Sains Ungkap Kaitan Unggahan di Facebook dengan Risiko Diabetes

M. Reza Sulaiman | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2019 | 20:20 WIB
Sains Ungkap Kaitan Unggahan di Facebook dengan Risiko Diabetes
Risiko diabetes bisa dilihat dari unggahan facebook. (Shutterstock)

Suara.com - Sains Ungkap Kaitan Unggahan di Facebook dengan Risiko Diabetes

Risiko penyakit diabetes bisa diketahui dari unggahan media sosial lho! Sebuah studi terkini menunjukkan bagaimana unggahan kita di Facebook bisa menjadi penunjuk adanya masalah kesehatan tertentu.

Hal ini dibuktikan melalui studi dari tim Fakultas Kedokter Universitas Pennsylvania yang melibatkan 999 responden dewasa.

Para peneliti menganalisis penggunaan kata-kata yang kerap digunakan para responden di Facebook. Selain itu mereka juga dianalisis gaya hidup dan kondisi kesehatannya.

Temuan yang paling mengejutkan, responden yang kerap menggunakan kata 'Tuhan' dan 'berdoa' dalam unggahannya berisiko 15 kali lipat terserang diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang jarang menggunakan istilah itu.

Diabetes tipe 2 sendiri terjadi ketika tubuh mengembangkan resistensi terhadap insulin, yang menyebabkan kadar gula darah meningkat. Dari 999 peserta yang dianalisia, 76 persen diantaranya adalah perempuan, 70 persen berusia dibawah 30 tahun dan 71 persen berkulit hitam.

Sebuah laporan terpisah yang dipublikasikan pada Januari 2019 lalu oleh Pew Research Center menemukan bahwa orang yang beragama cenderung tidak merokok dan minum alkohol, tetapi banyak penelitian lain menunjukkan bahwa orang-orang yang secara teratur menghadiri kegiatan keagamaan lebih rentan menjadi gemuk yang terkait erat dengan diabetes tipe 2.

Ilustrasi risiko diabetes bisa dilihat dari unggahan facebook. (Shutterstock)
Ilustrasi risiko diabetes bisa dilihat dari unggahan facebook. (Shutterstock)

Para peneliti berteori bahwa orang yang taat beragama mungkin juga kerap hadir di acara-acara yang menyediakan makanan tinggi kalori. Itu sebabnya mereka lebih rentan menjadi gemuk.

Peneliti utama Merchant menemukan bahwa lebih dari dua miliar orang menggunakan media sosial setiap hari. Ia berharap unggahan di media sosial bisa menjadi cara praktisi kesehatan untuk mendiagnosis atau bahkan mencegah penyakit tertentu.

"Saya belum pernah melihat dokter menganalisis kesehatan pasiennya lewat media sosial. Padahal banyak sekali variabel yang bisa dinilai dari unggahan seseorang di media sosial bagi meliputi kondisi psikologis hingga fisik," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pria Ini Mengaku Single di Postingan Media Sosial, Pacar Ikutan Komentar

Pria Ini Mengaku Single di Postingan Media Sosial, Pacar Ikutan Komentar

Lifestyle | Kamis, 20 Juni 2019 | 17:05 WIB

Demi Mengejar Cinta, Pria Ini Minum Kopi Tiap Hari Sampai Diabetes!

Demi Mengejar Cinta, Pria Ini Minum Kopi Tiap Hari Sampai Diabetes!

Health | Kamis, 20 Juni 2019 | 13:50 WIB

Benarkah Nasi Putih dan Kentang Tidak Baik untuk Diabetes?

Benarkah Nasi Putih dan Kentang Tidak Baik untuk Diabetes?

Health | Rabu, 19 Juni 2019 | 08:29 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB