Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia

Vania Rossa, Firsta Nodia

Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:05 WIB
Kemenkes: Belum Ditemukan Kasus Penularan Cacar Monyet Antar Manusia
Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono. (Suara.com/Firsta Putri Nodia)

Suara.com - Kementerian Kesehatan meminta masyarakat agar tak panik dengan kasus cacar monyet yang sudah ditemukan kasusnya di Singapura. Pasalnya, seperti disampaikan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, hingga kini belum ditemukan penularan kasus cacar monyet atau monkeypox ini antar manusia.

"Sampai dengan sekarang, kalau bicara mekanisme penularan ke manusia, belum ada manusia ke manusia. Yang ada hewan ke manusia. Hewan juga saat ini masih ada di Afrika. Di Indonesia kita tidak menemukan inang yang terinfeksi monkeypox," ujar Anung di sela-sela temu media di Kementerian Kesehatan, Jumat (17/5/2019).

Anung menjelaskan, monkeypox sendiri merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox yang menginfeksi monyet, tikus, dan tupai. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Meski belum ditemukan kasus di Indonesia, ia tetap meminta masyarakat waspada terhadap penularan virus ini.

"Sejauh ini kita juga mengimbau perilaku hidup berih dan sehat. Masyarakat jangan panik, tapi waspada itu perlu. Pastikan cuci tangan setelah menyentuh apapun termasuk hewan, hindari kontak dengan hewan inang seperti monyet, tikus, tupai. Lalu hindari makan daging dari hewan liar yang kita tidak tahu sumbernya," imbuhnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk mewaspadai anggota keluarga atau tetangga yang baru saja berasal dari negara yang sudah terinfeksi monkeypox. Jika memang mengalami demam, sakit kepala hebat, pembesaran kelenjar getah bening, kulit melepuh, agar segera mengunjungi fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat pemeriksaan lebih lanjut.

"Ingat, masalah ini bisa sembuh sendiri kalau tidak ada super infeksi, tapi kita harus waspadai risiko super infeksi," imbuhnya.

Indonesia, kata Anung, juga sudah melakukan berbagai cara untuk mewaspadai penularan virus monkeypox ini. Petugas di pintu-pintu masuk negara juga telah diberi surat edaran untuk memperketat pengawasan.

"Indonesia sudah melakukan berbagai hal, kita sudah detect respon ke semua pintu negara. Sudah kita lakukan bukan karena monkeypox, tapi kita lakukan setiap hari untuk penyakit lainnya juga. Masyarakat jangan panik, tapi waspada itu perlu," tandasnya.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Antisipasi Cacar Monyet, Pemkot Surabaya Akan Berkoordinasi Dengan Provinsi

Antisipasi Cacar Monyet, Pemkot Surabaya Akan Berkoordinasi Dengan Provinsi

News | Kamis, 16 Mei 2019 | 22:43 WIB

Pakar IPB Sebut Cacar Monyet Penyakit Eksotik, Apa Alasannya?

Pakar IPB Sebut Cacar Monyet Penyakit Eksotik, Apa Alasannya?

Health | Kamis, 16 Mei 2019 | 17:43 WIB

Kenali Perbedaan Cara Penularan Virus Cacar Monyet dengan Cacar Air

Kenali Perbedaan Cara Penularan Virus Cacar Monyet dengan Cacar Air

Health | Kamis, 16 Mei 2019 | 15:48 WIB

Terkini

Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan

Sang Pemenang Berdiri Sendirian: Ketika Kesuksesan Berujung pada Kehampaan

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 15:00 WIB

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Klaim Voucher Diskon Obat di Kimia Farma dari BRI Lewat Link Ini

Bri | Jum'at, 25 September 2026 | 14:55 WIB

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

Jimmy Masrin Kasus Apa? Sosok Pria yang Kena Sorot Ombudsman Nikmati Fasilitas Mewah Lapas Cibinong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:54 WIB

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

Laga FIFA Asean Cup di GBK Hari Ini, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan 10 Kantong Parkir

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

Lagi-lagi di Pasar Kemis! Warga Temukan Kerangka Manusia saat Cari Rumput di Lahan Kosong

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:53 WIB

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

John Herdman Ogah Timnas Indonesia Dibayangi Kegagalan Piala AFF

Bola | Jum'at, 25 September 2026 | 14:52 WIB

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Bisa Merusak Freezer, Ini Bahaya Menusuk Bunga Es dengan Pisau

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:50 WIB

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

9 Sampo Penghilang Uban Sachet Praktis, Harganya Mulai Rp8 Ribuan

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

China Jadi Sumber Terbesar Emisi SF6 Dunia, Klaim Daur Ulang Dipertanyakan

News | Jum'at, 25 September 2026 | 14:48 WIB

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

PHK Tembus 53.490 Orang hingga Agustus 2026, Airlangga: Lapangan Kerja Masih Lebih Besar

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 14:47 WIB

×