Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat

Vika Widiastuti | Yuliana Sere
Lahir Prematur dan Ditinggal Orang Tuanya, Bayi Ini Diadopsi Perawat
Ilustrasi bayi yang baru lahir (Foto: shutterstock)

Bayi itu dilahirkan pada usia 29 minggu dari ibu dan ayah yang kecanduan narkoba.

Suara.com - Seorang bayi yang lahir prematur ditinggalkan dan tak pernah dijenguk oleh orang tuanya. Bayi tersebut kini diadopsi oleh perawat yang menjaganya. 

Liz Smith (45) selalu ingin menjadi seorang ibu, tetapi menderita infertilitas dan diberitahu bahwa dia bukan kandidat yang baik untuk IVF, dilansir HiMedik dari mirror.

Pada hari yang sama dia diberi kabar gembira. Dia bertemu bayi Gisele yang memiliki masalah kesehatan ketika dia dilahirkan pada usia 29 minggu dari ibu dan ayah yang kecanduan narkoba.

Staf di rumah sakit Franciscan Children's di kota AS, Boston, Massachusetts, memberikan perhatian khusus kepada Gisele yang menggunakan ventilator di NICU serta mengalami komplikasi.

Suatu hari di tempat kerja, seorang perawat bertanya kepada Smith apakah dia telah bertemu bayi itu.

Ms Smith menjawab, "Tidak, mengapa?" Lalu perawat itu pun mengatakan, bayi tersebut membutuhkan rumah asuh dan kalian berdua adalah pasangan yang sempurna."

Ilustrasi seorang ibu melahirkan bayi kembar dari ayah yang berbeda (Pexels/Dominika Roseclay)
Ilustrasi seorang ibu melahirkan bayi kembar dari ayah yang berbeda (Pexels/Dominika Roseclay)

Di negara bagian Massachusetts, memperoleh hak asuh atas anak bisa ketika bayi berusia tiga bulan. Lalu beberapa bulan kemudian Smith mengajukan diri untuk mengasuhnya.

Gisele, yang didiagnosis dengan sindrom neonatal akibat terpapar obat selama kehamilan, kemudian tinggal bersama Smith pada April 2017 ketika dia tidak lagi memerlukan perawatan spesialis di rumah sakit.

Ibu dan ayah kandung Gisele kehilangan hak sebagai orang tua pada Juni tahun lalu ketika negara bagian memutuskan mereka tidak bisa merawat gadis itu lagi.

Smith, direktur senior keperawatan rumah sakit, mengatakan dalam sebuah postingan, "Ketika saya mendapat telepon bahwa hak-hak orang tua dihentikan, saya membayangkan bahwa itu akan menjadi hari yang melegakan.

"Dan itu adalah hari aku sangat sedih. Aku benar-benar bahagia. Tapi aku benar-benar sedih untuk mereka. Aku mendapatkan dia, tetapi mereka kehilangan dia.

Perawat itu mengatakan, dia tidak pernah lebih bahagia atau lebih kuat dan dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Gisele.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS