Trik Agar Mudah Ingat Materi Pelajaran, Endus Bau Lemon atau Pijat Telinga

Vika Widiastuti | Rosiana Chozanah
Trik Agar Mudah Ingat Materi Pelajaran, Endus Bau Lemon atau Pijat Telinga
Ilustrasi anak sedang ujian (Shutterstock)

Ada trik bagus agar para siswa mudah mengingat materi selama belajar, salah satuya mengendus bau lemon atau memijat telinga.

Suara.com - Sedang menjalani ujian, para pelajar maupun mahasiswa pasti akan dipusingkan dengan materi yang harus mereka pejalari agar bisa lulus dengan nilai yang memuaskan.

Sayangnya, tidak sedikit dari mereka yang menggunakan metode belajar 'kebut semalam' untuk memelajari materi yang akan diujikan keesokan harinya.

Pada akhirnya, tidak sedikit juga yang melupakan materi tersebut saat sudah berada di ruang ujian.

Agar belajar lebih mudah diingat dan dipelajari oleh siswanya, para guru di Queen Anne's School, Inggris berkerja sama dengan para ilmuwan saraf di universitas-universitas seluruh Inggris membuat solusi metode belajar yang didukung secara ilmiah.

Hasilnya adalah panduan'BrainCanDo' yang memberikan siswa, dan orang tua mereka, strategi belajar yang praktis dan efektif yang berakar pada bukti-bukti neuroscientific terbaru.

Ilustrasi orangtua menemani anak belajar (Shutterstock)
Ilustrasi orangtua menemani anak belajar (Shutterstock)

1. Menguji diri sendiri

"Tidak ada kolerasi antara jumlah waktu yang kau revisi dan hasil yang kau dapatkan," tutur mantan psikolog olahraga dan direktur form keenam di Queen Anne's yang mengerjakan panduan ini, Ben Stephenson.

Ben menyarankan siswa untuk menguji diri mereka sendiri pada hari-hari menjelang ujian.

"Catat poin-poin penting pada suatu topik lalu uji diri sendiri, lihat berapa banyak yang bisa kalian ingat."

2. Jangan belajar dalam satu waktu

"Siswa cenderung menghabiskan satu hari penuh pada satu topik tetapi pembelajaran 'spasi' akan jauh lebih baik," tutur Ben.

Maksudnya adalah, belajar biologi dan bahasa inggris dalam satu waktu. Tetapi setelah itu beri jeda untuk beristirahat.

Kemudian uji diri sendiri beberapa waktu kemudian.

"Ini berfungsi karena memberi siswa waktu untuk 'melupakan' apa yang telah mereka pelajari, yang merupakan kuncinya," sambungnya.

3. Sebaiknya orang tua tetap diam

Biasanya orang tua akan membantu anak-anak mereka saat belajar menjelang ujian. Padahal hal ini justru bisa berdampak buruk pada sang anak sendiri.

"Orang tua ingin merasa berguna, tetapi terkadang hal ini akan berdampak negatif. Doakan saja yang terbaik, katakan betapa bangganya kau (orang tua) pada mereka (sang anak), biarkan mereka tahu kau bangga dengan usaha keras mereka," tutur Ben.

Bahkan Ben menyarankan pada orang tua, akan lebih baik membicarakan hal lain di luar ujian. Untuk siswa yang sedang dalam masa ujian, biasanya mereka akan lebih banyak mendengarkan daripada berbicara.

4. Mengendus bau lemon atau memijat telinga

Seorang siswa dapat mengkondisikan otak mereka untuk melakukan yang terbaik selama ujian, seperti halnya seorang atlet dapat mengkondisikan tubuh mereka sebelum perlombaan.

Salah satu triknya adalah mengaitkan objek pemicu atau sensasi dengan suasana hati positif yang kemudian dapat dimanfaatkan pada hari itu.

Cobalah menghirup bau lemon sambil melakukan aktivitas favorit, entah itu menonton acara TV favorit, memikirkan liburan, atau menelusuri album, dalam minggu-minggu menjelang ujian.

Ini akan mengirimkan sinyal ke hippocampus, yang berperan dalam emosi dan memori.

Kemudian sebelum berjalan ke ruang ujian, mengendus bau lemon untuk membangkitkan emosi positif yang sama yang telah Anda kaitkan dengannya.

Cara lainnya adalah dengan memijat telinga. Hal ini mempunyai efek yang sama dengan membaui lemon.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS