Perjuangan Kim, Ibu Rumah Tangga yang Ingin Sembuh dari Gangguan Kecemasan

M. Reza Sulaiman

Kamis, 21 Februari 2019 | 17:11 WIB
Perjuangan Kim, Ibu Rumah Tangga yang Ingin Sembuh dari Gangguan Kecemasan
Gangguan kecemasan dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. (Shutterstock)

Suara.com - Perjuangan Kim, Ibu Rumah Tangga yang Ingin Sembuh dari Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan merupakan masalah kesehatan jiwa yang bisa menyerang siapa saja, tak terkecuali ibu rumah tangga. Kim Walters merasakan sendiri bagaimana rasanya berjuang untuk sembuh dari gangguan kecemasan.

Kim mengalami serangan panik pertama kali di sebuah kantor pada Oktober 2011. Saat itu, ia mengaku tidak bisa melihat, harus berjalan perlahan, dan tekanan darahnya melonjak tinggi.

"Jantungku berdebar kencang, aku merasa sesak napas, dan mulutku seperti kapas. Aku tahu ini gejala kecemasan yang telah aku coba lawan dan sembunyikan," ungkap Kim menceritakan serangan panik pertamanya, dikutip Himedik dari laman Healthline.

Kecemasannya semakin bertambah saat dirinya menyadari bahwa keesokan harinya dia dan suaminya akan melakukan perjalanan bebas anak dari Chicago ke California.

Bahkan gangguan kecemasannya semakin memburuk saat dirinya pulang dari perjalanan ke Lembah Napa bersama suaminya.

Kim bahkan tidak bisa membacakan cerita ke anak-anaknya sebelum tidur. Padahal membacakan cerita sebelum tidur merupakan kegiatan favorit keluarga.

"Ketika kembali ke rumah, aku tahu bahwa kecemasan ini telah mencapai puncaknya dan tidak berkurang. Aku tidak nafsu makan dan tidak bisa tidur di malam hari, bahkan terkadang bangun dalam keadaan panik," tuturnya lagi.

Akhirnya Kim memutuskan untuk pergi ke dokter guna mengetahui apakah kecemasannya diperparah oleh alasan fisiologis dan psikologis. Hasil pemerikasaan menunjukkan bahwa tiroidnya tidak berfungsi dengan baik dan dokter meresepkannya obat.

baca juga
Ilustrasi perempuan merasa stres dan depresi (Shutterstock)
Gangguan kecemasan dapat menyerang siapa saja, termasuk ibu rumah tangga. (Shutterstock)

Seolah tak puas, Kim juga mengunjungi naturopath dan ahli gizi, yang berusaha mengevaluasi apakah makanan tertentu memicu kecemasannya.

Setelah bertahun-tahun berjuang akhirnya Kim menemukan terapis yang tepat dan terbukti dapat membantu mengatasi kecemasannya.

Kim didiagnosa dengan kecemasan umum dan terapisnya menggunakan terapi perilaku kognitif (CBT), yang mengajarkan pasien untuk membingkai ulang pikiran yang tidak membantu.

Kim mengunjungi terapisnya beberapa kali sebulan selama tiga tahun setelah serangan panik pertamanya. Dengan semua kemajuan yang dia buat, dia merasakan dorongan untuk membantu orang lain yang mengalami kecemasan.

Sekarang Kim bekerja sebagai terapis dalam program rawat jalan di rumah sakit kesehatan perilaku di Illinois, di mana ia menggunakan terapi paparan untuk membantu pasien dengan gangguan kepribadian obsesif-kompulsif (OCPD), gangguan stres pasca-trauma (PTSD), dan kecemasan. (Himedik/Dwi Citra Permatasari Sunoto)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jika Cemas, Lelaki di Korea Ini Telan Batu Kerikil Sampai Koin

Jika Cemas, Lelaki di Korea Ini Telan Batu Kerikil Sampai Koin

Health | Kamis, 21 Februari 2019 | 14:39 WIB

ListriQu, Solusi Gangguan Listrik bagi Ibu Rumah Tangga

ListriQu, Solusi Gangguan Listrik bagi Ibu Rumah Tangga

Press Release | Senin, 18 Februari 2019 | 12:28 WIB

Sepupu Jadi Makelar, Tiga Emak-emak Nyambi Jadi PSK di Warung

Sepupu Jadi Makelar, Tiga Emak-emak Nyambi Jadi PSK di Warung

News | Jum'at, 15 Februari 2019 | 10:08 WIB

Akibat Suami Doyan Ngutang, Ismiati Bunuh Diri Pakai Mesin Pemotong Kayu

Akibat Suami Doyan Ngutang, Ismiati Bunuh Diri Pakai Mesin Pemotong Kayu

News | Kamis, 14 Februari 2019 | 14:25 WIB

Modus Diantar Pulang, Janda Muda Malah Digilir 8 Pemuda di Rumah Kosong

Modus Diantar Pulang, Janda Muda Malah Digilir 8 Pemuda di Rumah Kosong

News | Selasa, 05 Februari 2019 | 19:34 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB