Pasien Indonesia Butuh Akses Layanan Pengobatan yang Bermutu

Ade Indra Kusuma, Vessy Dwirika Frizona

Selasa, 23 Juli 2019 | 16:14 WIB
Pasien Indonesia Butuh Akses Layanan Pengobatan yang Bermutu
ilustrasi obat-obatan terlarang. (Shutterstock)

Suara.com - Pasien Indonesia Butuh Akses Layanan Pengobatan yang Bermutu

Akses layanan kesehatan saat ini sedang menjadi isu penting di dunia kesehatan Indonesia. Sebab, layanan kesehatan pada dasarnya adalah upaya meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang komperhensif, bermutu, dan terjangkau. Maka ini menjadi bagian penting dalam pembangunan kesehatan di Indonesia.

Jorge Wagner, Chairman of International Pharmaceutical Manufacturers Group (IPMG) mengatakan, industri kesehatan asuransi swasta, perusahaan farmasi, bank/institusi keuangan/fintech, rumah sakit, dan farmasi memiliki peran penting untuk mendukung pemerintah dan khususnya pasien dalam mengembangkan solusi inovatif terhadap akses obat-obatan. Tujuannya ialah guna menciptakan skema pembiayaan alternatif untuk mengurangi beban dalam sistem layanan kesehatan Indonesia.

"Sangatlah penting untuk bersama-sama membangun mekanisme yang memudahkan akses terhadap obat-obatan berkualitas tinggi dan inovatif di Indonesia melalui pengembangan skema-skema yang praktis dan kreatif untuk memberikan solusi dalam memenuhi kebutuhan medis yang belum terpenuhi di Indonesia," kata Jorge dalam acara Healthcare Access Summit 2019, yang diselenggarakan oleh AmCham, Selasa (23/7/2019).

Lebih lanjut Jorge menyebut model-model akses dan pembiayaan yang inovatif ialah seperti mikro (microfinancing), pembayaran cicilan melalui akses digital, platform layanan kesehatan, dan produk asuransi swasta khusus untuk penyakit kronis, dimaksudkan untuk meningkatkan kesadaran dan membantu kemampuan membayar pasien.

Diketahui, pada 2019 ini pemerintah sendiri telah merencanakan seluruh penduduk Indonesia mempunyai jaminan kesehatan sehingga tercapai Universal Health Coverage atau Jaminan Kesehatan Semesta. Ini bukan hanya untuk pencapaian cakupan jaminan kesehatan semesta saja, melainkan untuk semua aspek pelayanan kesehatan.

"Dengan demikian pencapaian universal coverage santa relevan dengan upaya meningkatkan akses masyarakat pada pelayanan kesehatan yang bermutu dan terjangkau," tandasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pentingnya Akses Pengobatan Inovatif untuk Pasien Indonesia

Pentingnya Akses Pengobatan Inovatif untuk Pasien Indonesia

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 14:36 WIB

Arswendo Atmowiloto Meninggal, Kenali Gejala dan Risiko Kanker Prostat

Arswendo Atmowiloto Meninggal, Kenali Gejala dan Risiko Kanker Prostat

Health | Jum'at, 19 Juli 2019 | 20:45 WIB

Pengobatan Kanker di Indonesia Mahal, Ini Perbaikan yang Harus Dilakukan

Pengobatan Kanker di Indonesia Mahal, Ini Perbaikan yang Harus Dilakukan

Health | Selasa, 16 Juli 2019 | 12:22 WIB

Terkini

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Tunggakan Rp14,8 Miliar, 303 Pemain Belum Digaji: Ada Klub Raffi Ahmad Rans FC

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Bukan Cuma Jadi Konsumen! DPR Ingin Indonesia Kuasai Ekosistem AI

Video | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

Alasan Ada Agenda Lain, Anggota DPR Satori Mangkir dari Pemeriksaan KPK

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Persib Lolos ACL Two dengan Drama! Mariano Peralta Jadi Pahlawan di Menit-Menit Akhir

Bola | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

Cegah Risiko Pidana, Pakar Sebut Pemerintah Tepat Atur Pembelian Timah Rakyat

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

Desak Pelaku Pengeroyok Bambang Setiawan Ditangkap, Wamen HAM: Harus Ditindak Tegas!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Dedi Mulyadi: Uang Pajak Warga Depok Siap Disulap Jadi Flyover dan Underpass

Jabar | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:04 WIB

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

Setengah Karhutla Terjadi di Wilayah Korporasi yang Izinnya dari Negara!

News | Senin, 31 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Sikap Bupati Bogor Usai KPK Masuk Pemkab: Serahkan Proses Hukum dan Hargai Praduga Tak Bersalah

Bogor | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:55 WIB

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Padam Setelah 30 Jam, Kebakaran Pabrik Plastik di Serang Telan Kerugian Rp41 Miliar

Banten | Senin, 31 Agustus 2026 | 21:46 WIB

×