Kenali Perbedaan Cara Penularan Virus Cacar Monyet dengan Cacar Air

Ade Indra Kusuma

Kamis, 16 Mei 2019 | 15:48 WIB
Kenali Perbedaan Cara Penularan Virus Cacar Monyet dengan Cacar Air
Ilustrasi cacar monyet. (Shutterstock)

Suara.com - Mengenal Perbedaan Cara Penularan Virus Cacar Monyet dengan Cacar Air.

Cacar monyet atau monkeyfox baru-baru ini menjadi pembicaraan hangat di tanah air lantaran ditemukan satu kasus terjadi di Singapura.

Kasus cacar monyet ditemukan pada seorang lelaki asal Nigeria, yang diduga terinfeksi di negaranya sebelum masuk ke Singapura.

"Meski risiko penularan manusia ke manusia sangat rendah, Kementerian Kesehatan saat ini sudah mengambil langkah-langkah pencegahan yang dperlukan," demikian pernyataan dari otoritas kesehatan Singapura, dilansir Reuters.

Saat ini, Batam yang merupakan wilayah perbatasan dengan Singapura sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Bicara soal penularan cacar Monyet, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok, Novarita menerangkan, penyakit tersebut langka dan jarang terjadi.

"Penyakit itu berasal dari hewan, masuk ke manusia yang ditularkan melalui kontak darah atau cairan tubuh, serta gigitan hewan yang telah terkontaminasi. Biasanya penularan itu berasal dari hewan seperti primata dan pengerat. Monkeypox mulai timbul saat 14 hingga 21 hari sejak pertama kali terinveksi virusnya," jelasnya saat dihubungi Suara.com Rabu 15 Mei 2019.

Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)
Monkeypox atau cacar monyet. (Shutterstock)

Ia menuturkan, gejala yang timbul pada penyakit itu diantaranya demam, sakit kepala hebat, limfadenopati atau pembengkakan kelenjar getah bening, sakit punggung, nyeri otot, kekurangan energi, serta ruam kulit yang muncul mulai dari wajah hingga ke tempat lain.

Menurut dia, penyakit monkeypox ini mirip dengan cacar pada manusia, lebih ringan namun dapat berakibat fatal.

baca juga

"Kalau mengalami gejala tersebut harus segera berobat ke pelayanan kesehatan dasar untuk mendapatkan perawatan," kata Novarita.

"Kami segera antisipasi terutama memberikan edukasi ke warga untuk mengenali gejalanya agar dapat waspada terhadap virus tersebut," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila Moeloekmengatakan mengatakan pihaknya akan memperkuat pemeriksaan kesehatan baik di Pelabuhan Batam dan Bandara Internasional untuk mencegah masuknya penyakit human monkeypox atau cacar monyet.

Hal itu akan dilakukan Kemenkes karena penyakit cacar monyet sudah masuk ke Singapura.

"Mula-mula penyakit ini hanya ada di Afrika, terutama Afrika Barat, Kongo Liberia, Nigeria, Pantai Gading. Dan menularnya ya tadi, kita khawatir karena saat ini sudah sampai di Singapura. Kami dari kantor kesehatan pelabuhan Batam, pintu masuk utama dari Singapura, kita perkuat dalam hal ini," ujar Nila di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Karenanya, Nila menuturkan, Kemenkes akan memaksimalkan alat yang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia baik yang ada di pelabuhan maupun di bandara internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sarwendah di Singapura, Ruben Onsu Tak Khawatir Virus Cacar Monyet

Sarwendah di Singapura, Ruben Onsu Tak Khawatir Virus Cacar Monyet

Entertainment | Kamis, 16 Mei 2019 | 15:18 WIB

Antisipasi Virus Cacar Monyet, Bandara Solo Pasang Alat Thermal Scanner

Antisipasi Virus Cacar Monyet, Bandara Solo Pasang Alat Thermal Scanner

Health | Kamis, 16 Mei 2019 | 13:52 WIB

Kemenkes Minta Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam Siaga Monkeypox

Kemenkes Minta Kantor Kesehatan Pelabuhan Batam Siaga Monkeypox

Health | Kamis, 16 Mei 2019 | 11:22 WIB

Terkini

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Bos Tambang Nikel Ditangkap di Makassar Kasus Pajak Rp1,18 Miliar

Sulsel | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Cuaca Mendung dan Hujan Pakai Sunscreen Apa? Cek 3 Pilihan yang Bisa Dicoba

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:55 WIB

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Kebijakan Buyback Saham Tanpa RUPS Diperpanjang hingga Juni 2027

Bisnis | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Biar Tetap Slay, Jangan Sampai Bahasa Kita Bye!

Your Say | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:50 WIB

Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Nonton Persib vs Garudayaksa, Begini Kronologisnya

Bobotoh 16 Tahun Tewas Usai Nonton Persib vs Garudayaksa, Begini Kronologisnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:49 WIB

Apakah Hari Minggu Ada Razia Polisi Operasi Patuh 2026? Ini Jadwalnya

Apakah Hari Minggu Ada Razia Polisi Operasi Patuh 2026? Ini Jadwalnya

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:45 WIB

2 Pilihan Bedak Padat Make Over untuk Makeup Flawless, Mana yang Paling Sesuai Kebutuhanmu?

2 Pilihan Bedak Padat Make Over untuk Makeup Flawless, Mana yang Paling Sesuai Kebutuhanmu?

Lifestyle | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:41 WIB

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

Seskab Teddy Sebut 45 Ribu Anak Keluarga Kurang Mampu Terbantu Sekolah Rakyat

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Penyelundupan 2 Ton Solar Subsidi ke Jambi Digagalkan, Disamarkan dalam Karung Pupuk dan Fiber Ikan

Penyelundupan 2 Ton Solar Subsidi ke Jambi Digagalkan, Disamarkan dalam Karung Pupuk dan Fiber Ikan

Sumbar | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:39 WIB

Alih-alih CKG Menteri, Guru Besar UGM Sarankan Tes Kejiwaan dan Alihkan Anggaran ke Korban Karhutla

Alih-alih CKG Menteri, Guru Besar UGM Sarankan Tes Kejiwaan dan Alihkan Anggaran ke Korban Karhutla

News | Senin, 26 Oktober 2026 | 12:37 WIB

×