alexametrics

Mus Mulyadi Meninggal karena Diabetes, Kenali 4 Tanda Gula Darah Tinggi

Vika Widiastuti
Mus Mulyadi Meninggal karena Diabetes, Kenali 4 Tanda Gula Darah Tinggi
Mus Mulyadi. (Instagram)

Mus Mulyadi meninggal pada usia 73 tahun karena menderita diabetes.

Suara.com - Mus Mulyadi Meninggal karena Diabetes, Kenali 4 Tanda Gula Darah Tinggi.

Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Musisi keroncong Mus Mulyadi meninggal dunia Kamis (11/4/2019) pukul 08.00 WIB di Rumah Sakit Pondok Indah. 

Mus Mulyadi meninggal pada usia 73 tahun karena menderita diabetes. Meninggalnya Mus Mulyadi akibat diabetes itu pun dibenarkan oleh adiknya, Mus Mujiono.

"Iya betul (Mus Mulyadi meninggal dunia, -red), karena penyakit diabetes. Meninggalnya tadi pagi sekitar pukul 08.00 di Rumah Sakit Pondok Indah," kata Mus Mujiono melalui sambungan telepon kepada Suara.com, Kamis (11/4/2019).

Baca Juga: Hipertensi dan Diabetes Penyebab Tertinggi Pasien Gagal Ginjal Kronik

Kepergian Mus Mulyadi sebagai musisi keroncong kondang tentu menyisakan kesedihan mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.

Di sisi lain, meninggalnya Mus Mulyadi akibat diabetes juga menyadarkan publik akan pentingnya kesehatan tubuh. Sebab, penyakit diabetes yang diderita oleh Mus Mulayadi bisa saja menyerang siapa pun tanpa memandang usia.

Bahkan seseorang tanpa riwayat penyakit diabetes di dalam keluarganya pun masih memiliki kemungkinan menjadi penderita jika kurang perhatian dengan gaya hidup, pola makan dan kesehatan tubuh sendiri.

Mus Mulyadi meninggal dunia di usia 73 tahun karena menderita diabetes (Instagram/@erick_mus)
Mus Mulyadi meninggal dunia di usia 73 tahun karena menderita diabetes (Instagram/@erick_mus)

Karena, sebagian besar makanan yang dikonsumsi akan memengaruhi kadar gula darah, seperti makanan yang tinggi karbohidrat dan gula.

HiMedik melansir dari self.com, adapun 4 tanda utama jika kadar gula darah dalam tubuh terlalu tinggi yang bisa menyebabkan diabetes.

Baca Juga: Manfaat Daun Insulin untuk Menurunkan Gula Darah Diabetesi

1. Kelelahan

Komentar