Obat TBC Resisten Bisa Picu Gangguan Psikis, Ini Penjelasan Dokter

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Kamis, 09 Mei 2019 | 10:53 WIB
Obat TBC Resisten Bisa Picu Gangguan Psikis, Ini Penjelasan Dokter
Ilustrasi bakteri tuberkulosis resisten. [Shuttertsock]

Suara.com - Obat TBC Resisten Bisa Picu Gangguan Psikis, Ini Penjelasan Dokter

Tuberkulosis resisten obat alias TBC RO merupakan masalah baru dalam penanganan penyakit TBC di Indonesia.

Jika kasus TBC biasa rata-rata membutuhkan waktu kurang lebih enam sampai sembilan bulan masa pengobatan untuk bisa benar-benar sembuh, maka pasien TBC resisten obat harus menjalani pengobatan lebih panjang sampai 20 bulan lebih.

Bukan hanya waktunya yang lebih panjang, TBC resisten obat juga memerlukan jenis obat lini kedua yang lebih keras dan memiliki efek samping lebih beragam.

"Jadi ada salah satu obat yang masuk ke dalam paduan obat TBC RO ini yang efek sampingnya menimbulkan efek psikis bahkan bisa menimbulkan skizofrenia, depresi dan lain lain," ungkap Spesialis Paru dan pakar TBC dan MDR-TBC, Dr. dr. Erlina Burhan. MSc, Sp.P(K) saat ditemui di kawasan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Rabu, (8/5/2019).

Obat yang dimaksud adalah sikloserin, antibiotik yang diberikan untuk melumpuhkan bakteri TBC yang resisten terhadap obat aktif.

ilustrasi obat-obatan. (Shutterstock)
ilustrasi obat-obatan. (Shutterstock)

Untuk itu kata Erlina, dokter perlu mempertanyakan riwayat depresi atau kelainan jiwa pasien sebelum memberikan resep obat.

Meski demikian, Erlina mengaku obat sikloserin dapat diganti dengan obat lini kedua lainnya yang tersedia.

Apalagi saat ini dokter bisa lebih leluasa memilih obat karena tersedia lebih banyak variasi tanpa mengurangi efektifitas kesembuhan bagi pasien.

"Bahkan ada (obat) yang potensinya lebih bagus," tutup Erlina.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bolehkah Penderita TBC Berpuasa?

Bolehkah Penderita TBC Berpuasa?

Health | Kamis, 09 Mei 2019 | 07:39 WIB

Tidak Teratur Minum Obat, Bakteri TBC Berpotensi Resisten

Tidak Teratur Minum Obat, Bakteri TBC Berpotensi Resisten

Health | Rabu, 08 Mei 2019 | 17:50 WIB

Hindari, Ini Kebiasaan yang Bikin Kuman TBC Resisten Obat

Hindari, Ini Kebiasaan yang Bikin Kuman TBC Resisten Obat

Health | Selasa, 26 Maret 2019 | 18:09 WIB

Terkini

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Transformasi Digital di Rumah Sakit: Bagaimana AI dan Sistem Integrasi Digunakan untuk Pasien

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:47 WIB

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Standar Internasional Teruji, JEC Kembali Berjaya di Healthcare Asia Awards

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 05:00 WIB

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Dokter Muda di Cianjur Meninggal Akibat Campak, Kemenkes Lakukan Penyelidikan Epidemiologi

Health | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:43 WIB

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Madu Herbal untuk Daya Tahan Tubuh: Kenali Manfaat dan Perannya bagi Kesehatan

Health | Rabu, 25 Maret 2026 | 17:44 WIB

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Kenali Manfaat Injeksi Vitamin C untuk Daya Tahan dan Kesehatan Kulit

Health | Selasa, 24 Maret 2026 | 20:11 WIB