Suara.com - Perhatikan Hal Ini saat Jogging Supaya Lemak Terbakar dengan Tepat!
Banyak cara untuk mengaplikasikan haya hidup sehat, satu diantaranya rutin berolahraga.
Jogging atau lari santai adalah salah satu aktivitas fisik yang paling mudah dan murah. Tak perlu modal banyak, cukup dengan sepatu, Anda sudah bisa jogging di sekitar komplek rumah. Bukan hanya praktis, jogging pun efektif bisa bakar lemak, lho! Namun, harus berapa lama waktu jogging yang baik agar bisa efektif bakar lemak? Simak di bawah ini.
Selain untuk kesehatan tentu olahraga seperti lari ini banyak juga dilakukan untuk menyingkirkan lemak di tubuh. Berapa banyak kalori yang terbakar ini tergantung dengan seberapa berat aktivitas jogging yang Anda lakukan. Semakin berat intensitas latihannya, maka semakin banyak yang dibakar.
Orang dewasa dengan berat badan 70 kg, melakukan jogging selama satu jam dengan jarak lari 5 km dapat membakar 596 kalori. Sedangkan orang dewasa dengan berat badan 84 kg lari dengan jarak dan waktu yang sama membakar 710 kalori. Ini berbeda-beda, bukan?
Jika Anda lari di atas treadmill, akan lebih mudah memantau berapa banyak kalori yang bisa dibakar saat lari.
Apakah kalori yang terbakar termasuk kalori dari lemak? Ya, kalori yang terbakar juga berasal dari tumpukan lemak di tubuh. Namun, lagi-lagi hal ini tergantung dengan intensitas dan durasi yang Anda lakukan saat jogging.
Jika Anda lari dengan intensitas rendah dan durasi panjang, tubuh akan cenderung membakar lemak. Bila penasaran, Anda bisa tahu apakah jogging yang Anda lakukan sudah membakar lemak yang optimal atau belum.
Caranya, dengan menghitung detak jantung Anda. Tumpukan lemak akan digunakan menjadi energi ketika seseorang mencapai 75 persen dari detak jantung maksimalnya.
Sebelum menghitung angka tersebut, Anda harus tahu dulu berapa ukuran detak jantung maksimal yang dimiliki. Caranya, dengan mengurangi angka 220 dengan usia saat ini.
Ambil contoh, Anda berusia 50 tahun, maka detak jantung maksimalnya adalah 220-50 yaitu 180 bpm (beat per second). Nah, jika Anda ingin membakar lemak, maka saat jogging, detak jantung Anda harus 75 persen dari angka tersebut dilansir Hello Sehat.
Jadi, 75 persen dari 180 bpm adalah 135 bpm. Bila Anda mencapai angka tersebut saat jogging, maka lemak-lemak di tubuh mulai dibakar dan dipakai secara optimal.
Supaya lebih maksimal, Anda juga harus melakukan jogging dengan detak jantung tersebut dalam durasi yang relatif lama.
Sebenarnya, tak ada patokan berapa lama waktu jogging yang baik. Akan tetapi, jika Anda jogging dalam waktu yang lama tentu akan membakar kalori yang lebih besar. Setidaknya untuk mulai membakar lemak Anda harus jogging lebih dari 30 menit dengan intensitas rendah.
Anda juga bisa menambahkan intensitas jogging Anda, sehingga mencapai 80-90 persen dari detak jantung maksimal. Hal ini bisa membuat pembakaran kalori lebih optimal.