Sering Kerja Lembur? Waspada Risiko Stroke Meningkat

Ade Indra Kusuma | Firsta Nodia | Suara.com

Kamis, 27 Juni 2019 | 13:56 WIB
Sering Kerja Lembur? Waspada Risiko Stroke Meningkat
Ilustrasi stres. (pinterest)

Suara.com - Sering Kerja Lembur? Waspada Risiko Stroke Meningkat

Mendapatkan jatah kerja lembur mungkin bisa menjadi cara untuk menambah tambahan pendapatan. Namun menurut sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal American Heart Association Stroke, sering kerja lembur ternyata dapat meningkatkan risiko terkena stroke.

Studi yang mencakup 143.592 populasi Perancis ini dimulai pada 2012, dan ditemukan bahwa 1224 diantaranya menderita stroke. Dari jumlah populasi tersebut sekitar 29 persen atau sekitar 42.542 dari peserta, sering kerja lembur.

Penyakit stroke (Shutterstock)
Penyakit stroke (Shutterstock)

Indikator kerja lembur sendiri meliputi kerja melebihi 10 jam selama 50 hari per tahun. Sekitar 29 persen dari orang yang sering kerja lembur itu memiliki risiko lebih besar terkena stroke. Sementara mereka yang bekerja berjam-jam selama 10 tahun atau lebih memiliki risiko stroke sekitar 45 persen lebih tinggi. 

"Hubungan antara 10 tahun jam kerja yang panjang dan stroke tampaknya lebih terasa untuk orang di bawah usia 50 tahun,” ujar penulis studi Alexis Descatha, M.D., Ph.D seperti mengutip People.

Jeff Hiserodt, lelaki berusia 42 tahun ini didiagnosis mengidap stroke. Ia mengaku bisa menghabiskan waktu 60 hingga 65 jam seminggu ketika masih sehat.

“Saya memiliki gumpalan darah di belakang mata kanan saya. Saya lumpuh di sisi kiri dan buta," beber Jeff.

Disampaikan Dr Arbi Ohanian, direktur medis program stroke di Huntington Hospital, Amerika Serikat, meskipun hasil ini cukup mengejutkan orang tidak boleh panik, khususnya bagi mereka yang merasa pekerjaan mereka penuh tekanan.

"Setiap pekerjaan pasti memicu stres. Tetapi jika Anda sudah melihatnya mempengaruhi kesehatan Anda maka itu adalah cerita yang berbeda. Anda mungkin harus mempertimbangkan kembali apa yang Anda lakukan," imbuhnya.

Ohanian juga menjelaskan apa yang bisa dilakukan orang untuk terhindar dari stroke. Pertama adalah menjaga pola makan sehat dan berolahraga minimal 30 menit sehari.

"Olahraga dan pola makan sehat dapat menghindarkan seseorang dari faktor risiko stroke," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selalu Bau Mulut saat Bangun di Pagi Hari? Ini yang Terjadi Selama Tidur

Selalu Bau Mulut saat Bangun di Pagi Hari? Ini yang Terjadi Selama Tidur

Health | Selasa, 18 Juni 2019 | 15:49 WIB

Pengidap Stroke Sebatang Kara, Warga Berencana Bawa Tarmuji ke Panti Jompo

Pengidap Stroke Sebatang Kara, Warga Berencana Bawa Tarmuji ke Panti Jompo

Jatim | Senin, 17 Juni 2019 | 11:37 WIB

Studi: Kesehatan Gigi Saat Kecil Pengaruhi Risiko Stroke Saat Dewasa

Studi: Kesehatan Gigi Saat Kecil Pengaruhi Risiko Stroke Saat Dewasa

Health | Rabu, 01 Mei 2019 | 18:57 WIB

Terkini

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Tren Kesehatan Preventif Meningkat, Jaminan Keamanan Pasien dari Risiko Tak Terduga Jadi Perhatian

Health | Rabu, 27 Mei 2026 | 09:22 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 23:08 WIB

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Akreditasi JCI Perkuat Posisi Bali sebagai Destinasi Wisata Medis Dunia

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 12:18 WIB

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Bukan Sekadar Salah Makan: Mengenal IBD, Penyakit 'Silent Killer' yang Mengintai Usia Produktif

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 10:40 WIB

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Waspada! Ancaman Ebola Selevel Awal Pandemi Covid-19

Health | Minggu, 24 Mei 2026 | 06:58 WIB

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:59 WIB

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:39 WIB

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:30 WIB

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi

Health | Sabtu, 23 Mei 2026 | 09:30 WIB