Curhatan Para Orangtua Pasien di Hari Penyakit Langka Sedunia

Silfa Humairah Utami, Risna Halidi

Rabu, 27 Februari 2019 | 17:20 WIB
Curhatan Para Orangtua Pasien di Hari Penyakit Langka Sedunia
Sanofi Indonesia bersama Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia mengadakan acara temu bicara bertajuk #LiveWithRare memperingati Hari Penyakit Langka Sedunia di Graha Dirgantara, Jakarta Timur, Rabu, (27/2/2019).

Suara.com - Curhatan Para Orangtua Pasien di Hari Penyakit Langka Sedunia

Berdasarkan data dari State of Rare Disease Management in Southeast Asia, ada sekitar 45 juta orang atau sekitar 9 persen penduduk Asia Tenggara yang menderita penyakit langka.

Sebuah penyakit masuk kategori langka jika penyakit tersebut dialami kurang dari 2.000 orang dalam satu negara.

Penyakit langka biasanya bersifat kronis, progresif, dan mengancam kehidupan penderita, dan hingga saat ini, secara umum ada 7.000 jenis penyakit yang masuk dalam kategori penyakit langka.

Untuk meningkatkan kepedulian terhadap masalah penyakit langka, maka setiap 28 Februari diperingati sebagai Hari Penyakit Langka Sedunia.

Tahun ini, Sanofi Indonesia bersama Yayasan MPS  dan Penyakit Langka Indonesia mengadakan acara temu bicara bertajuk #LiveWithRare di Graha Dirgantara, Jakarta Timur, Rabu, (27/2/2019).

Pada acara tersebut, beberapa orangtua menyampaikan pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi kala menjalani perawatan yang dibutuhkan masing-masing buah hatinya. Misalnya, cerita datang dari Agus Sulistiyono, ayah dari Pinandito Abid Rospati yang masih berusia 3 tahun. Pinandito atau Dito baru saja didiagnosis dengan kondisi penyakit langka yang disebut dengan Pompe Disease.

"Dito pertama kali didiagnosis usia tiga tahun, sekitar tiga bulan lalu. awalnya Dito kelihatan sakit berat pada Desember 2017, dia sesak napas dan masuk IGD di salah satu rumah sakit di Serpong," kata Agus. Setelah berkali-kali pindah rumah sakit dan salah diagnosis, akhirnya dokter pada satu kesimpulan Dito mengalami penyakit langka yang disebut  Pompe.

Kini Dito bergantung pada alat bantu pernapasan, ventilator. "Kalau disuruh memilih, tidak ada orangtua yang mau anaknya sakit, tapi kami dipilih Tuhan, Tuhan maha baik. Dito sakit harus menggunakan ventilator, tapi tidak mungkin di rumah sakit setiap hari maka di rumah kami harus punya ventilator, makanya kami harus belajar lagi, ada pengetahuan khusus. Perawatan Dito juga harus ekstra steril," beber Agus panjang lebar tentang penyakit langka yang diderita anaknya itu.

baca juga

Lain Agus, lain pula cerita Amin, seorang ibu yang memiliki anak bernama Athiyatul Maula yang menderita penyakit langka yang disebut Gaucher Disease.

Tak hanya Athiya, ternyata kakaknya yang bernama Sukron juga meninggal dunia, karena penyakit langka yang sama saat menginjak usia 2 tahun 5 bulan.

"Saat itu kami terlambat mendapati diagnosis penyakit langka ini, karena adanya keterbatasan akses tenaga kesehatan untuk bisa mendiagnosis dengan tepat," kata ibu yang dua  anaknya menderita penyakit langka tersebut.

Penyakit langka tersebut dapat menyerang laki-laki atau perempuan yang kekurangan enzim acid-b glucoside pada tubuh yang berfungsi memecah substansi pada lemak tubuh yang dikenal dengan GL-1.

Ketika tubuh tidak menghasilkan jumlah enzim yang cukup, maka GL-1 akan menumpuk pada sel lysosomes. Proses inilah yang membuat sel semakin besar. Beberapa gejala penyakit langka ini adalah rasa nyeri pada tulang dan sendi, cepat merasa letih, pendarahan ataupun mudah memar dan dapat mempengaruhi kerja hati, paru dan otak.

Tidak hanya perjalanan panjang untuk mendapatkan diagnosis tepat dari dokter ahli, serta biaya pengobatan yang mahal, pasien penyakit langka juga memerlukan terapi dan perawatan intensif berkelanjutan agar progress kesembuhannya tidak terancam.

"Setiap anak adalah generasi pemimpin masa depan dan harapan bangsa. Oleh karena itu diharapkan pemerintah dapat mendukung anak-anak dengan penyakit langka dalam menghadapi tantangan untuk memastikan akses yang sama ke layanan kesehatan dan kehidupan berkualitas," tutup Ketua Yayasan MPS dan Penyakit Langka Indonesia, Peni Utami.

Jadi, penting bertukar pengalaman dan sharing soal kehidupan dan masalah penyakit langka untuk saling mendukung di hari Penyakit Langka Sedunia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka

Sembelit 3 Bulan, Ternyata Usus Kena Penyakit Langka

Health | Senin, 21 Januari 2019 | 08:55 WIB

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Penyakit Langka, Otot Model Ini Mengeras dan Berubah Jadi Tulang

Health | Kamis, 17 Januari 2019 | 21:00 WIB

Dikira Kesurupan, Wanita Ini Ternyata Idap Penyakit Langka

Dikira Kesurupan, Wanita Ini Ternyata Idap Penyakit Langka

Health | Rabu, 16 Januari 2019 | 07:55 WIB

Penyakit Langka, Lidah Perempuan Ini Jadi Hitam dan Berbulu

Penyakit Langka, Lidah Perempuan Ini Jadi Hitam dan Berbulu

Health | Minggu, 09 September 2018 | 18:38 WIB

Lumpuh Usai Liburan di Bali, Pria Ini Kena Penyakit Langka

Lumpuh Usai Liburan di Bali, Pria Ini Kena Penyakit Langka

Health | Rabu, 05 September 2018 | 14:00 WIB

5 Penyakit Langka yang Mengerikan, Nomor 1 Mirip Manusia Serigala

5 Penyakit Langka yang Mengerikan, Nomor 1 Mirip Manusia Serigala

Health | Rabu, 08 Agustus 2018 | 15:45 WIB

Terkini

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

Singapura Ancam Perusahaan Penyebab Kabut Asap dengan Denda Rp250 Miliar

News | Jum'at, 06 November 2026 | 22:00 WIB

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

Bukan Pegasus, Mengenal LIMS: Teknologi Penegak Hukum yang Dipakai Menyadap Prabowo

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:35 WIB

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Hindia Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Musisi Lain Ikut Bersolidaritas!

Video | Jum'at, 06 November 2026 | 21:30 WIB

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

Bakal Jadi Kado 5 Abad, Jakarta Ajukan Kebun Raya Mangrove Pertama di Kamal Muara

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:27 WIB

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

Panglima TNI Angkat Bicara Soal Dugaan Seskab Teddy Diperiksa POM TNI

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:24 WIB

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

Soleman Ponto Sebut Tim Khusus Polri Belum Memadai, Desak BAIS dan BIN Usut Penyadapan Presiden

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:14 WIB

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

Jenazah Prajurit Korban Helikopter Mi-17 Berhasil Dievakuasi, Dimakamkan di Trenggalek

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:11 WIB

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Tumbuh 19,6 Persen, Laba Bank Mandiri Tembus Rp46,5 Triliun per Oktober 2026

Jakarta | Jum'at, 06 November 2026 | 21:10 WIB

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Miskonsepsi Frugal Living: Romantisasi Kemiskinan di Balik Nasihat Hemat

Your Say | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

Demokrat Cetak Kemenangan Terbesar di Pemilu Sela AS, Donald Trump Tantrum

News | Jum'at, 06 November 2026 | 21:00 WIB

×