Array

Anak Yulia Baltschun Meninggal karena SIDS, Simak Faktor Penyebabnya!

Rabu, 24 Juli 2019 | 12:10 WIB
Anak Yulia Baltschun Meninggal karena SIDS, Simak Faktor Penyebabnya!
Yulia Baltschun dan mendiang anak keduanya (Instagram/@yuliabaltschun)

Suara.com - Sudah sebulan anak kedua Yulia Baltschun, Kaola meninggal dunia di usia 6 bulan. Influencer sekaligus finalis Masterchef Indonesia 4 itu pun mulai membuka diri dan menceritakan penyebab kematian anaknya.

Yulia mengaku tak tahu sama sekali yang menyebabkan anaknya meninggal di usia 6 bulan. Bahkan ia juga tak melihat tanda-tanda apapun sebelum anaknya meninggal.

"Cerita singkatnya anak aku sehat, lagi tidur dan nggak ada apa-apa. Tiba-tiba cuman aku tinggalin berapa menit dan dia udah nggak ada (meninggal)," kata Yulia melalui Youtube-nya.

Yulia sempat melarikan anaknya ke rumah sakit, tetapi anaknya tetap tak terselamatkan. Dokter mengatakan anaknya mengalami sindrom kematian mendadak (SIDS).

Tetapi, Yulia tetap tidak mengetahui apa yang menyebabkan anaknya mengalami sindrom kematian mendadak.

"Aku juga nggak tau, tapi setelah aku konsultasi sama dokter yang menanganinya kemungkinan besar bayi aku mengalami SIDS yang intinya adalah sindrom mati mendadak pada bayi," jelasnya.

Sindrom kematian bayi mendadak (SIDS) adalah kematian yang tidak dapat dijelaskan, biasanya terjadi saat tidur dan berisiko pada anak di bawah usia 1 tahun.

Meskipun penyebabnya tidak diketahui, tampaknya SIDS mungkin terkait dengan cacat pada bagian otak bayi yang mengontrol pernapasan dan gairah tidur.

Para peneliti dilansir dari Mayo Clinic telah menemukan beberapa faktor yang mungkin menyebabkan bayi lebih berisiko SIDS. Karena itu, Anda perlu mengetahuinya demi melindungi anak dari SIDS.

Baca Juga: Banyak Pilihan Metode Pemberian MPASI, Mana yang Paling Terbaik?

Anak kedua Yulia Baltschun meninggal dunia (Instagram/@yuliabaltschun)
Anak kedua Yulia Baltschun meninggal dunia (Instagram/@yuliabaltschun)

Faktor fisik

1. Cacat otak, beberapa bayi dilahirkan dengan kecacatan tertentu yang membuatnya lebih berisiko SIDS. Karena, bagian otak yang mengontrol pernapasan dan gairah dari tidur yang belum cukup matang.

2. Berat badan lahir rendah, kelahiran prematur kemungkinan otak bayi belum matang sepenuhnya. Sehingga ia kurang memiliki kendali atas proses otomatis seperti pernapasan dan detak jantung.

3. Infeksi pernapasan, banyak bayi meninggal karena SIDS sebelumnya menderita pilek yang mungkin berkontribusi pada masalah pernapasan.

Faktor lingkungan tidur

1. Tidur tengkurap atau miring. Bayi yang ditempatkan dalam posisi ini mungkin mengalami kesulitan bernapas lebih banyak daripada yang tidur telentang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI