Nanti Malam Gerhana Matahari Total, Benarkah Lihat Langsung Bisa Buta?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Shevinna Putti Anggraeni
Nanti Malam Gerhana Matahari Total, Benarkah Lihat Langsung Bisa Buta?
Gerhana Matahari Total di Amerika pada 2017. [Shutterstock]

Banyak informasi bahwa melihat gerhana matahari dengan mata telanjang bisa menyebabkan buta. Mitos atau fakta?

Suara.com - Gerhana matahari total akan kembali bisa dinikmati oleh manusia di Bumi, khususnya mereka di Argentina dan Chile Amerika Selatan pada Selasa pagi atau Selasa malam ini waktu Indonesia (2/7/2019).

Gerhana matahari total termasuk fenomena alam yang langka yang bisa terjadi sekali dalam puluhan atau ratusan tahun tergantung tempat tinggal.

Tak heran, jika banyak orang yang antusias ketika mendengar kabar akan terjadi gerhana matahari total. Biasanya mereka akan berlomba-lomba untuk menyaksikan secara langsung terjadinya gerhana matahari total dengan berbagai cara.

Tetapi, jangan pernah Anda melihat gerhana matahari total dengan mata telanjang. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan mata serius.

Anda mungkin pernah mendengar informasi bahwa melihat gerhana matahari telanjang bisa menyebabkan kebutaan. Informasi itu hanya berlebihan, tetapi bukan berarti melihatnya dengan mata telanjang tidak menimbulkan masalah lain.

Melansir dari Live Science, melihat gerhana matahari secara langsung tanpa pelindung dapat merusak mata. Kondisi ini disebut retinopati matahari yakni ketika cahaya terang dari matahari menutupi retina di belakang bola mata.

Ilustrasi sakit mata atau mata bengkak akibat radang saluran air mata. (Shutterstock)
Ilustrasi sakit mata. (Shutterstock)

Padahal retina adalah tempat sel-sel penginderaan cahaya yang berfungsi untuk penglihatan. Ketika retina terlalu terstimulasi oleh cahaya matahari, mata akan melepaskan bahan kimia yang merusak retina.

Kerusakan ini seringkali tidak menimbulkan rasa sakit, sehingga orang tidak menyadari apa yang mereka lakukan ketika melihat gerhana matahari total.

Menurut NASA, satu-satunya cara paling aman untuk melihat gerhana matahari menggunakan teleskop atau kacamata tukang las.

Pada dasarnya, matahari merupakan sumber ledakan panas terdahsyat yang terjadi terus-menerus. Sinar UV adalah sejenis sinar matahari yang bisa merusak mata, apalagi jika dipantulkan ke pasir atau air.

Melansir dari hellosehat.com, kornea akan melepuh dan retak akibat paparan sinar UV berlebih. Proses ini sangat mirip dengan bagaimana sinar matahari bisa membakar kulit saat bermain di luar.

Fenomena gerhana matahari total di kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3).
Fenomena gerhana matahari total di kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (9/3).

Jadi, Anda dilarang untuk melihat gerhana matahari apapun jenisnya dengan mata telanjang. Bahkan ketika hampir 99 persen permukaan matahari tertutupi bulan, sinar matahari yang terlihat di balik bulan masih memancarkan cukup sinar UV yang bisa membakar mata.

Melihat gerhana matahari dengan mata telanjang mungkin tidak akan langsung menyebabkan kebutaan. Awalnya, Anda mungkin akan merasa tidak bisa melihat secara baik dan detail seperti biasanya.

Sampai saat ini sudah lebih dari 100 kasus kerusakan mata permanen akibat menatap gerhana matahari terlalu lama. Karena itu, Ralph Coun menyarankan untuk memakai kacatama pelindung saat melihat gerhana matahari.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS