Tren Konsumsi Biji Chia demi Perut Ramping, Ini Kata Ahli Gizi

M. Reza Sulaiman, Dinda Rachmawati

Jum'at, 07 Juni 2019 | 20:43 WIB
Tren Konsumsi Biji Chia demi Perut Ramping, Ini Kata Ahli Gizi
Konsumsi Biji Chia disebut baik untuk program diet penurunan berat badan. (Shutterstock)

Suara.com - Tren Konsumsi Biji Chia demi Perut Ramping, Ini Kata Ahli Gizi

Biji chia atau chia seed akhir-akhir ini menjadi tren diet yang populer. Biji chia digunakan untuk berbagai makanan, mulai dari puding hingga smoothie.

Biji chia populer karena disebut sebagai bahan makanan yang baik untuk menurunkan berat bedan. Sebenarnya, biji chia berasal dari tanaman berbunga dalam keluarga mint yang disebut Salvia hispanica.

Hal inilah membuatnya mengandung begitu banyak nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Dilansir dari Womens Health Magazine, biji chia dikenal kaya protein dan asam lemak omega-3.

Selain itu, biji chia sarat dengan 11 gram serat per porsi, yang dapat membantu Anda yang ingin menurunkan berat badan dan memiliki efek rasa kenyang yang lebih lama.

"Banyak orang Amerika yang kekurangan asupan serat dan memasukkan biji chia ke dalam makanan ringan serta resep lainnya. Hal ini dapat menjadi satu langkah untuk mendapatkan lebih banyak serat," kata Cara Harbstreet, RD, dari Street Smart Nutrition.

Protein di dalam biji chia lah yang membuatnya berguna untuk usaha penurunan berat badan. Namun, Harbstreet menekankan, jika penurunan berat badan adalah soal memperhatikan keseluruhan diet dan olahraga rutin Anda.

Ini bukan tentang makan lebih banyak (atau kurang) dari satu makanan tertentu, katanya.

"Tidak ada satu makanan atau bahan apa pun yang bisa melakukan itu, jadi jika Anda berharap biji chia dapat mengatasi masalah kesehatan Anda atau menjadi katalisator penurunan berat badan, saya sarankan untuk menghubungi ahli gizi untuk mendukung tujuan pribadi Anda," kata Harbstreet.

baca juga
Konsumsi Biji Chia disebut baik untuk program diet penurunan berat badan. (Shutterstock)
Konsumsi Biji Chia disebut baik untuk program diet penurunan berat badan. (Shutterstock)

Jadi sebenarnya, biji chia tidak lantas serta merta membantu Anda membakar lemak di perut atau secara ajaib meningkatkan metabolisme Anda jika tidak dijalani dengan olahraga dan asupan makanan yang tepat.

Lalu, apakah ada efek samping dari memakan biji chia? Ukuran satu porsi biji chia sekitar satu ons, atau dua sendok makan dan ada alasan untuk itu.

"Sebenarnya biji chia tidak menyebabkan reaksi atau memicu gejala, seperti beberapa makanan lain yang dikenal alergen atau memicu gejala. Namun, peningkatan asupan serat secara tiba-tiba dan drastis berpotensi menyebabkan beberapa 'perilaku buruk', terutama bagi orang-orang yang sebelumnya mengonsumsi sangat sedikit serat," ujar dia.

Terlalu banyak serat, justru dapat membuat perut menjadi kembung dan diare. Anda juga mungkin merasa lebih kenyang dari biasanya setelah makan biji chia. Tapi, ini karena biji chia menyerap cairan dan volumenya bisa menjadi lebih besar saat di dalam perut.

"Ini bukan masalah makan sampai kenyang, tetapi jika itu menggantikan makanan lain dalam diet Anda, Anda mungkin secara tidak sengaja mengurangi variasi makanan dan nutrisi dalam pola makan Anda secara keseluruhan," kata Harbstreet.

Nah, jika Anda yang tetap ingin mengonsumsi biji chia, sangat mudah untuk menambahkannya ke dalam diet Anda. Karena biji chia relatif hambar, cobalah untuk menaburkannya di yogurt atau dicampur ke dalam camilan pagi Anda.

"Anda bisa memakannya mentah, dipanggang, direndam, atau dimasak," kata Becky Kerkenbush, RD, dan perwakilan medis ke Akademi Nutrisi dan Dietetika Wisconsin.

Bahkan, lanjut Kerkenbush, biji chia bisa dicampurkan ke dalam telur saat Anda membuat roti panggang, dengan menggabungkan satu sendok makan biji chia dengan tiga sendok makan air untuk satu telur.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ini Lima Manfaat Keju bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Ini Lima Manfaat Keju bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui

Health | Jum'at, 07 Juni 2019 | 10:23 WIB

Sedang Diet Tapi Ingin Makan Kue Lebaran, Ini Syaratnya

Sedang Diet Tapi Ingin Makan Kue Lebaran, Ini Syaratnya

Health | Rabu, 05 Juni 2019 | 19:00 WIB

Liburan Lebaran Banyak Makanan Manis, Ini 5 Rahasia Menjaga Berat Badan

Liburan Lebaran Banyak Makanan Manis, Ini 5 Rahasia Menjaga Berat Badan

Lifestyle | Senin, 03 Juni 2019 | 05:00 WIB

Terkini

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

El Nino dan Perubahan Iklim Tingkatkan Risiko DBD, Mengapa Kita Harus Lebih Waspada?

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:49 WIB

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Penyakit Jantung Tak Menunggu Tua: Ini Strategi Proteksi di Tengah Lonjakan Biaya Medis

Health | Selasa, 23 Juni 2026 | 14:07 WIB

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

WHO Sebut Pengobatan Gigi Jadi Beban Kesehatan Terbesar Ketiga Secara Global

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:05 WIB

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Tak Hanya Fisik, Polusi Udara Juga Mengancam Kesehatan Mental

Health | Senin, 22 Juni 2026 | 10:00 WIB

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Makin Banyak Anak Puber Sebelum Waktunya, Dokter Kandungan Waspada Gangguan Hormon!

Health | Minggu, 21 Juni 2026 | 10:41 WIB

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Bukan Sekadar Haus, Ini Alasan Mengapa Air Putih Saja Tidak Cukup Saat Latihan Intens

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:51 WIB

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03 WIB

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:14 WIB

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Kasus Dermatitis pada Bayi dan Anak Terus Meningkat, Ini Cara Cegah Eksim Si Kecil Kambuh

Health | Sabtu, 20 Juni 2026 | 09:45 WIB

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Terapi Stem Cell Kian Berkembang, untuk Peremajaan Kulit hingga Pemulihan Cedera Sendi

Health | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:01 WIB