Minum Teh Panas Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Kok Bisa?

Silfa Humairah Utami

Jum'at, 22 Maret 2019 | 12:00 WIB
Minum Teh Panas Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Kok Bisa?
Minuman teh panas. [shutterstock]

Suara.com - Minum Teh Panas Bisa Meningkatkan Risiko Kanker, Kok Bisa?

Teh menjadi minuman yang melekat bagi masyarakat Indonesia dan diminum hampir setiap hari. 

Minum teh sudah jadi kebiasaan banyak orang setiap hari, apalagi teh panas yang diseduh saat hawa dingin. Selama ini teh diklaim memberi banyak manfaat, tapi hasil penelitian terbaru tentang sering minum teh panas bisa membuatmu berubah pikiran.

Dilansir dari Next Shark, sebuah tim peneliti dari Iran menemukan bahwa peminum teh yang lebih suka minuman mereka pada suhu 60 derajat Celcius (140 derajat Fahrenheit) atau lebih dan minum lebih dari 700 ml (kira-kira dua gelas besar) sehari memiliki risiko 90% lebih tinggi terkena kanker esofagus atau kerongkongan.

Risiko itu lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang mengonsumsi lebih sedikit teh dengan suhu yang lebih dingin. Studi ini diterbitkan di International Journal of Cancer.

Studi ini memeriksa 50.045 individu berusia 40 hingga 75 tahun di Golestan, sebuah provinsi di Iran timur laut, selama periode rata-rata 10 tahun. Para peneliti mendeteksi 317 kasus baru kanker kerongkongan dari 2004 hingga 2017.

"Banyak orang menikmati minum teh, kopi, atau minuman panas lainnya," kata pemimpin penulis Dr. Farhad Islami , yang bertindak sebagai direktur strategis American Cancer Society (AMC).

"Namun, menurut laporan kami, minum teh yang sangat panas dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan, dan karena itu disarankan untuk menunggu sampai minuman panas menjadi dingin sebelum minum," tambahnya.

Sementara penelitian sebelumnya telah mengamati hubungan antara konsumsi teh panas dan kanker kerongkongan, penelitian ini adalah yang pertama untuk menentukan kisaran suhu.

baca juga

Menurut Badan Internasional untuk Penelitian Kanker, kanker kerongkongan menempati urutan kedelapan di dunia dan menewaskan sekitar 400.000 orang setiap tahun. Ini umumnya disebabkan oleh distraksi berulang-ulang ke kerongkongan oleh asap, alkohol, refluks asam dan panas.

Temuan ini sangat relevan untuk peminum teh panas di daerah di mana minuman biasanya disajikan panas sehingga bisa tingkatkan risiko kanker, berbeda dengan Amerika Serikat dan Eropa Barat, di mana teh biasanya diminum setelah suhunya dingin. (Yasinta Rahmawati)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minuman Terlalu Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker?

Minuman Terlalu Panas Bisa Tingkatkan Risiko Kanker?

Health | Kamis, 21 Maret 2019 | 16:00 WIB

Hindari Stres, Peraih Medali Olimpiade Ini Batal Ikut Malaysia Open

Hindari Stres, Peraih Medali Olimpiade Ini Batal Ikut Malaysia Open

Sport | Rabu, 20 Maret 2019 | 14:55 WIB

Bukan Bisul, Benjolan di Pusar Perempuan Ini Ternyata Kanker

Bukan Bisul, Benjolan di Pusar Perempuan Ini Ternyata Kanker

Health | Rabu, 20 Maret 2019 | 08:15 WIB

Benarkah Sering Mewarnai Rambut Bisa Sebabkan Kanker?

Benarkah Sering Mewarnai Rambut Bisa Sebabkan Kanker?

Health | Selasa, 19 Maret 2019 | 13:30 WIB

Terkini

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

6 Rekomendasi Sandal Jepit yang Tidak Gampang Putus saat Musim Hujan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:56 WIB

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Pandu Sjahrir Disebut Punya Saham Supra Sekuritas yang Melakukan Transaksi Terkoordinasi

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Suahasil Tetapkan Batas Defisit APBD 2027 Maksimal 2,5 Persen, Utang Pemda Makin Diperketat

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:53 WIB

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

Bak Tukang Sayur, Viral Kopdes Merah Putih Jualan Keliling Bawa Sembako di Mojokerto

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:51 WIB

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Penuh Nostalgia! Trio Bajaj Resmi Comeback di Para Pencari Tuhan Jilid 20

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:45 WIB

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Daihatsu Kumpul Sahabat Denpasar Berlangsung Lima Hari, Hadirkan Beragam Aktivitas

Otomotif | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:41 WIB

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Dua Bulan Pascakebakaran, Wisatawan Mulai Kembali Sambangi Desa Adat Sade

Foto | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:33 WIB

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Bedak Padat Purbasari Apa Mengandung SPF? Ini Klaim dan Penjelasannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:32 WIB

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

4 Jas Hujan Ponco atau Kelelawar dengan Celana, Praktis untuk Pemotor

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:31 WIB

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Bagaimana Cara Adopsi Orang Utan? Ini Syarat, Biaya, dan Langkah Pendaftarannya

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:30 WIB

×