Bukan Cuma Paru-Paru, Kuman TBC Juga Bisa Picu Kelumpuhan Tulang?

Silfa Humairah Utami | Firsta Nodia | Suara.com

Rabu, 20 Maret 2019 | 08:24 WIB
Bukan Cuma Paru-Paru, Kuman TBC Juga Bisa Picu Kelumpuhan Tulang?
Tak hanya paru-paru, kuman TBC juga bisa memicu kelumpuhan tulang. (Sumber: Shutterstock)

Suara.com - Bukan Cuma Paru-Paru, Kuman TBC Juga Bisa Picu Kelumpuhan Tulang?

TBC atau tuberkulosis selama ini identik dengan penyakit pernapasan. Namun tahukah Anda bahwa kuman TBC juga bisa menyerang organ tubuh lainnya termasuk tulang.

Bahkan disampaikan Direktur Kesehatan Ditjen Kekuatan Pertahanan, Kementerian Pertahanan, dr Arie Zakaria SpOT, kuman Mycobacterium tuberculosis dapat menyebabkan penderitanya mengalami kelumpuhan. Biasanya kata dia, kuman TBC yang menyerang tulang banyak terjadi di area punggung dan lutut.

"Kenapa bisa ke tulang? Karena tidak diobati sehingga menyebar ke organ lainnya," ujar dr Arie dalam temu media peringatan Hari TBC Sedunia di Jakarta, Selasa (20/3/2019).

Arie menambahkan, kelumpuhan terjadi karena kuman Mycobacterium Tuberkulosis menggerogoti tulang penderita. Jika mengenai punggung maka penderita menjadi bongkok, sedangkan jika mengenai lutut maka penderita akan mengalami kelumpuhan. Biasanya hal ini tergantung seberapa parah kuman menggerogoti tulang pasien TBC.

"Lebih banyak kasusnya pada penderita gizi buruk. Karena daya tahan tubuhnya lemah, lalu pengobatan TBC awal tidak sampai tuntas sehingga kuman menyerang organ lain," imbuh dia.

Seringkali kasus TBC tulang tidak segera ditemukan karena gejalanya yang hanya berupa nyeri sendi. Itu sebabnya pasien ditemukan umumnya dalam kondisi parah, karena terlambat dideteksi.

"Selalu ada riwayat TBC paru dulu baru ke tulang. Kalau sudah kena tulang biayanya makin mahal. Pengobatan dua tahun, operasi tulang punggung juga nggak ada yang murah," tandas dia memaparkan alasan TBC bisa picu kelumpuhan tulang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

Hari TBC Sedunia, Ini Cara Kemenkes Kejar Target Indonesia Bebas TBC

Health | Selasa, 19 Maret 2019 | 18:21 WIB

Kamu Perlu Tahu, Ini Deretan Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO

Kamu Perlu Tahu, Ini Deretan Penyakit Paling Mematikan di Dunia Versi WHO

Health | Kamis, 14 Maret 2019 | 16:17 WIB

Hari TBC Sedunia, Daerah Padat Penduduk Jadi Fokus Kemenkes

Hari TBC Sedunia, Daerah Padat Penduduk Jadi Fokus Kemenkes

Health | Selasa, 12 Maret 2019 | 09:59 WIB

Jakarta Barat Sukses Raih Pencapaian Terbaik Tangani TBC

Jakarta Barat Sukses Raih Pencapaian Terbaik Tangani TBC

Health | Kamis, 07 Maret 2019 | 17:25 WIB

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Idap Kanker Paru, Sutopo BNPB Punya Pesan Menohok untuk Para Perokok

Health | Kamis, 31 Januari 2019 | 18:46 WIB

Ronaldikin Meninggal, Ini 5 Jenis Infeksi Paru Paling Mematikan

Ronaldikin Meninggal, Ini 5 Jenis Infeksi Paru Paling Mematikan

Health | Rabu, 23 Januari 2019 | 07:05 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB