Array

Unik! Demi Keturunan, Orang Tua Ini Ambil Sperma Anaknya yang Meninggal

Dythia Novianty Suara.Com
Rabu, 06 Maret 2019 | 05:32 WIB
Unik! Demi Keturunan, Orang Tua Ini Ambil Sperma Anaknya yang Meninggal
Ilustrasi sperma. [Pixabay]

Suara.com - Orang tua dari seorang lelaki yang meninggal akibat kecelakaan saat bermain ski, diberi izin hakim untuk mengambil sperma putra mereka untuk melanjutkan garis keturunan keluarga mereka.

Kadet Akademi Militer AS Peter Zhu (21) dinyatakan meninggal pada hari Rabu, empat hari setelah warga California itu terlibat dalam kecelakaan saat bermain ski di West Point yang mematahkan tulang punggungnya dan memotong oksigen ke otaknya. Pada hari Jumat lalu, Monica dan Yongmin Zhu mengajukan petisi ke pengadilan mengambil sperma putra mereka sebelum organ-organnya diambil untuk sumbangan.

"Kemungkinan mempertahankan sebagian dari anak kami yang mungkin hidup. Sore itu, seluruh dunia kita runtuh di sekitar kita," tulis Zhus dalam petisi di Westchester County, yang mengutip keinginan Peter untuk membesarkan lima anak pada suatu hari.

"Kami putus asa untuk memiliki sebagian kecil dari Peter yang mungkin hidup terus dan terus menyebarkan sukacita dan kebahagiaan yang Peter beli untuk seluruh hidup kita," petisi melanjutkan.

Zhus mengatakan, kepada pengadilan bahwa Peter adalah satu-satunya anak lelaki dalam keluarga mereka. Jika mereka tidak dapat memperoleh sperma, tidak mungkin untuk melanjutkan garis keturunan keluarga dan nama keluarganya akan mati.

Akhirnya, seorang hakim menerima permintaan dan mengarahkan Pusat Medis Westchester untuk mengambil sperma dan menahannya hingga sidang pengadilan pada 21 Maret mendatang.

"Seperti yang Anda harapkan, itu adalah hasil yang sangat pahit bagi keluarga dan karena menghormati privasi mereka, kami tidak dapat mendiskusikan lebih jauh saat ini," kata pengacara keluarga, Joe Williams.

Westchester Medical Center tidak mengomentari kasus ini tetapi mengeluarkan pernyataan.

"Dari waktu ke waktu, seperti kebanyakan rumah sakit, Westchester Medical Center dihadapkan dengan situasi hukum dan etika yang kompleks di mana bimbingan dari pengadilan sesuai dan dihargai. Westchester Medical Center bersyukur keluarga mencari pengadilan dalam menghadapi masa yang sulit," tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga: Agar Bisa Hamil, Perempuan Ini Sengaja Dibuat Alergi pada Sperma Suami

Pada tahun 2018, American Society for Reproductive Medicine mengeluarkan pedoman moral untuk koleksi jaringan reproduksi anumerta. Mereka mengklaim bahwa itu dibenarkan jika diizinkan secara tertulis oleh orang yang meninggal. Jika tidak, masyarakat mengatakan program medis seharusnya hanya mempertimbangkan permintaan dari pasangan atau pasangan yang masih hidup. [Metro]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI