Psikolog: Hukuman Terbaik Pelaku Audrey, Harus Buat Mereka Jadi Anak Baik

Ade Indra Kusuma

Kamis, 11 April 2019 | 12:12 WIB
Psikolog: Hukuman Terbaik Pelaku Audrey, Harus Buat Mereka Jadi Anak Baik
Tiga dari 12 siswi SMU yang diduga menjadi pelaku dan saksi dalam kasus penganiayaan siswi SMP berinisial AU (14) memberi keterangan saat jumpa pers di Mapolresta Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4). [ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang]

Suara.com - Psikolog: Hukuman Terbaik Pelaku Audrey Harus Membuat Mereka Jadi Anak Baik.

Kasus Bullying dan penganiayaan gadis berusia 14 tahun asal Kalimantan Barat, yang dikeroyok oleh belasan temannya memang mendapat sorotan tajam dari masyarakat.

Tak sekali dua kali kasus bullying dan penganiayaan kerap muncul dan terjadi pada anak-anak dan remaja. Banyak masyarakat geram dengan para pelaku penganiayaan AU.

Tak hanya di dunia nyata, netizen di dunia maya pun ikut menghujat, mengutuk dan berharap para pelaku mendapat hukuman yang seberat-beratnya.

KPAI sendiri mengeluarkan tiga sikap dalam menindaklanjuti kasus penganiayaan AU, salah satunya KPAI menghimbau agar kepolisian menggunakan UU Sistem Peradilan Pidana Anak No 11 Tahun 2012.

Para psikolog pun banyak yang angkat bicara dan menyayangkan atas apa yang menimpa korban bully dan penganiayaan AU.

Lantas apa sih hukuman yang sesuai dengan anak-anak seperti ini menurut psikolog?

Psikolog Erna Marina dalam kesempatan talkshow psikologi [Dok Pribadi]
Psikolog Erna Marina dalam kesempatan talkshow psikologi [Dok Pribadi]

Psikolog Anak dan Remaja, Erna Marina Kusuma M.Psi., C.Ft, membeberkan bahwasanya akan banyak hal buruk bisa menimpa para pelaku dari sisi psikis

"Sanksi sosial seringkali efektif untuk membuat jera namun juga mempunyai dampak buruk. Berapa banyak penjahat yang mendapat sanksi sosial ketika mau bertobat dari kesalahannya akhirnya kembali menjadi penjahat lagi karena di tolak di mana-mana. Ini bisa menimpa anak-anak kita lho yang menjadi pelaku," terang Erna saat dihubungi Suara.com, Kamis (11/4/2019).

baca juga

Setiap orang yang melakukan pem-bully-an atau kesalahan memang lebih baik di hukum agar ada efek jera.

"Hukuman terbaik adalah hukuman yang bisa membuat pelaku berubah menjadi baik. Jika seorang anak melakukan hal yang jahat terhadap temannya, pertama mereka harus dihukum dengan melakukan kebaikan untuk teman yang di jahatinya," tegas Erna. 

Dengan demikian anak akan belajar melakukan kebaikan sekaligus bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan.

"Saat mereka bertemu, korban juga bisa merasakan permintaan maaf dan perubahan sikap dari pelaku. Sehingga di harapkan hubungan yang rusak bisa pulih perlahan-lahan," pungkas Erna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Semangat Sembuh, Audrey Minta Diundang ke Channel YouTube Atta Halilintar

Semangat Sembuh, Audrey Minta Diundang ke Channel YouTube Atta Halilintar

Entertainment | Kamis, 11 April 2019 | 12:04 WIB

Penganiaya Audrey Selfie di Kantor Polisi, Psikolog: Mereka Ingin Perhatian

Penganiaya Audrey Selfie di Kantor Polisi, Psikolog: Mereka Ingin Perhatian

Health | Kamis, 11 April 2019 | 11:44 WIB

Duh! Nikita Mirzani Ngamuk ke Anak Band yang Ekspos Wajah Audrey

Duh! Nikita Mirzani Ngamuk ke Anak Band yang Ekspos Wajah Audrey

Entertainment | Kamis, 11 April 2019 | 11:44 WIB

Terkini

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Dewa United Perkenalkan Eks Timnas, David Singleton jadi Pelatih Baru

Sport | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 23:10 WIB

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Dari Selera Hingga Nutrisi, Riset Ilmiah IPB Siapkan Standardisasi Baru Makanan Kucing

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

Bamsoet jadi Wantimpres, Bahlil Singgung PAW Anggota DPR

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:55 WIB

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

Anggota Wantimpres Siap Beri Masukan ke Prabowo: Agar Lebih Terarah dan Terukur

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

Ariawan Titip Pesan ke KWP 2026-2028: Jangan Pecah, Tetap Kompak dan Solid

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:27 WIB

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Memelihara Ikan Hias Tak Cuma untuk Penghobi, Bisa Jadi Aktivitas Seru Bareng Keluarga

Lifestyle | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:23 WIB

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

Margarito soal Gugatan Ijazah Gibran di MK: Saya Tak Mengerti Kenapa Disidangkan

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:15 WIB

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

KWP Punya Nahkoda Baru, Ariawan: Jaga Kekompakan dan Solidaritas!

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:08 WIB

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Review The Early Spring: Pahit Manisnya Dunia Kerja Korporat!

Your Say | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 21:00 WIB

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

7 Pekan Pascagempa Nagekeo, Warga Masih Butuh Bantuan dan Pendampingan Psikososial

News | Jum'at, 02 Oktober 2026 | 20:55 WIB

×