteri dapat dihancurkan. Sayang, kekebalan tubuh Christ melemah akibat kurang tidur.

Risikonya, mikroorganisme masuk ke aliran darah dan menyebar yang bisa membentuk abses.

"Abses bisa terjadi di mana saja di tubuh, tetapi dalam kasus Chris, itu terjadi di dekat tulang belakang."

Tiga hari kemudian, kondisinya memburuk. Chris mengalami sepsis yang disebabkan ketika tubuh bereaksi berlebihan terhadap infeksi. Ini memicu penurunan tekanan darah dan kegagalan organ.

Setelah lima hari pemberian antibiotik intravena, Chris mulai pulih. Ia pun mulai bisa berdiri, bahkan ia telah mengikuti serangkaian cabang olahraga seperti renang, balap sepeda, dan lari. (HiMedik.com/Yuliana Sere)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS