Cegah Anak Lakukan Kekerasan, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua

M. Reza Sulaiman | Risna Halidi | Suara.com

Rabu, 24 Juli 2019 | 13:04 WIB
Cegah Anak Lakukan Kekerasan, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua
Ilustrasi anak pelaku kekerasan. [Shutterstock]

Suara.com - Cegah Anak Lakukan Kekerasan, Ini Pesan Psikolog untuk Orangtua

Kekerasan fisik yang dilakukan oleh anak-anak tidak terjadi begitu saja. Ada faktor orangtua yang bisa menjadi pemicu mengapa anak melakukan kekerasan.

Psikolog dari klinik Personal Growth, Kantiana Taslim, M.Psi, mengatakan anak dibentuk oleh lingkungan terdekat, yakni keluarga. Oleh karena itu, tugas orangtua untuk mencegah anak menjadi pelaku kekerasan, dengan menanamkan nilai-nilai yang baik.

"Pola asuh orangtua, nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak, ditambah faktor eksternal seperti pengawasan pergaulan, ini yang membentuk anak. Sekolah cuma tambahan, yang paling dekat adalah keluarga," tutur Kantiana kepada Suara.com, baru-baru.

Hal senada juga diungkapkan oleh pemerhati anak Seto Mulyadi. Lelaki yang akrab disapa Kak Seto ini menyebut, anak melakukan kekerasan bisa dikarenakan melihat perilaku orangtua.

Ia mengatakan pembiaran dari orangtua mengenai perilaku kekerasan membuat anak terbiasa dengan hal itu.

"Saya pernah melakukan diskusi dengan para orangtua dan orangtua malah meremehkan (perilaku agresif anak) dengan mengatakan, namanya juga anak-anak, nggak apa-apa berantem, pukul-pukulan sedikit. Padahal kalau dibiarkan akan terus berkembang," ungkapnya.

Di sini, peran orangtua sebagai role model alias panutan anak menjadi penting. Jika orangtua membiarkan anak melakukan kekerasan, atau yang lebih parah, terbiasa melakukan kekerasan di depan anak, bukan tidak mungkin anak menganggap kekerasan adalah hal yang normal.

Oleh karena itu, Kak Seto menekankan pentingnya rapat keluarga dalam membuat peraturan. Orangtua tidak boleh hanya memberikan instruksi dan perintah, tapi juga harus bisa mendengarkan apa yang dikatakan anak.

"Rapat keluarga bisa di mana saja, saat makan malam, di kebun, atau saat sedang jalan-jalan. Intinya memberikan anak waktu untuk berbicara apa yang ada di pikirannya," tutup Kak Seto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

6 Dampak Buruk Bagi Anak dalam Pernikahan Orangtua yang Tak Sehat

6 Dampak Buruk Bagi Anak dalam Pernikahan Orangtua yang Tak Sehat

Health | Rabu, 24 Juli 2019 | 10:40 WIB

Potret Buram Perlindungan Anak Indonesia

Potret Buram Perlindungan Anak Indonesia

Video | Selasa, 23 Juli 2019 | 21:39 WIB

Selamat Hari Anak, Yuk Simak Suara Anak Indonesia di Peringatan HAN 2019

Selamat Hari Anak, Yuk Simak Suara Anak Indonesia di Peringatan HAN 2019

Health | Selasa, 23 Juli 2019 | 18:22 WIB

Terkini

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Residu Obat Ditemukan di Sungai dan Danau, Begini Dampak Nyatanya

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 18:10 WIB

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Tak Perlu ke Luar Negeri, Indonesia Kini Perkuat Pengobatan Kanker Lewat Pendekatan Multidisiplin

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 13:53 WIB

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Penjelasan Kemenkes soal Kematian Dokter di Cianjur: Positif Campak dengan Komplikasi Jantung-Otak

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:37 WIB

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Kasus Campak di Indonesia Turun Drastis 93 Persen Sejak Awal Tahun 2026

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 11:22 WIB

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Cegah Penularan, Kemenkes Keluarkan Aturan Baru Kewaspadaan Campak di RS

Health | Selasa, 31 Maret 2026 | 10:54 WIB

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Lawan Risiko Penyakit Pascabanjir: Membangun Kembali Harapan Lewat Akses Air dan Nutrisi Sehat

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 19:57 WIB

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Solusi Makan Nasi Lebih Sehat: Cara Kurangi Karbohidrat Tanpa Diet Ekstrem

Health | Senin, 30 Maret 2026 | 13:21 WIB

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Ketahui Manfaat Tak Terduga Bermain Busa Lembut Saat Mandi untuk Perkembangan Otak Si Kecil

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 21:12 WIB

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Campak pada Orang Dewasa Apakah Menular? Ketahui Gejala, Pencegahan, dan Pengobatannya

Health | Minggu, 29 Maret 2026 | 10:42 WIB

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

2 Anak Harimau Mati karena Panleukopenia, Dokter Hewan: Lebih Mematikan dari Kucing Domestik

Health | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:55 WIB