alexametrics

Kesalahan Saat Sahur dan Berbuka Picu Masalah Kesehatan Saat Puasa

M. Reza Sulaiman | Dinda Rachmawati
Kesalahan Saat Sahur dan Berbuka Picu Masalah Kesehatan Saat Puasa
Kesalahan saat sahur dan berbuka. (Shutterstock)

Manfaat kesehatan yang seharusnya didapatkan saat berpuasa bisa hilang karena kesalahan saat sahur dan berbuka. Kenapa?

Suara.com - Kesalahan Saat Sahur dan Berbuka Picu Masalah Kesehatan Saat Puasa

Selain sebagai ibadah, tak sedikit orang yang berpuasa di bulan Ramadan untuk mendapatkan manfaat sehat, seperti mengontrol gula darah, kadar kolesterol, hingga penurunan berat badan.

Namun sayangnya, puasa Ramadan justru bisa berdampak buruk terhadap kesehatan dan kebugaran tubuh akibat pola dan asupan makanan yang kurang tepat saat sahur dan berbuka puasa.

Sehingga, manfaat kesehatan yang seharusnya didapatkan saat berpuasa, malah memicu keluhan dan masalah kesehatan, seperti masalah pencernaan, konstipasi, sakit kepala, bahkan stres.

Baca Juga: Ini Bahayanya Jika Pasien Diabetes Tak Kontrol Gula Darah Saat Puasa

Dokter ahli gizi, dr. Jovita Amelia, MSc, Sp.GK, mengungkap, kebiasaan salah yang sering dilakukan masyarakat Indonesia yang dapat memicu keluhan seperti di atas antara lain adalah makan dengan porsi berlebih saat sahur agar merasa kenyang seharian, serta tidak memperhatikan komposisi dan nutrisi pada saat sahur dan berbuka, yang justru menjadi kunci ketahan tubuh selama berpuasa.

"Terkadang masyarakat juga percaya mitos bahwa makan banyak saat sahur dapat membuat kita kenyang sepanjang hari atau makan sedikit saat sahur dan berbuka akan membuat berat badan turun," ujar dia dalam acara 'Tepis Mitos Puasa Bersama Halodoc' di Jakarta, baru-baru ini.

Hal yang dihindari saat Sahur dan Berbuka Puasa ( Shutterstock )
Hal yang dihindari saat Sahur dan Berbuka Puasa ( Shutterstock )

Nyatanya, kata dia, saat sahur tubuh kita membutuhkan nutrisi yang tepat dengan jumlah yang memadai agar kuat berpuasa 12-13 jam serta tetap nyaman dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bukan hanya sekedar kenyang.

Terlebih, kata dr. Jovita, mengonsumsi makanan berlemak, manis, ataupun karbohidrat yang berlebihan, justru akan meningkatkan jumlah kalori dan berpotensi obesitas.

Meski berdasarkan kajian literatur puasa Ramadan dapat menurunkan berat badan dan persentase lemak tubuh serta meningkatkan HDL, namun penurunan berat badan hanya akan optimal jika selama puasa kita bisa mengatur jenis makanan yang dikonsumsi, baik ketika sahur atau berbuka.

Baca Juga: Ajarkan Anak Puasa Ramadan, Bunda Wajib Perhatikan Hal-hal Ini Ya!

"Karena yang sudah-sudah, puasa Ramadan justru malah meningkatkan berat badan, alasannya karena tidak ada perubahan gaya hidup khususnya bagaimana mengatur strategi untuk makan yang benar saat sahur dan berbuka," tutup dia.

Di bulan Ramadhan penuh berkah ini, mari kita ringankan beban saudara sesama yang kesusahan. Berbagi sambil menambah amalan lewat sedekah makanan bersama Suara.com di laman Indonesia Dermawan. Untuk langsung meng-input jumlah sedekah silakan KLIK DI SINI!

Komentar