Baru Ulang Tahun, 3 Makanan Favorit BJ Habibie Ini Bikin Otak Cerdas

Ririn Indriani | Silfa Humairah Utami | Suara.com

Rabu, 26 Juni 2019 | 07:32 WIB
Baru Ulang Tahun, 3 Makanan Favorit BJ Habibie Ini Bikin Otak Cerdas
BJ Habibie baru saja ulang tahun yang ke-83, pada Selasa, 25 Juni 2019. (Twitter @bj_habibie)

Suara.com - Baru Ulang Tahun, 3 Makanan Favorit BJ Habibie Ini Bikin Otak Cerdas

Presiden ke-3 RI, Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang sering disapa BJ Habibie ini baru saja berulang tahun yang ke-83, kemarin, Selasa (25/06/2019). Hashtag HBDHabibie pun viral di Twitter mengucapkan selamat di hari kelahirannya tersebut.

Dikenal sebagai tokoh yang memiliki kecerdasan yang tinggi dan masih sehat, tentu selain kuncinya dari belajar yang tekun, kegigihan dan perjuangannya mearih sukses dan kedisiplinan dalam hidupnya, pola makan juga bisa mempengaruhi kecerdasannya.

Nah, berbicara soal makanan kesukaan BJ Habibie, ternyata sederet makanan favoritnya memang sehat dan sarat nutrisi yang dikenal bisa meningkatkan kecerdasan otak. Apa saja? Yuk, simak ulasannya. 

1. Ikan

Seperti kebanyakan orang Indonesia, BJ Habibie juga menyukai olahan ikan. Baik itu digoreng dan dibakar.

Sup Ikan. (Instagram/@susi.agung)
Sup Ikan. (Instagram/@susie.agung)

Sebagai orang Sulawesi Selatan, ia pun menyukai masakan olahan ikan khas Sulawesi yakni Sup Ikan.

Dilansir dari Boldsky, ikan merupakan sumber protein dan omega-3 yang sangat baik bagi kesehatan tubuh, termasuk otak.

Rutin mengonsumsi ikan juga disebut peneliti dapat mencegah Alzheimer, yaitu penyakit otak degeneratif yang biasanya mempengaruhi orang-orang di atas usia 60.

Penyakit ini menyebabkan degenerasi sel otak yang cepat dan menyebabkan kehilangan ingatan, kehilangan koordinasi dan keseimbangan tubuh, dan lainnya.

Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of American Medical Association bahwa mengonsumsi ikan secara teratur dapat memperbaiki materi abu-abu otak manusia yang mencegah degenerasi sel otak dengan cepat. Sehingga, hal itu dapat mencegah Alzheimer.

Ilustrasi fillet ikan salmon. (Shutterstock)
Ilustrasi ikan salmon asam lemak kaya omega-3, yang sangat baik bagi kesehatan otak. (Shutterstock)

Selain itu, ikan juga dapat menurunkan risiko penyakit jantung.

Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam American Journal Of Cardiology bahwa asam lemak dan omega-3 yang terkandung dalam ikan dapat menjaga kesehatan jantung, mengurangi pembekuan darah, dan menurunkan tekanan darah. Sehingga dengan mengonsumsi ikan secara teratur dapat mengurangi risiko terkena penyakit jantung.

Ada pula penelitian yang mengungkapkan bahwa minyak yang terkandung dalam ikan dapat membantu meningkatkan kadar hormon serotonin pada otak. Hal itu dapat membantu mengobati dan mengurangi gejala depresi.

Manfaat lain, kandungan omega-3 pada ikan juga dapat menjaga kesehatan mata dan memberi nutrisi pada otot-otot dan saraf mata. Hal itu karena kandungan omega-3 yang terdapat pada ikan.

Selanjutnya, sayuran yang juga merupakan makanan favorit BJ Habibie, ternyata bermanfaat pula bagi kesehatan otak, simak di halaman berikutnya.

2. Sayur

Selain doyan makan ikan, BJ Habibie juga ternyata suka sekali makan sayur.

Menu sayur selalu disajikan untuk menu wajib saat BJ Habibie makan. Ia menyukai hampir semua jenis sayur bahkan saat berada di luar negeri pun selalu cari menu nasi dengan menu olahan sayur untuk makan sehari-hari.

Kandungan nutrisi antara sayuran memang berbeda-beda, namun pada umumnya sayuran mengandung protein dengan jumlah vitamin, provitamin, mineral, fiber dan karbohidrat yang bermacam-macam yang tentu saja sangat baik untuk tubuh, termasuk kesehatan otaknya.

Ilustrasi sayur bening bayam. (Shutterstock)
Ilustrasi sayur bayam mengandung protein yang disebut lutein yang diyakini peneliti baik untuk kesehatan otak. (Shutterstock)

Ini dibuktikan dari sebuah studi yang dilakukan University of Illinois. Penelitian ini menemukan bahwa lutein, pigmen yang ditemukan dalam sayuran berwarna hijau gelap membantu mempertahankan fungsi kognitif dan ketajaman mental usia otak.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers di Aging Neuroscience menambah bobot hipotesis, bahwa seluruh diet makanan nabati mendukung kesehatan otak dan mencegah penurunan kognitif.

Lutein merupakan bagian dari kelompok yang terjadi secara alami pada pigmen tumbuhan yang dikenal sebagai karotenoid.

Kangkung, bayam dan dandelion hijau memiliki kandungan lutein tertinggi dari setiap makanan, tetapi protein ini juga bisa ditemukan dalam kuning telur, rempah-rempah tertentu dan sayuran seperti brokoli, kembang kol dan kubis Brussel.

Resep Plecing Kangkung. (Instagram/@susi.agung)
Ilustrasi kangkung juga mengandung protein-lutein yang disebut peneliti sangat baik untuk kesehatan otak. (Instagram/@susi.agung)

Setelah sayuran atau makanan tersebut ditelan, lutein terakumulasi di otak yang kemudian disebut peneliti kemungkinan memainkan peran dalam saraf.

Nah, nutrisi yang ditimbun di dalam otak ini bisa berkontribusi untuk kesehatan otak seumur hidup.

"Sebagai nutrisi saraf, lutein bisa mendukung struktur dan fungsi dalam membran saraf dan akhirnya mendukung fungsi kognitif yang bergantung pada membran saraf," kata penulis utama studi, Marta Zamroziewicz, seperti dilansir laman MSN.

Penelitian yang dipublikasikan sebelumnya juga menemukan bahwa sayuran hijau bisa memperlambat penurunan kognitif, efek yang peneliti kaitkan dengan tingkat tinggi lutein, serta nutrisi vitamin K, folat dan beta-karoten.

"Penelitian ini memberikan bukti yang menunjukkan bahwa nutrisi tertentu mungkin penting untuk memperlambat aspek-aspek tertentu dari penuaan di otak," jelas Zamroziewicz.

Berikutnya, susu yang juga disukai BJ Habibie. Minuman sehat yang dikenal tinggi nutrisi ini tak hanya baik bagi tulang, tapi juga untuk kesehatan otak. Bukti ilmiahnya, ada di halaman selanjutnya. 

3. Susu

Minum susu menjadi hal rutin yang dilakukan BJ Habibie. Baik di Indonesia dan luar negeri, konsumsi susu menjadi rutinitasnya setiap hari.

Bahkan saat tinggal di Jerman, BJ Habibie minum susu lebih sering dibanding saat tinggal di Indonesia, karena cuaca di Jerman sangat dingin di musim tertentu.

Susu baik diminum setiap hari, karena mengandung banyak kalsium yang dapat menguatkan tulang. Tak hanya itu susu juga ternyata sangat baik untuk kesehatan otak, terutama dapat membantu mencegah penyakit Alzheimer dan Parkinson.

Kesimpulan ini didapat setelah peneliti Amerika Serikat dilansir Daily Mail berhasil membuktikan adanya hubungan erat antara mengonsumsi susu tiga gelas per hari dengan tingkat antioksidan alami yang lebih tinggu atau glutathione pada otak orang dewasa.

Antioksidan yang kuat dapat meminimalkan kerusakan sel-sel otak dari radikal bebas, serta hal-hal lain yang dapat merusak sel otak.

Manfaat susu sapi untuk perawatan kecantikan. (Shutterstock)
Susu tak hanya baik untuk tulang, tetapi juga kesehatan otak. (Shutterstock)

Profesor Neurologi, In-Young Choi dan Profesor Nutrisi Debra Sullivan dari University of Kansas Medical Center yang melakukan penelitian ini menyatakan timnya ingin mengetahui lebih lanjut bahwa susu tidak hanya penting untuk tulang, tetapi juga otak.

Penelitiannya tersebut melibatkan sebanyak 60 orang dewasa. Mereka ditanya soal konsumsi susu sehari-hari. Kemudian dipindai otaknya untuk memantau tingkat glutathione di dalamnya.

Hasilnya, mereka yang banyak minum susu memiliki lebih banyak glutathione dalam otak. Tingkat glutathione berada pada kadar paling tinggi bila seseorang minum tiga gelas susu per hari. Ini menunjukkan meningkatnya antioksidan dalam otak.

"Antioksidan adalah sistem pertahanan tubuh melawan kerusakan dan kadar antioksidan dalam tubuh dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti penyakit dan gaya hidup," terang dr. Choi.

Dr. Sullivan pun mengingatkan, kadar antioksidan otak yang tidak optimal akan mengakibatkan kerusakan. Karena itu segera ubah gaya hidup dengan olahraga dan pola makan sehat seperti asupan susu salah satunya yang berdampak besar bagi kesehatan otak.

Penelitian tentang manfaat susu bagi otak pun pernah dilakukan oleh Universitas Oxford yang memperlihatkan kandungan Vitamin B12 mengurangi kerusakan saraf seperti Alzheimer.

Wah, pantas BJ Habibie memiliki kecerdasan yang luar biasa. Dan, di usianya yang ke-83 tahun, kesehatan otaknya juga terjaga dengan baik.

Rupanya kunci sukses BJ Habibie, selain bekerja keras dan tekun belajar, juga dipengaruhi dari pilihan makanannya yang kaya nutrisi. Semoga panjang umur dan selalu sehat untuk Presiden ke-3 RI ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BJ Habibie Ulang Tahun ke-83, Tips Jaga Kesehatan Otak Ini Bisa Ditiru

BJ Habibie Ulang Tahun ke-83, Tips Jaga Kesehatan Otak Ini Bisa Ditiru

Health | Selasa, 25 Juni 2019 | 18:47 WIB

Putra BJ Habibie Viral di TMP Kalibata, Disamakan dengan Karakter Nick Fury

Putra BJ Habibie Viral di TMP Kalibata, Disamakan dengan Karakter Nick Fury

Entertainment | Senin, 03 Juni 2019 | 14:12 WIB

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Putri Habibie, Cucu BJ Habibie yang Jadi Guru Masak Selebriti

Lifestyle | Senin, 03 Desember 2018 | 09:00 WIB

Terkini

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Bukan Cuma Rusak Lingkungan, Penebangan Hutan Liar juga Picu Lonjakan Penyakit

Health | Kamis, 02 April 2026 | 10:17 WIB

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Pendidikan Karakter Anak: Tak Cukup di Kelas, Harus Lewat Aksi Nyata

Health | Kamis, 02 April 2026 | 07:14 WIB

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Panas Ekstrem Tak Cuma Bikin Gerah, Tapi Juga Bisa Memperpendek Usia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:35 WIB

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Christophe Piganiol: Rantai Pasok yang Tangguh Adalah Kunci Keselamatan Pasien

Health | Rabu, 01 April 2026 | 17:26 WIB

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Mengenal Neuro-Afirming, Solusi Kesehatan Mental untuk Anak Spesial di Indonesia

Health | Rabu, 01 April 2026 | 12:45 WIB

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB