Pasutri Sengaja Tontonkan Adegan Ranjang pada Anak, Ini Efeknya pada Otak

Rabu, 19 Juni 2019 | 17:50 WIB
Pasutri Sengaja Tontonkan Adegan Ranjang pada Anak, Ini Efeknya pada Otak
Ilustrasi. (shutterstock)

Suara.com - Sepasang suami istri berinisial LA dan ES asal Tasikmalaya, Jawa Barat, membuat warga sekitar resah. Pasalnya, pasutri ini sengaja mempertontonkan adegan ranjang pada anak-anak dan meminta bayaran pada mereka.

Anak-anak dengan usia maksimal 12 tahun dimintai uang Rp5 ribu jika mereka ingin menonton adegan seksual pasangan 24 tahun itu secara langsung.

Hal tersebut terungkap setelah sejumlah bocah di Tasikmalaya mengungkapkan perilaku itu kepada tokoh masyarakat dan dilaporkan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia.

“Kami menerima laporan itu, setelah sejumlah anak mengadu ke guru ngaji di kampung tempat pasutri itu. Ternyata, pasutri itu sudah mempertontonkan adegan tak senonoh secara live dan berbayar kepada anak-anak sejak lama, sejak bulan Ramadan,” kata Ketua KPAI Tasikmalaya Ato Rinanto, Selasa (18/6/2019).

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi, pasutri itu menawarkan menonton mereka bercinta kepada anak-anak pada malam hari.

“Sedikitnya 7 anak yang mayoritas masih duduk di bangku SD menjadi korban perilaku menyimpang pasutri itu. Lebih dari sekali mereka mempertontonkan hal itu,” tukasnya.

Perilaku tidak senonoh ini secara tidak langsung bisa berdampak buruk pada anak-anak yang sering menonton adegan seksual sejak dini, salah satunya pada otak mereka di kemudian hari.

Berdasarkan laman fightthenewdrug.org, penelitian menunjukkan mereka yang sering mengonsumsi pornografi memiliki otak yang kurang terhubung, kurang aktif bahkan ukurannya lebih kecil di beberapa bagian.

"Pornografi menciptakan kondisi yang sempurna dan memicu pelepasan bahan kimia yang tepat untuk membuat perubahan yang berlangsung lama di otak," jelas Norman Doidge, seorang peneliti di Columbia University.

Baca Juga: Bagaimana Menyelamatkan Generasi Muda yang Terkungkung Pornografi?

Dan semakin lama seseorang melihat konten pornografi, otak akan semakin mengingatnya untuk waktu yang lama.

Sayangnya, pornografi sama adiktifnya dengan zat dan perilaku lainnya yang mengaktifkan bagian otak disebut dengan 'pusat penghargaan'. Ini akan memicu pelepasan bahan kimia yang memberi pelakunya gebrakan sementara. Salah satu bahan kimia tersebut adalah protein DeltaFosB.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI