KLB Muntaber di Gorontalo Utara, Ratusan Orang Muntah dan Diare

M. Reza Sulaiman

Kamis, 04 April 2019 | 08:24 WIB
KLB Muntaber di Gorontalo Utara, Ratusan Orang Muntah dan Diare
Gorontalo Utara KLB muntaber, ratusan orang dirawat karena muntah dan diare. (Shutterstock)

Suara.com - KLB Muntaber di Gorontalo Utara, Ratusan Orang Muntah dan Diare

KLB muntaber menyerang Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, raturasn puluhan orang dirawat karena diare dan muntaber.

Kasus diare dan muntaber massal tercatat terjadi di Kecamatan Biau dan Tolinggula, sejak hari Jumat (29/3) lalu. Data terkini menyebut total ada 111 orang yang mengalami muntaber.

Kepala Puskesmas Tolinggula, Dahri Zakaria, mengatakan, data saat ini menunjukkan ada 35 orang pasien muntaber, dengan 4 di antaranya dirujuk ke rumah sakit dan 2 dua orang meninggal dunia.

"Setelah korban usia balita meninggal di rumah sakit rujukan pada Selasa (2/4) pagi, korban meninggal bertambah pada Selasa malam, yaitu balita usia 2 tahun yang dirujuk pada Sabtu (30/3)," dilansir Antara.

Ia menambahkan balita tersebut berasal dari Desa Ilomangga Kecamatan Tolinggula, yang dirujuk akibat mengalami diare disertai muntah, panas tinggi serta kejang-kejang.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Biau, Warda Mootalu, SKM mengatakan, jumlah penderita muntaber di wilayah itu juga bertambah hingga pagi ini, mencapai 76 orang.

"Pelayanan puskesmas tidak diliburkan sebab warga dengan kasus diare disertai muntah masih berdatangan, meski yang dirawat inap seluruhnya sudah dipulangkan," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Gorontalo Utara, dr Wardana Harun, Sp.PK mengatakan KLB muntaber ditetapkan setelah banyaknya balita yang dirawat karena mengalami keluhan muntah dan diare.

baca juga

"Penetapan status KLB sebab jumlah penderita terus bertambah, apalagi hari ini masih ada dua pasien baru anak-anak usia 3 tahun dan 2 tahun 9 bulan di Kecamatan Biau, harus dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.

Anak muntah. (Shutterstock)
Gorontalo Utara KLB muntaber, ratusan orang muntah dan diare. (Shutterstock)

Ia mengatakan, kasus muntaber tersebut menjadi perhatian khusus apalagi penderitanya didominasi anak-anak dibawah usia 5 tahun.

Penyebab pasti terjadinya KLB muntaber ini pun belum diketahui. Sebabnya, sampel air tanah yang digunakan oleh masyarakat di dua kecamatan tersebut masih diuji di laboratorium mikrobiologi di Surabaya.

Diharapkan, hasil pengujian mikroba bisa menemukan virus ataupun bakteri yang menjadi penyebab KLB muntaber. Termasuk apakah sampel yang diuji itu mengandung bahan kimia berbahaya yang mempengaruhi daya tahan tubuh serta otak manusia.

"Mengingat baru kali ini di daerah ini temukan kasus diare disertai kejang berulang-ulang dan panas tinggi hingga menyebabkan kematian," tutupnya. [ANTARA]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berkati Kuil, Biksu Ini Berputar 150 Kali sampai Muntah

Berkati Kuil, Biksu Ini Berputar 150 Kali sampai Muntah

Lifestyle | Selasa, 19 Februari 2019 | 17:35 WIB

Muntah Tiap 30 Menit, Bayi Nyaris Meninggal karena Dehidrasi Ekstrem

Muntah Tiap 30 Menit, Bayi Nyaris Meninggal karena Dehidrasi Ekstrem

Health | Selasa, 05 Februari 2019 | 14:25 WIB

Banyak Khasiat, Buah Jamblang Ampuh Atasi Diare hingga Diabetes

Banyak Khasiat, Buah Jamblang Ampuh Atasi Diare hingga Diabetes

Health | Rabu, 02 Januari 2019 | 20:26 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×