Ini Takaran Ideal agar Konsumsi Kopi Tak Picu Peningkatan Tekanan Darah

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 17 Mei 2019 | 14:31 WIB
Ini Takaran Ideal agar Konsumsi Kopi Tak Picu Peningkatan Tekanan Darah
Ilustrasi minum kopi. (shutterstock)

Suara.com - Konsumsi kopi merupakan salah satu faktor risiko dari hipertensi atau tekanan darah tinggi. Lantas, di tengah tren kopi susu kekinian seperti sekarang, apakah bisa memicu peningkatan kasus hipertensi?

Disampaikan Ketua Indonesian Society of Hypertension (InaSH) dr Tunggul D. Situmorang SpPD-KGH, sejauh tidak melebihi batas, konsumsi kopi boleh-boleh saja dilakukan termasuk pada penderita hipertensi. Bahkan menurut dia, sudah ada penelitian yang mengungkap manfaat mengonsumsi 2-3 cangkir kopi sehari karena mengandung antioksidan.

"Tetapi kalau ada orang yang jadi kebiasaan mengonsumsi kopi berlebihan, maka jelas terlihat bahwa setengah jam setelahnya mengukur tekanan darah itu pasti tekanan darah naik," ujar dr. Tunggul dalam Peringatan Hari Hipertensi Sedunia di Kementerian Kesehatan, Jumat (17/5/2019).

Dr. Tunggul menambahkan, pada pasien hipertensi dengan tekanan darah yang terkontrol, maka boleh-boleh saja mengonsumsi secangkir kopi sehari. Menurut dia, tidak ada larangan mengonsumsi makanan dan minuman tertentu bagi pasien hipertensi asal jumlahnya tidak berlebihan dan dibarengi konsumsi obat anti hipertensi yang teratur.

"Silahkan saja dalam batasan tertentu dan diukur juga kadar kafeinnya. Idealnya 1-2 gelas per hari boleh dengan kadar kafein yang jangan berlebihan," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, mengatakan bahwa di Peringatan Hari Hipertensi Sedunia ini, masyarakat diimbau untuk lebih peduli memeriksakan tekanan darahnya secara teratur untuk menemukan penyakit ini lebih awal.

Pasalnya, jumlah kasus hipertensi di Indonesia sendiri tercatat 63.309.620 kasus, namun baru 5.571.246 kasus yang terdeteksi oleh tenaga kesehatan. Itu berarti, kata dia, ada sekitar 57 juta kasus hipertensi yang belum terdeteksi di Indonesia.

"Sekitar 7 dari 10 orang Indonesia tidak tahu bahwa dia mengidap hipertensi. Deteksi dini bisa dilakukan mandiri, misal kalau di rumah punya tensi sendiri atau mendatangi faskes berkala," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Suka Marah-Marah Tanda Hipertensi?

Suka Marah-Marah Tanda Hipertensi?

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 13:03 WIB

Kafe Ini Sajikan Hujan Gula di Atas Secangkir Kopi, Tempatnya Instagramable

Kafe Ini Sajikan Hujan Gula di Atas Secangkir Kopi, Tempatnya Instagramable

Lifestyle | Kamis, 16 Mei 2019 | 15:00 WIB

Konsumsi Kafein Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

Konsumsi Kafein Bisa Picu Risiko Penyakit Jantung

Health | Senin, 13 Mei 2019 | 14:28 WIB

Terkini

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Geely Panda Mini Dijual Rp115 Juta, Harga Mobil Listrik Seken Bisa Ambruk

Otomotif | Minggu, 13 September 2026 | 21:00 WIB

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Cara Pesan Tiket Liga Indonesia Seharga Rp1 Lewat BRImo

Bri | Minggu, 13 September 2026 | 20:41 WIB

×