Array

957 Orang Terinfeksi, Ini 5 Fakta tentang KLB Hepatitis A di Pacitan

Rabu, 03 Juli 2019 | 15:07 WIB
957 Orang Terinfeksi, Ini 5 Fakta tentang KLB Hepatitis A di Pacitan
Ilustrasi Hepatitis A. (shutterstock)

Secara geografis, daerah yang mengalami KLB hepatitis A ini adalah daerah pegunungan yang sedang mengalami musim kemarau sehingga kesulitan mendapatkan air bersih.

Untuk mengurangi pola penularan, kata dr. Anung, Kemenkes telah melakukan sejumlah upaya, di antaranya pengamanan sumber air bersih melalui kaporisasi sumber air bersih.

4. Cuci tangan penting untuk pencegahan

Untuk mencegah terinfeksi virus hepatitis A, seorang akademisi dan praktisi kesehatan, Prof. Ari Fahrial Syam, menganjurkan untuk mengonsumsi makanan yang teratur dan bergizi serta istirahat cukup.

Selain itu, cuci tangan menggunakan sabun sebelum dan sesudah makan dan setelah keluar dari toilet juga penting. Terlebih jika penyakit ini menular melalui makanan dan minuman. Selain itu, orang yang merawat pasien hepatitis A harus menjaga daya tahan tubuhnya dengan baik. 

Bukan itu saja, vaksin juga penting dilakukan untuk mencegah penularan virus hepatitis A. Dilaporkan Healthline, vaksin dilakukan dalam dua suntikan, terpisah 6-12 bulan.

Lalu, jika Anda mengunjungi tempat penularan hepatitis A, lebih baik jalani vaksin dua minggu sebelum bepergian. Biasanya dibutuhkan dua minggu setelah suntikan pertama bagi tubuh Anda untuk mulai membangun kekebalan terhadap hepatitis A.

Namun, jika Anda tidak bepergian selama sekitar satu tahun, lebaih baik mendapatkan kedua suntikan sebelum pergi.

5. Musim pancaroba berisiko meningkatkan jumlah pasien

Baca Juga: KLB Hepatitis A di Pacitan, Penyakit Ini Bisa Menular Lewat Hubungan Seks

Menurut Prof. Ari Fahrial Syam, jumlah kasus penyakit hepatitis A ini bisa meningkat di akhir musim kemarau dan di awal musim penghujan seperti yang sedang terjadi saat ini.

Tetapi, karena penyakit ini menular melalui makanan atau minuman serta kontak langsung, masyarakat tidak perlu khawatir jika hanya bertemu dengan penderita.

Jadi, tidak ada larangan khusus untuk masyarakat yang ingin mengunjungi Pacitan. Dr. Anung hanya mengimbau, diusahakan bepergian dalam keadaan sehat, serta tetap mengutamakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI