Studi: Cuaca Panas Bikin Jumlah Kasus Kejahatan Meningkat

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2019 | 14:00 WIB
Studi: Cuaca Panas Bikin Jumlah Kasus Kejahatan Meningkat
Cuaca panas bisa meningkatkan kasus kejahatan. (Shutterstock)

Suara.com - Studi: Cuaca Panas Bikin Jumlah Kasus Kejahatan Meningkat

Dampak perubahan iklim tidak hanya membuat cuaca semakin panas. Perubahan iklim dan pemanasan global turut berpengaruh pada peningkatan kasus kekerasan dan kejahatan.

Hal ini dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan tim di University of Southern California setelah menganalisis laporan kejahatan dari 2010 hingga 2017 di Departemen Kepolisian Los Angeles.

Peneliti menemukan bahwa hari di mana suhu mencapai 29,4 derajat celcius mendorong peningkatan kasus kejahatan umum sebesar 2,2 persen dan 5,7 persen kasus kekerasan. Namun menurut peneliti kecenderungan ini lebih rentan terjadi di lingkungan masyarakat miskin.

"Penduduk miskin yang tinggal di gedung-gedung tua dan tanpa pendingin udara lebih rentan melakukan kasus kekerasan maupun kejahatan," ujar penulis studi Kilian Heilmann, dilansir Newsweek.

Heilman mengatakan bahwa faktor ekonomi memainkan peran besar dalam mengurangi efek negatif dari panas ekstrem pada kejahatan. Ia pun merekomendasikan pada pemerintah untuk memberikan subsidi pada penduduk miskin agar mampu membeli pendingin udara.

Sebuah studi lainnya yang dipublikasikan pada Journal of Urban Health 2017 yang menganalisis data kejahatan 2006-2015 di Philadelphia juga menemukan hal yang sama. Menurut temuan, suhu panas dapat meningkatkan sifat lekas marah dan perilaku agresif.

Sebuah makalah 2014 yang diterbitkan dalam Jurnal Ekonomi dan Manajemen Lingkungan juga memperkirakan bahwa perubahan iklim akan menyebabkan 22.000 kasus pembunuhan tambahan, 180.000 kasus perkosaan, dan 1,2 juta serangan yang jumlahnya akan semakin besar dari 2010 hingga ke 2099.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nyentrik, Begini Cara Pemerintah Kolombia Menekan Angka Kejahatan

Nyentrik, Begini Cara Pemerintah Kolombia Menekan Angka Kejahatan

Lifestyle | Selasa, 18 Juni 2019 | 11:29 WIB

Tips Mudik Lebaran, Jangan Letakkan Botol Minum di Mobil saat Panas Terik

Tips Mudik Lebaran, Jangan Letakkan Botol Minum di Mobil saat Panas Terik

Lifestyle | Senin, 27 Mei 2019 | 13:54 WIB

Lakukan Kekerasan Anak Saat Liburan, Keluarga Ini Ditangkap Begitu Mendarat

Lakukan Kekerasan Anak Saat Liburan, Keluarga Ini Ditangkap Begitu Mendarat

Lifestyle | Kamis, 23 Mei 2019 | 21:05 WIB

Terkini

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB