Seram, Kornea Mata Berlubang Gara-Gara Layar Smartphone Terlalu Terang

M. Reza Sulaiman
Seram, Kornea Mata Berlubang Gara-Gara Layar Smartphone Terlalu Terang
Kornea mata berlubang gara-gara layar smartphone terlalu terang. (ilustrasi/shutterstock)

Dokter menyebut ada sekitar 500 lubang di kornea matanya akibat layar smartphone yang terlalu terang.

Suara.com - Seram, Kornea Mata Berlubang Gara-Gara Layar Smartphone Terlalu Terang

Penggunaan smartphone secara berlebihan, termasuk pengaturan cahaya layar yang terlalu terang, bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata.

Seorang perempuan bernama Chen asal Taiwan diketahui menjadi korban, setelah pemeriksaan menyebut ada sekitar 500 lubang di kornea matanya akibat layar smartphone yang terlalu terang.

Dilansir HiMedik dari World of Buzz, perempuan 25 tahun itu mengatur tingkat kecerahan layar ponselnya secara maksimal selama dua tahun hingga akhirnya dia menyadari ada yang salah.

Dilaporkan Apple Daily, Chen bekerja sebagai sekretaris yang membuatnya harus siaga dan selalu membawa ponselnya kemana pun ia pergi. Hal tersebut agar ia bisa membalas pesan dari bosnya secepat mungkin.

Selain itu, ia juga dituntut bergerak aktif di luar ruangan, yang membuatnya sering melihat layar ponsel di bawah paparan sinar matahari.

Karena itulah ia mengatur kecerahan layar di level tertinggi dan lupa untuk mengaturnya ulang setelah jam kerja.

Di malam harinya, Chen akan menikmati beberapa seri drama melalui ponselnya yang masih diatur dengan kecerahan maksimal.

Akibatnya, Chen pun terbiasa dan tidak terlalu memperhatikan jika layar ponselnya terlalu terang. Hingga kemudian ia merasa ada yang tidak nyaman di bagian matanya.

Chen sudah mecoba menggunakan obat tetes mata, tetapi tak berhasil. Kondisinya menjadi lebih parah 4 bulan kemudian.

Mata lelah karena penggunaan smartphone. (shutterstock)
Kornea mata berlubang gara-gara layar smartphone terlalu terang. (shutterstock)

Oleh dokter yang memeriksanya, Chen diberitahu bahwa pembuluh darah di kornea kiri matanya penuh dengan darah dan penglihatannya hanya tersisa 0,6 persen. Sementara penglihatan mata kanannya hanya tersisa 0,3 persen dengan lebih dari 500 'lubang' pada kornea matanya.

Chen pun ditangani dan telah menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah 3 hari.

Menurut dokter yang merawatnya, layar ponsel Chen terus memancarkan cahaya 625 lumens, yang 300 lumens lebih dari tingkat yang disarankan.

"Menggunakan ponsel dengan kecerahan seperti itu selama lebih dari dua jam berarti mata akan memiliki efek yang sama seperti dipanggang dalam microwave," kata dokter. (Himedik/Vika Widiastuti)

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS