Perlu Ada Penelitian Lokal untuk Buktikan Dampak Rokok Elektrik

M. Reza Sulaiman

Senin, 20 Mei 2019 | 15:50 WIB
Perlu Ada Penelitian Lokal untuk Buktikan Dampak Rokok Elektrik
Vape atau rokok elektrik. (Shutterstock)

Suara.com - Perlu Ada Penelitian Lokal untuk Buktikan Dampak Rokok Elektrik

Inovasi teknologi terus dikembangkan untuk membantu masyarakat memiliki hidup yang lebih sehat, termasuk untuk berhenti merokok.

Anggota Dewan Penasihat Himpunan Peneliti Indonesia (HIMPENINDO) yang juga merupakan peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof. Dr. Erman Aminullah M.Sc. mengatakan bahwa inovasi teknologi yang dihadirkan oleh produk alternatif seperti rokok elektrik dapat menjadi solusi untuk mengurangi angka perokok di Indonesia.

“Pengembangan teknologi yang terdapat dalam produk tembakau alternatif seperti rokok elektrik mengeliminasi tar sebagai senyawa paling berbahaya pada rokok, sehingga risiko kesehatannya menjadi jauh lebih rendah. Dilihat dari sudut pandang teknologi disruptif, inovasi ini dapat berpotensi mengubah pola kecenderungan konsumsi dari produk tembakau konvensional ke produk yang jauh lebih rendah risiko,” ungkap Erman, dalam siaran pers yang diterima Suara.com.

Namun, terlepas dari inovasi teknologi yang ditawarkan, penerimaan publik terhadap rokok elektrik dan pengembangan teknologi kesehatan lainnya bukanlah hal yang sederhana.

Dosen senior Global Health, Development, Environment and Pharmaceutical Industry di University of Derby, Inggris Dono Widiatmoko mengatakan bahwa meninjau pengembangan teknologi baru dalam kesehatan terutama di negara berkembang seperti Indonesia merupakan hal yang sangat kompleks.

Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)
Ilustrasi vape (rokok elektrik). (Shutterstock)

“Untuk mencapai manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat, penilaian yang menyeluruh dan objektif terhadap pengembangan teknologi baru dalam layanan kesehatan sangatlah dibutuhkan. Jangkauan dampaknya terhadap baik pasien, masyarakat, sistem kesehatan, maupun ekonomi harus menjadi bahan peninjauan. Meskipun suatu intervensi baru dalam layanan kesehatan pasti menimbulkan kontroversi, pembuktian ilmiah yang komprehensif perlu didiskusikan secara terbuka dan dewasa,” jelas Dono.

Inovasi teknologi yang dikembangkan untuk membantu perokok berhenti pun tidak terlepas dari kerumitan ini. Meskipun telah banyak penelitian tentang rokok elektrik yang dilakukan di tingkat global, publik masih cenderung mengabaikan temuan-temuannya dan mendesak dilakukannya penelitian secara lokal.

Namun pada saat bersamaan, belum tampak adanya upaya atau keinginan baik dari pemerintah maupun lembaga penelitian untuk mencari jawaban dari perdebatan tentang rokok elektrik dengan melakukan penelitian dalam konteks lokal di Indonesia.

baca juga

“Layaknya inovasi teknologi lainnya, penerimaan publik terhadap inovasi ini (rokok elektrik) masih menghadapi banyak tantangan, apalagi dengan sudah terbiasanya masyarakat dengan konsumsi tembakau konvensional dan tidak memahami perbedaan antara rokok konvensional dengan produk alternatif.”

Sebelum rokok eletrik dikenal secara luas seperti sekarang, salah satu metode berhenti merokok yang paling umum digunakan adalah Terapi Penggantian Nikotin (NRT). Metode ini menggunakan alat bantu seperti permen karet nikotin, patches atau nikotin tempel, dan inhaler untuk menggantikan konsumsi nikotin yang berasal dari rokok tembakau.

Metode ini sudah diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai salah satu obat-obatan esensial yang akan membantu upaya berhenti merokok dan praktik terapinya sendiri telah diadopsi oleh klinik-klinik berhenti merokok di Indonesia.

Di tengah-tengah perdebatan tentang efektivitas NRT, para praktisi kesehatan mulai memperkenalkan pendekatan harm reductionmenggunakan produk alternatif seperti rokok elektrik, termasuk Electronic Nicotine Delivery System (ENDS).

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, produk-produk alternatif ini mengeliminasi senyawa-senyawa berbahaya yang terkandung dalam rokok tembakau konvensional namun pada saat bersamaan juga memberikan pengalaman yang serupa dengan merokok, sehingga para perokok pun jadi lebih mudah dalam meninggalkan kebiasaan buruknya secara perlahan.

Dengan pemerintah telah menjamin bahwa semua orang memiliki hak untuk mengakses layanan kesehatan yang lebih baik, perbaikan dan pemajuan alat-alat kesehatan melalui berbagai penelitian perlu dilakukan, Hal ini membutuhkan pendekatan yang lebih terbuka dan technology-minded dari semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, ilmuwan medis, praktisi kesehatan, serta peneliti demi mendukung upaya berhenti merokok di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gunakan Vape, Orang Tua Sebaiknya Hindari Penggunaannya di Dekat Anak

Gunakan Vape, Orang Tua Sebaiknya Hindari Penggunaannya di Dekat Anak

Health | Jum'at, 10 Mei 2019 | 17:05 WIB

Vaping Saat Puasa Tidak Lebih Baik daripada Merokok, Ini Alasannya

Vaping Saat Puasa Tidak Lebih Baik daripada Merokok, Ini Alasannya

Health | Senin, 06 Mei 2019 | 13:05 WIB

Klaim Manfaat Rokok Elektrik untuk Berhenti Merokok Perlu Dikaji Ulang

Klaim Manfaat Rokok Elektrik untuk Berhenti Merokok Perlu Dikaji Ulang

Health | Kamis, 02 Mei 2019 | 11:38 WIB

Terkini

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Siasat BI Lampung Jaga Harga Cabai Tak Pedas di Akhir Tahun

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:25 WIB

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

Wamenkop Soroti Pelamar Kerja Membludak di Bekasi, Kopdes Merah Putih Jadi Jawaban?

News | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:23 WIB

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

10 Sifat Buruk Zodiak Gemini yang Jarang Diketahui

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:20 WIB

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Marlina si Pembunuh dalam Empat Babak: Perlawanan Perempuan di Tengah Sunyinya Sumba

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:05 WIB

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

8 Sunscreen Spray SPF 50 untuk Kulit Usia Matang, Praktis Bantu Cegah Tanda Penuaan

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 09:02 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Bukan Sekadar Teknologi, Generative AI Mulai Mengubah Cara Orang Indonesia Membuat Film

Tekno | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:50 WIB

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Bukan Cuma Kerja di Kapal, Ini Luasnya Peluang Karier di Industri Maritim

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:48 WIB

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Trump Nyinyir, Prabowo Optimis: Masa Depan Kendaraan Listrik Jadi Ajang Tarik Ulur

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:47 WIB

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Maut di Balik Secangkir Kopi di Pasuruan: Motif Nenek Nurami Dibunuh Saudara Jauh

Jatim | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:27 WIB

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Sisi Gelap Sound Horeg Agustusan: Antara Cuan Gacor dan Panci yang Ikut Bergetar

Your Say | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 08:25 WIB

×