Ini Manfaat Konsumsi Kacang di Trimester Pertama Kehamilan

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 10 Mei 2019 | 09:22 WIB
Ini Manfaat Konsumsi Kacang di Trimester Pertama Kehamilan
Kacang-kacangan, salah satu makanan yang baik dikonsumsi ibu hamil. (Shutterstock)

Suara.com - Sebuah studi terkini yang dipublikasikan dalam European Journal of Epidemiology menemukan bahwa konsumsi kacang di awal kehamilan dapat meningkatkan kecerdasan janin.

Menurut peneliti dari Institut Kesehatan Global Barcelona, anak-anak dari bumil yang mengonsumsi kacang di trimester pertama kehidupan ini memiliki daya ingat lebih tajam, tingkat konsentrasi yang lebih tinggi, dan terampil dalam mengambil keputusan.

Untuk mengarah pada temuan ini, peneliti menganalisis 2.200 ibu hamil. Mereka diminta menyelesaikan kuisioner tentang kebiasaan makan selama hamil. Kemudian ketika anak lahir, lalu berusia 18 bulan, 5 tahun, dan 8 tahun, peneliti menilai keterampilan berpikir si anak. Hasilnya, anak-anak yang ibunya paling banyak makan kacang di trimester pertama mendapat nilai tertinggi.

Menurut peneliti, jumlah kacang yang direkomendasikan untuk dikonsumsi pada trimester pertama kehidupan adalah tiga genggam atau sekitar 90 gram seminggu selama tiga bulan pertama kehamilan.

Para peneliti menyarankan jenis kacang yang baik dikonsumsi adalah kenari, almond, kacang tanah, kacang pinus atau hazelnut karena mengandung asam lemak sehat.

Pemimpin studi Florence Gignac mengatakan ini adalah studi pertama yang mengeksplorasi manfaat dari makan kacang selama kehamilan untuk perkembangan saraf anak dalam jangka panjang.

“Otak mengalami serangkaian proses kompleks selama kehamilan dan ini berarti bahwa nutrisi ibu merupakan faktor penentu dalam perkembangan otak janin dan dapat memiliki efek jangka panjang," ujar Gignac seperti dilansir dari NY Post.

Ia mengatakan bahwa efek positif dari konsumsi kacang ini karena kelompok kacang-kacangan mengandung asam folat tingkat tinggi dan, khususnya, asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6.

"Komponen ini cenderung menumpuk di jaringan saraf, terutama di daerah frontal otak, yang memengaruhi memori dan fungsi penyerapan informasi," imbuhnya.

baca juga

Studi ini juga meneliti konsumsi kacang dalam tiga bulan terakhir kehamilan, tetapi peneliti menemukan mereka memiliki efek yang kecil.

Kacang memang sudah dikenal dapat mengurangi risiko tekanan darah tinggi dan diabetes serta dapat melindungi lansia dari risiko penurunan mental dan daya ingat.

Situs web NHS mengatakan, bahwa kacang memang kaya serat, dan kacang gurih merupakan camilan yang enak. Tapi, kacang umumnya masih mengandung lemak tingkat tinggi, jadi disarankan untuk mengonsumsinya dalam jumlah sedang saja, ya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur hingga Keguguran

Waspada! Stres pada Ibu Hamil Bisa Picu Kelahiran Prematur hingga Keguguran

Health | Jum'at, 10 Mei 2019 | 06:25 WIB

Dikira Alami Batu Ginjal, Wanita Ini Ternyata Hamil dan Akan Melahirkan

Dikira Alami Batu Ginjal, Wanita Ini Ternyata Hamil dan Akan Melahirkan

Health | Senin, 06 Mei 2019 | 19:44 WIB

Catat, Ini Panduan Puasa Aman dan Sehat untuk Ibu Hamil

Catat, Ini Panduan Puasa Aman dan Sehat untuk Ibu Hamil

Health | Selasa, 30 April 2019 | 07:05 WIB

Terkini

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

Surya Paloh Buka-bukaan Soal Parliamentary Threshold 7 Persen: NasDem Rela Tersingkir dari Parlemen

News | Sabtu, 19 September 2026 | 21:34 WIB

×