Array

Gunakan Vape, Orang Tua Sebaiknya Hindari Penggunaannya di Dekat Anak

Jum'at, 10 Mei 2019 | 17:05 WIB
Gunakan Vape, Orang Tua Sebaiknya Hindari Penggunaannya di Dekat Anak
Ilustrasi vape dan rokok elektrik (Shutterstock).

Suara.com - Gunakan Vape, Orang Tua Sebaiknya Hindari Penggunaannya di Dekat Anak

Setelah memiliki anak, banyak orang tua mengubah gaya hidup mereka secara perlahan. Untuk masalah merokok, penelitian baru menunjukan tak sedikit dari orang tua yang mulai beralih ke rokok elektronik atau vape saat mereka memiliki anak.

Diterbitkan dalam jurnal JAMA Pediatrics, 4,9 persen orang Amerika yang hidup dengan anak-anak yang berusia di bawah 18 tahun menggunakan vape, dibandingkan dengan 4,2 persen orang dewasa yang hidup tanpa anak.

Angka ini naik menjadi 5,6 persen untuk mereka yang hidup dengan anak yang menderita asma.

Dampak asap rokok konvensional pada anak sudah diketahui, namun untuk vape masih perlu penelitian yang lebih banyak.

Meski begitu, anak-anak yang hidup dengan orang dewasa yang menggunakan vape dapat terpapar aerosol dalam uap, yang digambarkan oleh para peneliti sebagai campuran senyawa dengan konsekuensi kesehatan yang belum diketahui.

Ini mungkin termasuk formaldehida, logam berat, nikotin dan partikel ultrafine.

Penulis utama Jenny Carwile dari Maine Medical Center di Portland mengatakan, pengguna vape umumnya menganggap aerosol sebagai uap air yang tidak berbahaya.

Berbicara kepada The Independent, Carwile menambahkan bahwa mereka yang tidak menggunakan vape tetap dapat terpapar bahan kimia dari uap tersebut.

"Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan tentang dampak kesehatan dari paparan aerosol dari uap vape," tambahnya.

Baca Juga: Uap Vape Sama Bahayanya dengan Asap Rokok? Ini Kata Peneliti

American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar orang tua tidak menggunakan vape di sekitar anak-anak, terutama di mobil dan rumah. Mereka menyarankan agar undang-undang bebas asap rokok diperluas untuk vape juga.

Surat itu datang setelah studi terbaru yang dilakukan oleh para peneliti di Universitas Harvard menemukan bahwa beberapa kartrid vape dan cairan vape terkontaminasi oleh bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan infeksi paru-paru dan asma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Jika Kamu adalah Mobil, Kepribadianmu seperti Merek Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI