Lakukan Aborsi Tak Aman, Perempuan Cenderung Mengalami Masalah Kesehatan

Vania Rossa, Dinda Rachmawati

Rabu, 12 Juni 2019 | 14:37 WIB
Lakukan Aborsi Tak Aman, Perempuan Cenderung Mengalami Masalah Kesehatan
Ilustrasi aborsi. (Shutterstock)

Suara.com - Beberapa perempuan memilih jalan untuk mengakhiri kehamilan mereka karena berbagai alasan. Namun sayangnya, di banyak negara, akses untuk aborsi aman tak semudah yang dipikirkan.

Hal tersebut membuat University of California melakukan sebuah penelitian. Mereka melihat dampak yang didapatkan setelah perempuan mengalami penolakan untuk mendapat akses aborsi aman.

Penelitian tersebut menunjukan, perempuan yang tidak diberi akses ke aborsi aman cenderung mengalami masalah kesehatan jangka panjang.

Mereka melaporkan perempuan cenderung memiliki tingkat rasa sakit kronis yang lebih tinggi selama lima tahun setelah mereka melakukan aborsi tak aman, dibandingkan perempuan yang diberikan kesempatan aborsi aman pada trimester pertama atau kedua mereka.

Para peneliti melacak kesehatan fisik yang dilaporkan oleh sekitar 900 perempuan yang pernah mencari layanan aborsi aman di seluruh Amerika Serikat (AS) antara 2008 dan 2010.

Secara keseluruhan, 328 perempuan melakukan aborsi di trimester pertama, 383 perempuan melakukan aborsi di trimester kedua, dan 163 perempuan ditolak melakukan aborsi.

Setiap peserta memberikan informasi tentang rasa sakit mereka, kondisi kronis, dan kesehatan secara keseluruhan ketika studi dimulai, dan dua kali setahun selama lima tahun ke depan.

Ketika penelitian pertama dimulai, 20 persen perempuan yang melakukan aborsi di trimester pertama menggambarkan kesehatan pra-kehamilan mereka sebagai sedang atau buruk.

Sebagai perbandingan, 17,5 persen dari mereka yang melakukan aborsi di trimester kedua dan sekitar 18 persen dari mereka yang ditolak aborsi mengatakan hal yang sama.

baca juga

Setelah lima tahun masa tindak lanjut, sekitar 20 persen perempuan yang melakukan aborsi pada setiap tahap kehamilan melaporkan kesehatan mereka sebagai sedang atau buruk.

Namun, di antara perempuan yang ditolak aborsi dan kemudian melahirkan, persentase dari mereka yang mengatakan kesehatan mereka sedang atau buruk naik menjadi 27 persen.

Menurut para peneliti, perempuan yang akhirnya melahirkan melaporkan tingkat yang lebih tinggi dari kondisi kronis, termasuk sakit kepala, nyeri sendi, asma, dan kolesterol tinggi.

Sementara itu, dua dari perempuan yang ditolak aborsi, meninggal karena persalinan, yang menurut Lauren Ralph, sang peneliti studi, hal ini bisa dihindari jika perempuan tersebut memiliki akses ke perawatan kesehatan yang mereka cari.

"Studi kami menunjukkan bahwa melakukan aborsi aman tidak merusak kesehatan perempuan. Sebaliknya, kondisinya akan semakin buruk jika mereka ditolak untuk mendapatkan akses aborsi aman yang mereka cari," kata Ralph kepada majalah Time, seperti dilansir dari The Independent.

Di luar komplikasi kehamilan dan kelahiran, seperti pendarahan yang berlebihan, diabetes gestasional dan hipertensi gestasional, Ralph menambahkan bahwa implikasi finansial dan stres mungkin akan muncul akibat ditolaknya aborsi aman yang akan dapat berdampak negatif terhadap kesehatan seorang perempuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Protes UU Aborsi, Model Emily Ratajkowsi Unggah Foto Telanjang

Protes UU Aborsi, Model Emily Ratajkowsi Unggah Foto Telanjang

Lifestyle | Sabtu, 18 Mei 2019 | 06:40 WIB

Dokter Salah Diagnosis, Wanita Ini Menyesal Sudah Aborsi Buah Hatinya

Dokter Salah Diagnosis, Wanita Ini Menyesal Sudah Aborsi Buah Hatinya

Health | Jum'at, 17 Mei 2019 | 15:36 WIB

UU Larangan Aborsi di Alabama Disahkan, Ini Risiko Komplikasi dari Aborsi

UU Larangan Aborsi di Alabama Disahkan, Ini Risiko Komplikasi dari Aborsi

Health | Kamis, 16 Mei 2019 | 14:49 WIB

Terkini

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang

Foto | Kamis, 06 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:28 WIB

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:12 WIB

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya

Bola | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok

Bogor | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator

Banten | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:49 WIB

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!

News | Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:37 WIB

×