Waduh, Camilan Tidak Sehat Bikin Balita Alami Pendarahan di Bokong

M. Reza Sulaiman | Suara.com

Kamis, 04 April 2019 | 11:33 WIB
Waduh, Camilan Tidak Sehat Bikin Balita Alami Pendarahan di Bokong
Ilustrasi balita sakit karena makan camilan tidak sehat. (Shutterstock)

Suara.com - Waduh, Camilan Tidak Sehat Bikin Balita Alami Pendarahan di Bokong

Memberi balita camilan boleh-boleh saja. Namun pastikan camilan yang Anda berikan sesuai dengan kategori usianya ya.

Seorang balita asal Jiangsu, China, baru-baru ini masuk rumah sakit karena mengalami pendarahan di bokong. Diduga, balita keluarga Wang mengalami prolaps rektum, yakni bagian dari usus besar yang menonjol keluar dari anus.

Awalnya, balita tersebut sering merasa sakti di bokong, dan meninggalkan bercak darah di celana dalam.

Diketahui, keluarga besar Wang sering memberikan camilan yang tak sesuai dengan usia anaknya.

Dilansir Himedik dari Setn.com, Wang sering menemukan anaknya yang berusia 3 tahun itu mengalami pendarahan dan merasakan sakit di area pantat.

Setelah mengamatinya lebih detail, Wang melihat ada sesuatu yang aneh dan mengganggu di bagian anus anaknya. Ia pun langsung membawa anaknya ke rumah sakit karena takut terjadi sesuatu yang lebih buruk.

Sesampainya di rumah sakit, dokter mendiagnosis ada benjolan sebesar kacang di anus balita tersebut yang bisa hilang dengan cara dioperasi.

Ternyata benjolan sebesar kacang itu berkaitan dengan kebiasannya memberikan camilan kepada putranya. Kebiasaan mengonsumsi camilan tak sesuai itulah yang membuat anak laki-laki Wang mengalami sembelit berkepanjangan.

Ilustrasi bokong dan anus. (Shutterstock)
Ilustrasi pendarahan di area bokong dan anus. (Shutterstock)

Padahal anak balita seusia itu perlu konsumsi buah, sayuran, mengurangi gorengan, dan makanan ringan karena berpengaruh pada proses buang air besarnya (BAB).

Hal ini membuat balita Wang pun mengalami prolaps rektum (anus) yakni kondisi saat dinding rektum mengalami prolaps hingga menonjol keluar dari anus dan terlihat tumbuh di luar.

Selain itu, dokter juga memberi tahu pertolongan pertama jika anak mengalami prolaps rektum sebelum semakin memburuk dan harus dilakukan tindak operasi.

Dokter mengatakan orang tua bisa mengambil kain kasa dan menggunakan minyak goreng untuk menyeka anus anaknya secara berulang.

Tetapi, jika cara tersebut tidak membuat kondisi anak membaik, dokter menyarakan segera pergi ke rumah sakit. (Himedik/Shevinna Putti Anggraeni)

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cek! 5 Bagian Tubuh yang Alami Pembengkakan Saat Hamil Selain Kaki

Cek! 5 Bagian Tubuh yang Alami Pembengkakan Saat Hamil Selain Kaki

Health | Jum'at, 22 Februari 2019 | 15:34 WIB

Bukan Perban, Perempuan Ini Hentikan Luka Pendarahan dengan Pembalut

Bukan Perban, Perempuan Ini Hentikan Luka Pendarahan dengan Pembalut

Health | Kamis, 21 Februari 2019 | 10:59 WIB

Suami Ungkap Arumi Bachsin Alami Pendarahan Hebat

Suami Ungkap Arumi Bachsin Alami Pendarahan Hebat

Entertainment | Senin, 18 Februari 2019 | 20:22 WIB

Terkini

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

15 Tanaman Penghambat Sel Kanker Menurut Penelitian, dari Kunyit hingga Daun Sirsak

Health | Senin, 11 Mei 2026 | 10:06 WIB

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Dokter Penyakit Dalam Ingatkan Wabah Seperti Hantavirus Rentan pada Diabetes: Makanannya Gula!

Health | Minggu, 10 Mei 2026 | 13:31 WIB

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman

Health | Sabtu, 09 Mei 2026 | 14:56 WIB

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 22:05 WIB

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:29 WIB

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 15:22 WIB

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 11:49 WIB

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:17 WIB

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa

Health | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:01 WIB

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak

Health | Kamis, 07 Mei 2026 | 14:30 WIB