Tak Percaya Vaksin, Dokter Ini Mengaku Bisa Palsukan Dokumen Vaksinasi

M. Reza Sulaiman

Selasa, 05 Maret 2019 | 07:20 WIB
Tak Percaya Vaksin, Dokter Ini Mengaku Bisa Palsukan Dokumen Vaksinasi
Dokter mengaku bisa palsukan dokumen vaksinasi. [Shutterstock]

Suara.com - Tak Percaya Vaksin, Dokter Ini Mengaku Bisa Palsukan Dokumen Vaksinasi

Sejumlah negara memiliki peraturan ketat soal vaksinasi agar bisa masuk ke negara tersebut. Arab Saudi, tempat melaksanakan ibadah haji umat Islam, merupakan salah satu negara yang memiliki peraturan terketat soal vaksinasi.

Untuk bisa masuk ke Arab Saudi dan naik haji, setiap orang wajib melampirkan dokumen vaksinasi. Namun seorang dokter mengaku bisa memalsukan dokumen tersebut bagi orang yang tidak percaya vaksin.

Untuk memalsukan ini, mereka harus membayar sekitar Rp 1,8 juta. Tentu denda ini sangat rendah jika dibandingkan dengan ancaman penyakit yang bisa diberikan kepada orang lain.

"Saya dan keluarga saya melakukan umrah dua tahun lalu tanpa mendapatkan vaksin meningokokus," ujar Muhammad Quddus, salah seorang peserta haji dari Malaysia, dikutip Himedik dari World of Buzz.

Dokter tersebut menjelaskan agen perjalanannya akan melayani mereka yang menolak untuk mendapat suntikan imunisasi sebelum pergi ke kota-kota suci.

Warga Malaysia lain, Maimunah Ishak (45) mengungkapkan dia menggunakan perantara untuk memalsukan surat kesehatannya.

Dia mengatakan, "Masalahnya adalah membuat seseorang menandatangani buklet vaksinasi kami. 'Setelah berbulan-bulan mencari, kami akhirnya menemukan ustaz yang mengelola agen perjalanan.

Ia bersedia melakukannya untuk kami, tetapi kami harus membayar masing-masing Rp 1,8 juta, " tuturnya.

baca juga

Ini bisa berarti bahwa orang-orang Malaysia akan berpotensi besar terpapar pada banyak penyakit menular saat pergi ke daerah yang padat penduduk selama ziarah.

Mereka kemudian akan membawa penyakit ini ke rumah dan menginfeksi orang-orang di sekitar mereka.

Seorang pejabat senior yang tidak disebutkan namanya juga menjelaskan bahwa pihak berwenang sebenarnya menyadari tindakan keji tersebut.

Dia berkata, "Kami menyadari bahwa pengaturan seperti itu melibatkan praktisi medis, tetapi bagaimana hal itu benar-benar dilakukan, kami tidak tahu."

Suka atau tidak suka, gerakan anti-vaksinasi telah menyebar dengan cepat baru-baru ini. Gerakan tak berdasar ini akan menempatkan kita dalam risiko tertular penyakit berbahaya.

Padahal vaksin jusru bisa menyelamatkan kita dari paparan infeksi dan penyakit berbahaya. (Himedik/Yuliana Sere)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pekerjaan TNI Hilangkan Nyawa, Prabowo: Profesi di Kesehatan Lebih Mulia

Pekerjaan TNI Hilangkan Nyawa, Prabowo: Profesi di Kesehatan Lebih Mulia

News | Kamis, 28 Februari 2019 | 21:25 WIB

Ternyata Ini Alasan Dokter Mengenakan Baju Biru atau Hijau Saat Operasi

Ternyata Ini Alasan Dokter Mengenakan Baju Biru atau Hijau Saat Operasi

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 16:25 WIB

Berkat Naluri Ibu, Gadis 8 Tahun Ini Ketahuan Sakit Kanker Darah

Berkat Naluri Ibu, Gadis 8 Tahun Ini Ketahuan Sakit Kanker Darah

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 15:31 WIB

Naik Pesawat Bikin Telinga Tuli Sementara, Ini Kata Dokter

Naik Pesawat Bikin Telinga Tuli Sementara, Ini Kata Dokter

Health | Kamis, 28 Februari 2019 | 10:38 WIB

Sosialisasi Pelayanan Rujukan BPJS, RS Siloam Diskusi Bareng Dokter FKTP

Sosialisasi Pelayanan Rujukan BPJS, RS Siloam Diskusi Bareng Dokter FKTP

Press Release | Selasa, 26 Februari 2019 | 15:46 WIB

Terkini

3 Sepatu Lari Lokal Plat Karbon untuk Menunjang Performa, Cek Harganya

3 Sepatu Lari Lokal Plat Karbon untuk Menunjang Performa, Cek Harganya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

BRI Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Promo Istimewa di Merchant Pilihan

BRI Meriahkan Sumpah Pemuda dengan Promo Istimewa di Merchant Pilihan

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Studi: Krisis Air di Nusa Tenggara Barat Bebani Anak Perempuan

Studi: Krisis Air di Nusa Tenggara Barat Bebani Anak Perempuan

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:02 WIB

Ingin Awet Muda? Ini 5 Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi

Ingin Awet Muda? Ini 5 Makanan yang Baik untuk Dikonsumsi

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:00 WIB

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Review In My Prime: Kisah Bayi Tertukar yang Mengubah Nasib Dua Keluarga

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 13:00 WIB

4 Chemical Sunscreen Non Comedogenic, Andalan Kulit Berminyak Bebas Jerawat

4 Chemical Sunscreen Non Comedogenic, Andalan Kulit Berminyak Bebas Jerawat

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kevin Diks Hilang dari Skuad Gladbach Meski Sempat Jadi Kapten

Kevin Diks Hilang dari Skuad Gladbach Meski Sempat Jadi Kapten

Bola | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Darmawangsyah Muin Dilantik Jadi Bupati Gowa Sore Ini

Sulsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:54 WIB

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

Penguatan Alutsista TNI Jadi Bukti Dua Tahun Gerak Nyata, Tingkatkan Pertahanan Seluruh Indonesia

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:53 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

RUU Perampasan Aset Didesak Atur Penyitaan Berbasis Nilai Demi Kejar Sisa Kerugian Negara

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 12:52 WIB

×