Hindari Stres dan Cemas Berlebih, Kondisi Ini Bisa Picu Radang Otak

Rima Sekarani Imamun Nissa, Shevinna Putti Anggraeni

Selasa, 28 Mei 2019 | 03:15 WIB
Hindari Stres dan Cemas Berlebih, Kondisi Ini Bisa Picu Radang Otak
Ilustrasi kondisi radang otak (Shutterstock)

Suara.com - Radang otak adalah peradangan akut otak yang disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini termasuk jenis penyakit mematikan karena berkaitan dengan organ paling penting dalam tubuh manusia.

Biasanya penyakit ini dipicu oleh beberapa faktor termasuk gaya hidup, baik dari segi makanan maupun kegiatan sehari-hari.

Melansir dari Popular Science, stres jangka panjang juga bisa menjadi faktor seseorang menderita radang otak.

Para peneliti telah melakukan studi baru pada hewan tikus yang membuktik adanya hubungan antara stres dan radang otak.

Pada studi mereka yang tertera dalam Journal of Neuroscience mencoba menempatkan beberapa ekor tikus yang agresif di dalam kandang selama seminggu.

Setelah seminggu terkurung di dalam kandang, beberapa ekor tikus itu terlihat stres. Mereka tidak bisa menemukan lubang tempat biasa mencari makan dan bermain ketika belum dikurung dalam kandang selama seminggu.

Peneliti pun menyimpulkan bahwa stres telah merusak memori dan daya ingat tikus sehingga mereka kesulitan mencari lubang atau gorong-gorong yang biasanya jadi tempat mereka berkumpul.

Ilustrasi radang otak (Shutterstock)
Ilustrasi radang otak (Shutterstock)

"Tikus-tikus yang stres kesulitan mengingatnya, tetapi tikus yang tidak stres tidak mengalami hal demikian," kata Jonathan Godbout, profesor ilmu saraf di Ohio State University.

Setelah 4 minggu mereka bertahan hidup dalam kondisi stres, tikus-tikus tersebut meringkuk di sudut ruangan. Gelagat tikus yang meringkuk dan tidak aktif seperti sebelumnya sebagai bentuk gejala depresi.

baca juga

Para peneliti pun menduga stres berat telah memengaruhi hippocampi tikus, yakni bagian kunci otak yang berkaitan dengan memori dan navigasinya.

Stres telah menyebabkan sistem kekebalan tikus menyerang otak mereka sendiri yang akhirnya terjadi peradangan otak.

Ilustrasi sakit kepala saat bangun pagi. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit kepala. (Shutterstock)

Penelitian tersebut pun membuktikan bahwa peradangan otak yang terjadi di belakang efek neurologis disebabkan oleh stres berat atau stres akut.

Bahkan penelitian tentang hubungan stres dengan radang otak ini pun bukan pertama kalinya dilakukan oleh para peneliti.

Selain itu, penelitian ini juga diharapkan menjadi informasi baru bahwa stres, kecemasan, dan depresi bisa menjadi pemicu seseorang menderita radang otak atau memperburuknya jika memang ia sudah berstatus penderita.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jeje S4 Meninggal, Kenali 5 Gejala Awal Radang Otak

Jeje S4 Meninggal, Kenali 5 Gejala Awal Radang Otak

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 19:25 WIB

Goo Hara Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Ini 2 Kemungkinan Penyebabnya

Goo Hara Lakukan Percobaan Bunuh Diri, Ini 2 Kemungkinan Penyebabnya

Entertainment | Senin, 27 Mei 2019 | 17:45 WIB

Kontak Fisik Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Penjelasannya

Kontak Fisik Bisa Pengaruhi Kesehatan Mental dan Fisik, Ini Penjelasannya

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 11:03 WIB

Terkini

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Purbaya Ikut Bingung Data Desil BPS, Pilih Pakai Versi Lama Jika Tetap Ngaco

Bisnis | Selasa, 08 September 2026 | 22:26 WIB

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Kampus Ini Dorong Mahasiswa Siap Kerja Sejak Hari Pertama Kuliah

Lifestyle | Selasa, 08 September 2026 | 22:24 WIB

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Jumlah Pengguna Capcut Tembus 660 Juta, Tersebar di 170 Negara

Tekno | Selasa, 08 September 2026 | 22:20 WIB

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

43 Ribu Anak Jadi Korban, Amnesty Internasional Desak Polisi Usut Pidana Keracunan MBG

News | Selasa, 08 September 2026 | 22:15 WIB

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Lamine Yamal Jadi Favorit, 10 Pemain Berebut Gelar Pemain Muda Terbaik Ballon dOr 2026

Bola | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Seberapa Berbahaya Abu Vulkanik bagi Tubuh?

Video | Selasa, 08 September 2026 | 22:05 WIB

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

24 Jam Hilang di Selat Sunda, 8 Penumpang Kapal Termasuk Lima Jurnalis Belum Ditemukan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:55 WIB

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Akbar Firmansyah Antusias Kembali Bermain di Stadion Gelora 10 November

Jawa Tengah | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

Modus TPPO Makin Canggih, Pemerintah Dorong Deteksi Korban Sejak Perekrutan

News | Selasa, 08 September 2026 | 21:41 WIB

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Berawal dari Toko Sembako, Polresta Sidoarjo Bongkar Jaringan Uang Palsu Lintas Provinsi

Jatim | Selasa, 08 September 2026 | 21:38 WIB

×