Array

WHO Temukan Banyak Produk Makanan dan Minuman Bayi Tinggi Gula

Kamis, 25 Juli 2019 | 09:25 WIB
WHO Temukan Banyak Produk Makanan dan Minuman Bayi Tinggi Gula
ilustrasi makanan bayi [shutterstock]

Suara.com - Banyak orang tua mungkin kurang memperhatikan kandungan dalam makanan dan minuman bayi, terutama produk dalam bentuk kemasan. Padahal produk makanan dan minuman bayi itu bisa mengandung banyak gula.

Sebenarnya Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah melarang tambahan gula dalam produk makanan dan minuman bayi di bawah 3 tahun. Begitu pula dengan WHO Eropa yang menyerukan perihal tingginya kadar gula dalam makanan bayi kemasan.

Melansir dari The Guardian, gula tambahan ini bisa menyebabkan kerusakan gigi, kelebihan berat badan dan penyakit yang berhubungan dengan obesitas di masa dewasa.

Seharusnya produk makanan bayi sesuai panduan mengandung garam, protein, lemak dan karbohidrat. Tetapi, hasil analisis WHO Eropa menemukan ada banyak produk makanan bayi yang mengandung gula tinggi.

Padahal konsumsi makanan atau minuman dengan tinggi gula bisa memberikan ancaman kepada anak-anak yang sedang tumbuh gigi. Kandungan gula dalam makanannya semasa kecil pun akan memengaruhi kesehatannya semasa dewasa.

Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)
Ilustrasi bayi makan cokelat - (Pixabay/freestocks-photos)

Karena itu, WHO melarang tambahan gula. termasuk konsentrat jus buah dalam produk makanan bayi apapun. Tidak boleh ada produk makanan bayi yang mengandung gula lebih dari 5 persen, terutama dalam makanan gurih.

Pada makanan biskuit bayi setidaknya tidak boleh mengandung gula lebih dari 15 persen. Karena itu pula produk makanan dan minuman kemasan sebenarnya tidak cocok untuk bayi di bawah usia 3 tahun.

WHO menyarankan agar bayi tidak terpapar atau mencoba produk makanan dan minuman dengan gula tambahan sejak dini. Setidaknya dalam kurun waktu 6 bulan biarkan bayi mengekplorasi rasa air susu ibu (ASI) sendiri.

Jika mereka sudah terpapar dengan minuman atau makanan kemasan yang manis sejak dini, bisa mengubah seleranya tehadap ASI ibu. Ia justru ingin terus mencoba minuman atau makanan lainnya.

Baca Juga: Dosen di Riau Sulap Biji Durian Jadi Makanan Bayi Kurang Gizi

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI