Sering Transplantasi Organ Tubuh, Peneliti Ungkap Lamanya Orang Bisa Hidup

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni | Suara.com

Jum'at, 14 Juni 2019 | 20:20 WIB
Sering Transplantasi Organ Tubuh, Peneliti Ungkap Lamanya Orang Bisa Hidup
Ilustrasi operasi mata [shutterstock]

Suara.com - Banyak pasien dengan kondisi sakit serius hingga harus transplantasi organ tubuh mungkin pernah mengalami kecemasan. Tak hanya soal dana, seberapa besar kesempatan mereka hidup setelah menjalani prosedur ini pun sering kali menimbulkan kegundahan.

Hal itu pun dirasakan David Rockefeller. Dilansir dari brightside.com, dia diketahui pernah melakukan transplantasi jantung sebanyak 7 kali dan ginjal 2 kali selama 20 tahun. Dia pun termasuk orang yang sangat beruntung.

David Rockefeller mampu bertahan hidup hingga 101 tahun dengan berkali-kali operasi transplantasi organ tubuh.

Namun, tentu saja ia juga mengeluarkan banyak uang semasa hidupnya untuk segala operasi yang tidak murah. Jika anda ingin tahu, besaran biaya transplantasi organ bisa mencapai miliaran. Contohnya transplantasi mata yang bisa menyentuh Rp 3 miliar.

Secara teoritis, transplantasi ginjal atau jantung memang membuat seseorang mampu bertahan hidup lebih lama sekitar 20 tahun mendatang. Meski begitu, kita juga perlu tahu bahwa pasien transplantasi organ tubuh pun berisiko mengalami komplikasi pasca operasi, termasuk infeksi dan penolakan organ.

Dalam kondisi ini, sistem kekebalan tubuh pasien sangat rentan terserang penyakit dan virus. Oleh karena itu, tak jarang tubuh pasien menolak organ yang telah didonorkan.

Ilustrasi operasi di perut [Shutterstock]
Ilustrasi operasi di perut [Shutterstock]

Beruntungnya, ilmu kedokteran yang semakin berkembang menemukan solusi agar tubuh pasien dapat menyesuaikan organ donor dengan menggunakan sel-sel induk.

Hanya saja, berapa banyak operasi yang bisa kita lakukan untuk hidup 1000 tahun? Mari kita lihat perkiraan rinciannya sebagai berikut:

  1. Pasien transplantasi ginjal membutuhkan operasi 66 kali jika ingin hidup 10-15 tahun lebih lama.
  2. Pasien transplantasi jantung membutuhkan 50 kali operasi jika ingin hidup 20 tahun lebih lama.
  3. Pasien dengan transplantasi hati mungkin harus melakukan operasi 33 kali agar bertahan hidup hingga 30 tahun lebih lama.
  4. Pasien transplantasi paru-paru harus melakukan 100 kali operasi jika ingin hidup 10 tahun lebih lama.
  5. Pasien transplantasi usus harus melakukan sebanyak 200 operasi untuk bertahan hidup 5 tahun lebih lama.
Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)
Ilustrasi transplantasi ginjal. (Shutterstock)

Namun, panjangnya umur pasien transplantasi organ tubuh juga bisa dipengaruhi oleh panjangnya usia DNA yang telah ada sejak lahir.

Intinya, kondisi seseorang mungkin akan lebih baik setelah melakukan transplantasi organ tubuh. Walau demikian, hal ini juga belum menjamin bisa membuat orang tersebut hidup lebih lama seperti yang diinginkan, mengingat ada banyak risiko setelah operasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dikira Tumor, Dokter Temukan Cacing Pita di Otak Wanita Ini

Dikira Tumor, Dokter Temukan Cacing Pita di Otak Wanita Ini

Health | Jum'at, 14 Juni 2019 | 06:15 WIB

Dikira Hanya Alami Mata Berair, Pria Ini Ternyata Idap Kanker Ganas

Dikira Hanya Alami Mata Berair, Pria Ini Ternyata Idap Kanker Ganas

Health | Kamis, 30 Mei 2019 | 14:55 WIB

Hasil Studi, Minum 2 Cangkir Kopi Sehari Membuat Bertahan Hidup Lebih Lama

Hasil Studi, Minum 2 Cangkir Kopi Sehari Membuat Bertahan Hidup Lebih Lama

Health | Senin, 27 Mei 2019 | 12:20 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB